Advertisement

Atau Metode Komparatif, suatu metode dalam ilmu sosial yang bertujuan menguji dua atau lebih gejala sosial untuk menghasilkan persamaan dan atau perbedaan dalam hal yang diteliti, sesuai dengan masalah dan tujuan penelitian.

Teori evolusi organik merupakan salah satu metode perbandingan utama dalam ilmu-ilmu biologi. Metode perbandingan dinyatakan sebagai penemuan terbesar dalam abad ke-19 oleh Max Muller dan E.A. Freeman. Konsep-konsep uan teori-teori tentang evolusi kebudayaan (lihat EVOLUSI KEBUDAYAAN) yang berkembang pada awal mula lahirnya ilmu antropologi hanya dapat terbentuk karena perbandingan yang dilakukan para ilmuwan terhadap banyak kebudayaan di berbagai tempat di dunia. Pada abad ke-19, metode perbandingan itu dilakukan untuk pencarian asal mula, peninggalan serta tahap perkembangan kebudayaan dan masyarakat, dll.

Advertisement

yang memungkinkan dilakukannya reproduksi dan pengorganisasian bahan-bahan dari sejumlah kebudayaan di dunia menurut suatu standar kode berindeks. Usaha ini kemudian dikenal dengan nama Human Relations Area Files (lihat HUMAN RELATIONS AREA FILES). Metode perbandingan yang melintasi beragam kebudayaan di dunia ini dikenal dengan sebutan metode lintas-budaya.

Salah satu masalah dalam pelaksanaan metode ini aclalah adanya keragaman yang besar di antara berbagai hal atau gejala yang akan diperbandingkan. Oleh sebab itu, Fred Eggan menyatakan perlunya kontrol atas kerangka perbandingan; gejala yang diperbandingkan harus memiliki kemiripan dan kedekatan, baik dalam bentuk, struktur, maupun prosesnya. Metode ini kemudian dikenal sebagai metode perbandingan terkendali.

Penelitian perbandingan untuk merumuskan dan memantapkan generalisasi atau hukum-hukum juga dilakukan oleh banyak ahli antropolgi. Misalnya, ahli antropologi Amerika, L.T. Hobhouse, G.C. Wheeler, dan M. Ginsberg meneliti sekitar 600 masyarakat di dunia dengan mengkorelasikan mata pencaharian dengan organisasi sosial.

Kecaman dan kritik terhadap penelitian dengan metode perbandingan, khususnya metode perbandingan lintas-budaya, telah muncul sejak awal penggunaannya. Kecaman itu, antara lain, dikemukakan oleh Galton, yang dikenal sebagai Galtons’problem, yang mempertanyakan apakah hubungan korelasi antara dua unsur kebudayaan itu merupakan hubungan sebab-akibat atau akibat pengaruh difusi. Ahli lain, E. Leach, menolak studi perbandingan karena hasilnya merupakan tipologi, padahal, menurut dia, generalisasi tidak dapat diperoleh melalui perbandingan. Ke-caman lain berkenaan dengan sampel yang kerap kali mencakup satuan-satuan yang berbeda nilai atau tingkatannya, atau penggunaan teknik statistik dalam pengujian korelasinya. Masalah bahasa juga dianggap sebagai salah satu kelemahan, karena metode ini terutama hanya menggunakan sumber pustaka etnografi berbahasa Inggris. Selain itu, terdapat pula kecenderungan di antara para peneliti untuk memasukkan kebudayaan yang dikenal saja ke dalam sampel, antara lain karena kebudayaan itu adalah kebudayaan sendiri.

Incoming search terms:

  • metode perbandingan
  • definisi perbandingan
  • pengertian perbandingan menurut para ahli
  • pengertian metode perbandingan
  • pengertian komparasi menurut para ahli
  • teori perbandingan menurut para ahli
  • definisi perbandingan menurut para ahli
  • pengertian perbandingan
  • pengertian komparasi
  • metode perbandingan bahasa

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • metode perbandingan
  • definisi perbandingan
  • pengertian perbandingan menurut para ahli
  • pengertian metode perbandingan
  • pengertian komparasi menurut para ahli
  • teori perbandingan menurut para ahli
  • definisi perbandingan menurut para ahli
  • pengertian perbandingan
  • pengertian komparasi
  • metode perbandingan bahasa