Advertisement

Atau nyamplung, suatu jenis pohon yang tingginya mencapai 25 meter dan garis tengahnya sampai 0,75 meter. Tumbuhan berbanir yang tumbuh di pantai tidak berpaya ini mempunyai getah damar. Kadang-kadang mentangur laut dibudidayakan sebagai tanaman pelindung, karena tahan terhad p angin. Kayunya, yang berwarna cokelat kemerahana dan kuat, dapat dipergunakan untuk membuat jukung, juga untuk bantalan jalan kereta api, bahan bangunan rumah, dan lain-lain. Kayu mentangur laut ini tidak mudah terbelah karena berserabut. Daunnya, yang menjorong, membundar telur sungsang atau melonjong, dimanfaatkan sebagai obat wasir dan obat sakit kepala atau racun ikan. Daunnya, yang direndam semalam dalam air, akan berwarna kebiru-biruan dan orang Jepang menggunakannya sebagai pelembap mata. Bunganya berwarna putih dan harum, sehingga oleh wanita Ambon digunakan sebagai penghias rambut. Di Jawa Timur, bunga mentangur laut, yang sudah kering, dikenal dengan nama sari kuning. Buahnya bulat, berwarna kuning, enak dimakan, walaupun rasanya asam dan agak beracun. Minyaknya digunakan sebagai obat kulit, untuk membuat sabun, dan bahan pewarna batik. Resin dalam minyak tersebut, di antaranya, mengandung asam benzoid, yang dapat digunakan untuk obat gosok seperti balsam. Pepagannya mengandung 11,9 persen taiun dan oleoresin. Yang terakhir ini digunakan, antara lain untuk obat luka dan obat mulas. Getah dari tanaman ini dapat menyebabkan kebutaan, sedangkan sari buahnya bila masuk ke peredaran darah dapat menyebabkan kematian.

Klasifikasi llmiah. Mentangur laut termasuk suku Clusiaceae (manggis-manggisan); nama ilmiahnya Callophyllum wophyllum.

Advertisement

Advertisement