PENGERTIAN METODE PENELITIAN DALAM PSIKOLOGI ABNORMAL

131 views

PENGERTIAN METODE PENELITIAN DALAM PSIKOLOGI ABNORMAL – Seluruh penelitian ilmiah mencakup pengumpulan data yang dapat diobservasi. Kadangkala penelitian tetap berada para tingkat deskriptif murni. Misalnya, terdapat sangat banyak literatur deskriptif mengenai simtom-simtom tipikal yang terdapat pada orang-orang yang didiagnosis menderita gangguan tertentu. Namun, sering kali para peneliti mengamati beberapa kejadian dan mencoba menentukan asosiasi atau hubungan antara berbagai kejadian tersebut. Sebagai contoh, simtom-simtom dapat dihubungkan dengan berbagai karakteristik lain, seperti gender atau kelas sosial. Kita mengetahui bahwa gangguan makan lebih umum terjadi pada perempuan dibanding pada laki-laki. Namun, ilmu pengetahuan menghendaki lebih dari sekadar deskripsi Menyusun Hipotesis. Walaupun studi kasus mungkin tidak banyak berperan dalam membenarkan hipotesis, namun studi kasus memiliki peran unik dan penting dalam penyusunan hipotesis. Melalui keterpaparan dengan riwayat hidup sejumlah besar pasien, para ahli klinis memperoleh pengalaman dalam memahami dan menginterpretasinya. Pada akhirnya mereka dapat menemukan kesamaan antara berbagai situasi dan hasil dan memformulasikan hipotesis-hipotesis penting yang tidak dapat terungkap dalam penelitian yang lebih terkontrol. Sebagai contoh, dalam pekerjaan klinisnya dengan anak-anak yang mengalami gangguan, Kanner (1943) menemukan bahwa beberapa anak menunjukkan konstelasi simtom yang sama, termasuk kegagalan dalam penguasaan bahasa dan pengucilan diri secara ekstrem dari orang lain. Berdasarkan hal itu ia menyusun suatu diagnosis baru autisme infantil—yang kemudian dikukuhkan melalui penelitian berskala lebih besar dan akhirnya dimasukkan dalam DSM.

Sebagai rangkuman, studi kasus merupakan cara luar biasa untuk perilaku satu individu tunggal secara sangat rinci dan untuk menciptakan hipotesis yang nantinya dapat dievaluasi melalui penelitian terkendali.’ Studi kasus bermanfaat dalam situasi klinis, di mana fokusnya hanya pada satu orang. Beberapa peneliti dalam bidang psikologi klinis dan kepribadian berpendapat bahwa esensi studi psikologi adalah berbagai karakteristik unik seorang individu. Riwayat kasus merupakan metode penelitian ideal dalam konteks individualistik. Namun, dalam konteks umum, hukum-hukum universal dipilih untuk menjelaskan fenomena, studi kasus digunakan secara terbatas. Informasi yang dikumpulkan mengenai satu orang tidak dapat mengungkap karakteristik nilai-nilai yang dimiliki orang secara umum. Lebih jauh lagi, studi kasus tidak mampu memberikan bukti-bukti yang memuaskan mengenai berbagai hubungan sebab-akibat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *