PENGERTIAN METODE KORELASI

125 views

PENGERTIAN METODE KORELASI – Banyak penelitian dalam psikopatologi bergantung pada metode horelasional, yang menetapkan apakah ada hubungan antara dua variabel atau lebih. Metode korela sional sering kali digunakan dalam penelitian epidemiologis dan juga dalam berbagai studi lain yang menggunakan sampel yang lebih kecil.
Dalam penelitian korelasional berbagai variabel yang diteliti diukur sebagaimana adanya eksistensi mereka. Hal ini membedakan metode tersebut dari penelitian eksperimental, di mana variabel-variabel tersebut dimanipulasi dan dikendalikan oleh peneliti.
Untuk menggambarkan perbedaan ini, kita lihat bahwa kemungkinan peran stres dalam gangguan seperti hipertensi dapat diteliti dengan desain korelasional atau eksperimental. Dalam studi korelasional, kita dapat mengukur tingkat stres dengan meminta orang-orang mengisi kuesioner atau mewawancarai mereka tentang pengalaman penuh stres yang mereka alami baru-baru ini. Stres kemudian akan diko relasikan dengan hasil pengukuran tekanan darah orang-orang tersebut. Dalam studi eksperimental, sebaliknya, eksperimenter akan menciptakan atau memanipulasi stres di dalam laboratorium; contohnya, sementara tekanan darah mereka dipantau, beberapa partisipan dapat diminta untuk berpidato di depan umum tentang aspek penampilan diri mereka yang mereka anggap paling tidak menarik. Banyak contoh korelasi dapat diambil dalam kehidupan sehari-hari. Pendidikan berkorelasi dengan pendapatan; semakin tinggi tingkat pendidikan yang dicapai, se makin besar tingkat pendapatan. Tinggi badan cenderung berkorelasi secara positif dengan berat badan; orang-orang yang bertubuh lebih tinggi biasanya memiliki berat badan lebih besar.

Menempatkan suatu hubungan dalam grafik sering kali membantu memper jelasnya. Apa yang disebut diagram scatter (acak) korelasi positif dan negatif dan juga berbagai variabel yang tidak berhubungan. Dalam diagram tersebut, setiap titik berhubungan dengan dua nilai yang dimiliki seseorang, nilai variabel X dan variabel Y. Dalam hubungan sempurna semua titik berada pada satu garis lurus; jika kita hanya mengetahui satu nilai variabel pada seseorang, kita dapat menyatakan dengan pasti nilai variabel lainnya. Sama dengan itu, jika korelasi relatif besar, hanya terdapat tingkat acak yang kecil di sekitar garis korelasi sempurna. Nilai-nilai cenderung semakin teracak dan tersebar jika korelasi semakin rendah. Jika korelasi mencapai .00, pengetahuan tentang skor seseorang pada satu variabel tidak memberikan petunjuk apa pun terhadap skornya pada variabel lain.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *