Advertisement

Sebuah negara di pojok Afrika barat laut. Ibu kotanya Kairo. Luasnya 997.667 kilometer persegi atau sama dengan setengah luas Indonesia. Sebagian kecil wilayahnya, Semenanjung Sinai, terletak di Benua Asia. Hampir seluruh Mesir terdiri atas padang gurun yang merupakan bagian dari Sahara, gurun terbesar di dunia. Hujan jarang turun, dan penduduk tak bisa hidup tanpa Sungai Nil. Pasokan air untuk seluruh negeri berasal dari sungai ini.

Mesir berbatasan dengan Israel, Teluk Akaba, dan Laut Ierah di timur, Sudan di selatan, Libya di barat, dan Laut Tengah di utara. Jumlah penduduknya 53.300.000 jiwa (1989) dan diperkirakan akan mencapai 63.941.000 tahun 2000.

Advertisement

Sejarah. Mesir merupakan salah satu tempat lahir peradaban manusia, jauh sebelum orang mengenai sejarah tertulis. Peradaban ini berkembang sekitar 5000 hingga 3100 SM. Kerajaannya kemudian silih berganti ke tangan bangsa-bangsa lain hingga bangsa Arab menaklukkannya.

Sejarawan membagi sejarah Mesir Kuno atas tiga bagian, yaitu Kerajaan Mesir Kuno, Tengah, dan Barn. Ketiga kerajaan ini diperintah 30 dinasti yang berlangsung hingga 330 SM. Kerajaan Mesir Kuno ditandai dengan pembangunan piramide, Mesir Te-ngah ditandai dengan pemujaan terhadap Osiris, dan Mesir Baru dengan eksodus orang Israel dari Mesir ke Kanaan.

Kejayaan Mesir mulai terancam ketika orang Assiria mulai menyerbu Mesir pada abad ke-7 SM, dan tahun 525 SM orang Persia memerintah Mesir di bawah Dinasti Achaemenid. Tahun 332 Aleksander Agung menyerbu Mesir dan sejak itu Dinasti Ptolomeus mulai berkuasa. Lahirlah kota besar seperti Aleksandria yang menjadi pusat kebudayaan Helenisme dan Semitisme.

Kerajaan Romawi menguasai Mesir dari tahun 30 SM hingga 395 dan setelah itu Mesir berada di bawah pengawasan Konstantinopel (Kerajaan Romawi Timur). Tahun 642 Mesir berhasil direbut Dinasti Abassia dan sejak itu Mesir diislamkan. Kejatuhan Dinasti Abassia tahun 1250 menyebabkan Mesir beralih ke tangan orang Mamluk.

Pada 1517, orang Turki mengalahkan orang Mamluk dan wilayah ini ditambahkan ke Kerajaan Turki Ottoman. Sultan Turki menunjuk wakilnya dari Turki, yang dikenal dengan sebutan pasha, untuk memerintah Mesir. Namun orang Mamluk berhasil merebut kembali pengaruh polkik dan militer. Mereka menjadi bey (gubernur) di wilayah-wilayah Mesir dan mempunyai kekuasaan nyata dalam pemerintahan.

Pada 1789 tentara Perancis, di bawah Napoleon, menyerbu Mesir dan menguasai wilayah yang merupakan rute perjalanan orang Inggris ke India. Napoleon merebut Aleksandria dan mengalahkan Mamluk dalam Perang Piramide. Namun pada 1801, tentara Inggris dan Ottoman berhasil mengusir Perancis.

Mesir kemudian menjadi protektorat Inggris. Sekalipun telah berada di bawah Inggris, raja muda Mesir, Said Pasha, menjalin kerja sama dengan Ferdinand de Lesseps dari Perancis untuk menggali Terusan Suez. Pada 25 April 1859 dilakukan penggalian pertama di Port Said. Sepuluh tahun kemudian terusan itu diselesaikan dan diresmikan pada 17 November 1869. Saham perusahaan ini dipegang oleh Perancis dan raja muda Mesir yang baru, Ismail Pasha. Tahun 1875 Inggris membeli semua saham Ismail Pasha, sehingga menjadi pemegang saham terbesar.

Setelah Perang Dunia (PD) II, tuntutan kemerdekaan mulai gencar, dan pada 1922 Mesir merdeka dari Inggris. Negara ini mengambil bentuk pemerintahan monarki konstitusional. Tahun 1952, Gamal Abdul Nasser menjatuhkan pemerintahan monarki. Bentuk pemerintahan diubah menjadi republik. Langkah penting untuk membangun perekonomian dilakukan dengan menasionalisasikan Terusan Suez dan membangun Bendungan Aswan. Nasionalisasi Terusan Suez menyebabkan Inggris, Perancis, dan Israel menyerbu Mesir. Perdamaian antara negara yang berperang ini hanya dapat dipulihkan dengan bantuan PBB. Di masa pemerintahan Nasser, terjadi dua kali perang dengan Israel (1956 dan 1967), dua-duanya membawa mala petaka bagi Mesir, bahkan sebagian wilayahnya direbut Israel.

Kematian Nasser yang mendadak pada September 1970 menggelapkan usaha perdamaian. Wakilnya, Anwar el-Sadat, menjadi presiden. Di bawah pemerintahannya terjadi lagi konflik dengan Israel, dan pada Oktober 1973, meletus lagi perang antara Mesir bersama negara Arab melawan Israel. Dalam perang ini, Mesir dapat merebut kembali sebagian wilayahnya di Semenanjung Sinai. Genjatan senjata terjadi pada November 1973.

Dalam tahun 1977, Sadat dan perdana menteri Israel, Menachem Begin, memulai perundingan untuk mengakhiri perseteruan dua negara. Pada 1978 Sadat. Begin, dan Presiden Jimmy Carter mengadakan pertemuan di Camp David, Amerika Serikat. Diskusi ini berakhir dengan beberapa persetujuan penting. Salah satunya ialah rencana penarikan mundur pasukan Israel dari Sinai dan pemerintahan sendiri untuk penduduk Jalur Gaza dan Tepi Barat yang diduduki Israel. Persetujuan ini juga menghasilkan perjanjian damai antara Israel dengan Mesir. Perjanjian ditandatangani pada 1979. Negara-negara Arab lainnya mengritik Sadat karena melakukan negosiasi tanpa konsultasi dengan mereka. Dalam bulan Maret 1979, liga Arab mengeluarkan Mesir dari keanggotaan.

pada 6 Oktober 1981 Sadat dibunuh tentara ekstremis Islam. Wakilnya, Hosni Mubarak, menjadi presiden pada hari berikutnya. Pembicaraan damainya yang dilakukannya dengan Israel menyebabkan selui-uh Sinai dikembalikan ke Mesir pada 25 April 1982.

pada tahun 1985 muncul tekanan dari Islam Fundamental untuk menggunakan hukum Islam di Mesir. Kampanye untuk menggunakan sariat, hukum Islam, dijawab dengan menempatkan semua mesjid di Mesir di bawah pengawasan menteri agama.

Keadaan Alam. Mesir dapat dibagi atas beberapa wilayah. Lembah dan Delta Sungai Nil menjadi pusat seluruh wilayah pertanian Mesir. Wilayah ini membents ng sejauh 1.540 kilometer di sepanjang aliran Sungai Nil. Kesuburan Delta dan Lembah Nil terutama pada lahan selebar 10 kilometer di kiri kanan sungai akibat deposit yang terbawa waktu banjir. Banjir sungai ini selain membawa deposit lumpur, juga bencana bagi rakyat. Bahaya ini mulai diatasi dengan adanya Bendungan Aswan.

Gurun Barat atau Gurun Libya merupakan bagian dari Gurun Sahara. Wilayah ini meliputi dua pertiga Mesir. Bagian tertingginya adalah Dataran Tinggi Jilf al Kabir, 910 meter di atas permukaan laut. Pada beberapa tempat terjadi depresi; yang terpenting adalah Depresi Quattara, tempat terendah di Mesir, yaitu 133 meter di bawah permukaan laut. Beberapa oasis juga merupakan depresi kecil di tengah gurun.

Gurun Timur atau Gurun Arab juga merupakan bagian dari Sahara. Gurun ini perlahan-lahan meninggi dari Lembah Nil menuju barisan pegunungan yang membatasi Laut Merah. Puncak tertingginya sekitar 2.100 meter. Di jaman kuno, curah hujan cukup banyak di pegunungan ini. Airnya mengalir mengorek gurun, membentuk lembah yang dalam, yang kemudian disebut wadi. Semua wadi di jaman kuno merupakan rute yang dilalui kafilah unta.

Semenanjung Sinai merupakan wilayah yang bergunung-gunung dengan oasis di sana-sini. Puncak tertinggi, Jabal Katrinah (2.642 meter), merupakan titik tertinggi di Mesir. Gunung yang paling terkenal di sini ialah Gunung Sinai, karena disebutkan juga dalam Kitab Suci.

Iklim. Mesir mengalami dua musim: musim panas dari Mei sampai September, dan musim dingin dari November sampai Maret. Suhu di musim dingin berkisar dari 11° hingga 18°C. Suhu di musim panas sekitar 29°C.

Curah hujan amat bervariasi, yaitu 175 milimeterdi sekitar Aleksandria, 25 milimeter di sekitar Kairo, dan 2 milimeter di sekitar Bendungan Aswan. Wilayah sekitar Laut Merah praktis tidak pernah mendapat curah hujan.

Incoming search terms:

  • apa arti penting kota port said bagi mesir
  • pengertian mesir
  • apa yang dimaksud dengan mesir?
  • apa yang dimaksud mesir
  • apakah yg d maksut dengan di mesi
  • pengertian negara mesir
  • Pengertian negara pengagas mesir

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • apa arti penting kota port said bagi mesir
  • pengertian mesir
  • apa yang dimaksud dengan mesir?
  • apa yang dimaksud mesir
  • apakah yg d maksut dengan di mesi
  • pengertian negara mesir
  • Pengertian negara pengagas mesir