Advertisement

Suatu tempat ditemukannya sisa-sisa kehidupan masa purba yang berupa alat-alat dari manusia kala Pleistosen dan fosil hewan. Tempat ini terletak di dataran tinggi Soa, di bagian barat pulau Flores, Nusa Tenggara Timur, pada ketinggian 500 meter di atas permukaan laut. Sisa-sisa itu ditemukan di daerah bukit sampai sungai di kaki bukit, baik pada permukaan maupun sebagai hasil penggalian, pada berbagai formasi, yaitu formasi Olakile, Olabula, Geri dan dari endapan gunung berapi sekarang. Temuan fosil hewannya terutama sejenis gajah (Stegodon) yang berasal dari kala Pleistosen. Alat-alat yang ditemukan antara lain berbagai varian penyerut, lancipan dan gurdi; alat bilah terutama jenis pisau dan penyerut, kemudian alat serpih besar dan alat batu massif yang terbuat dari batu kerakal (inti) dan batu pecahan besar, demikian juga sejenis kapak perimbas. Bahannya beragam dari andesit, basal, karsit, hornblend dan porphyr, sampai tufa kasar dan kapur kersikan, serta batuan endap. Teknik dan bentuk pembuatannya sama dengan alat Pacitan, antara lain pada dengan kapak perimbas, kapak penetak, pahat genggam, proto-kapak-genggam, sedangkan ciri serpih bilahnya sama dengan alat-alat Sangiran.

Advertisement
Advertisement