Gagasan si­multanitas.

Pengertian methodology (metodologi) adalah Gagasan ini, yang mendeskripsikan aktivitas kritis yang dilakukan ilmuwan terhadap prose­dur, teori, konsep, dan/atau temuan yang dihasilkan oleh riset ilmiah, tidak bolch dikacaukan dengan “teknologi,” yakni ak­tivitas yang berhubungan dengan teknik, alat dan rumusan yang dipakai oleh risct ilmiah. Metodologi adalah penting karena san yang sederhana: dalam ilmu sosial dan manusia dan juga ilmu alam, metodologi merepresentasikan jalan esensial (mc%ki dak eksklusif) untuk kemajuan ilmu penge tAhu3n. l’emahaman yang lebih baik ten tang dunia dapat diperolch dcngan menurut Karl Popper, memunculkan teori dan berusaha untuk membuatnya sekom­patibel mungkin dengan data observasi. Tetapi, pemahaman ini juga bisa didapat dengan pandangan kritis refleksif yang dilakukan ilmuwan terhadap aktivitasnya sendiri. Jadi, teori relativitas khusus mung­kin muncul karena kegagalan eksperimen Michelson-Morley, dan juga dari analisis kritis Albert Einstein terhadap gagasan si­multanitas. Sebelumnya orang tidak meng­anggap gagasan ini mengandung persoa­lan, namun Einstein melihat gagasan ini jelas dan tidak ambigu sepanjang peristi­wa tidak terjadi pada mobil yang bergerak menjauhi—atau mendekati—satu sama lain pada kecepatan yang signifikan dalam kaitannya dengan kecepatan cahaya. Anal­isis kritis terhadap gagasan ini melahirkan revolusi dalam pemahaman kita tentang dunia.

Studi perkembangan sosioekonomi. Pengertian methodology (metodologi) adalah

Di antara sosiolog klasik, Max Weber dan Emile Durkheim memberi banyak per­hatian pada metodologi dan menghasilkan tulisan penting di bidang ini. P. Lazarsfeld, salah satu sosiolog modern, menegaskan pentingnya metodologi bagi perkembang­an ilmu sosial. Dalam beberapa publikasi, dan terutama dalam buku yang disunting­nya bersama M. Rosenberg, The Language of Social Research, dia mencoba meng­ilustrasikan dan menginstitusionalkan metodologi. Sayangnya, gagasan dasar metodologi sering kali disalahpahami: ini ditunjukkan oleh fakta bahwa di banyak tempat, pelajaran metodologi sebenarnya adalah pelajaran teknologi. Sedikit contoh akan menunjukkan bahwa teknologi bisa secara efektif mem­beri dampak penting bagi ilmu sosial. Jadi, studi perkembangan sosioekonomi men­gambil arah baru ketika makna penguku­ran agregat dari apa yang dikenal sebagai produk nasional dikritik dan diklarifikasi dan ketika disadari bahwa GNP suatu ne­gara akan meningkat tajam, berdasarkan definisi kuantitas ini, jika setiap warga negara akan membersihkan mobil milik tetangganya ketimbang miliknya sendiri. Dengan cara yang sama telah ditunjukkan bahwa ketimpangan pendapatan bisa di­ukur dengan beberapa cara dan tidak ada jaminan bahwa semua pengukuran akan menghasilkan kesimpulan yang sama. Tongkat A mungkin lebih panjang ketim­bang tongkat B, terlepas dari cara pengu­kurannya, tetapi pengukuran pendapatan mungkin akan menunjukkan pendapatan didistribusikan secara tidak merata dalam masyarakat A ketimbang B ketika dipakai indeks tertentu sebagai ukuran, dan mung­kin akan menunjukkan pendapatan yang lebih merata di masyarakat A tadi jika dipakai indeks jenis lain. Selama poin ini tidak disadari, banyak kesimpulan yang keliru bisa muncul dari pengukuran kesen­jangan (lihat MEASUREMENT). Pengertian methodology (metodologi) adalah Salah satu poin metodologis yang dikembangkan oleh Lazarsfeld telah men­jadi amat terkenal: yakni bahwa korelasi antara x dan y bisa jadi palsu, yakni ti­dak berhubungan dengan pengaruh kau- sal antara x dan y. Beberapa studi pent­ing menunjukkan kekeliruan korelasi ini. Kontroversi post-Weberian tentang The Protestant Ethic telah menunjukkan bah­wa, sementara Weber melihat pengaruh langsung dari etos puritan terhadap per­kembangan semangat kapitalis, namun korelasi ini juga harus diinterpretasikan sebagai produk dari sejumlah pengaruh tak langsung. Penulis seperti H. Luthy dan H. R. Trevor Roper menunjukkan, misal­nya, bahwa negara yang reseptif terhadap keyakinan baru akan lebih terbuka terha­dap bisnis. Weber sendiri sudah mengakui bahwa Huguenot dari Perancis aktif dalam bisnis karena peluang profesional lain, terutama di bidang politik dan kultural, sudah tertutup buat mereka. Seperti dalam kasus gagasan simultan­itas dalam ilmu fisika, metodologi dapat mengambil bentuk analisis kritis terhadap gagasan yang sedang dipakai dalam ilmu sosial. Durkheim tidak puas dengan gaga­san tentang “mentalitas primitif” yang di­pakai oleh Levy-Bruhl untuk menjelaskan keyakinan pada sihir, tertitama karena dia inelihat di dalainnya terdapat karakter aci boc atau sirkular. Pengertian methodology (metodologi) adalah Bagaimanapun juga dia mengembangkan teori sihirnya sendiri (yang mirip dengan teori Weber) di mana dia berusaha menunjukkan bahwa sihir hanya dapat dijelaskan dengan good rea­son, tanpa mengasumsikan bahwa “primi­tif” mengikuti kaidah logika dan prosedur mental yang berbeda dengan kita. Kritik ini dapat digeneralisasikan: banyak penu­lis kontemporer bersikap kritis terhadap pandangan tentang manusia yang irasional dan “terlalu sosial”, tentang aktor sosial dan tentang perilaku sosial sebagai dasar untuk menjelaskan menginterpretasikan perilaku dan keyakinan yang diilhami oleh akal, setidaknya selama tidak ada bukti. Arti penting dari sosiologi agama Webe­rian adalah pada metodologinya: inovasi utamanya adalah ia menunjukkan dengan banyak contoh bahwa bahkan keyakinan yang tampak asing sekalipun dapat dijelas­kan sebagai sesuatu yang diilhami oleh akal. Pegawai kerajaan Romawi punya alasan mengapa tertarik dengan pemujaan Mithra: kultus ini mengandung nilai hier­arkis yang mirip dengan nilai administrasi Romawi. Metodologi dapat berbentuk kritik sistematis terhadap gagasan, konsep, in­ferensi dari data statistik atau kualitatif, atau model perilaku yang diusulkan oleh ilm sosial. Ia juga bisa mendiskusikan sifat penjelasan dalam ilmu sosial. Jadi, menu­rut beberapa penulis, ilmu sosial seharus­nya memandang dirinya sebagai bersifat interpretif ketimbang eksplanatoris (lihat VERSTEHEN). Menurut penulis lainnya, membuat model adalah aktivitas utama dari ilmu sosial dan ilmu alam.