Advertisement

Salah satu suku burung yang mempunyai banyak jenis; di seluruh dunia terdapat 127 jenis, dan 29 jenis di antaranya ditemukan di Asia Tenggara, sedangkan di Indonesia ada sekitar 17 jenis. Yang termasuk dalam suku ini antara lain lontrok 0Clamator spp.), mendu (Cuculus spp.), swangi (Penthoceryx spp.), kedasih (Cacomantis spp.), saputu (Chalcites spp.), tuwik (Surniculus spp.), tuhu (Eudynamis spp.), terindak (Rhopodytes spp.), lantak (Zanclostomus spp.), alulu (Rhamphococcyx spp.), bawai (Carpococcyx spp.), dan kalobet (Centropus spp.).

Ciri umum burung ini adalah tubuh ramping, dan sayap serta ekor panjang. Paruhnya melengkung. Jari kaki pertama dan keempatnya mengarah ke belakang, sedangkan dua jari tengahnya menghadap ke depan (.Zygodactil). Warna bulunya bervariasi, namun secara umum warnanya kurang menarik. Suaranya cukup merdu seperti siulan yang berulang-ulang.

Advertisement

Cara hidup burung ini unik. Karena bersifat sebagai parasit, saat berkembang biak, burung ini tidak pernah membuat sarang, tidak pernah mengerami telurnya, serta tidak mengasuh anaknya. Biasanya, telurnya diletakkan dalam sarang burung lain yang mempunyai ukuran dan warna telur yang hampir serupa. Setelah menetas, anaknya diserahkan kepada inangnya. Pada umumnya yang dipakai sebagai inang pengasuhnya adalah burung cipeu (.Aegithina tiphia scapularis). Betina mendu-menduan bertelur pada bulan Februari, Maret, April, Mei, Juni, dan Oktober.

Habitatnya di pohon yang tinggi. Terbangnya tinggi dengan gerakan sayap cepat. Pakannya serangga, terutama ulat. Penyebarannya meliputi Jawa, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Tennaserim bagian tengah, Siam barat daya sampai Semenanjung Malaya, Filipina, India, dan Myanmar.

 

Incoming search terms:

  • burung lontrok

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • burung lontrok