Konsep mode produksi.

Pengertian mode of production (mode produksi) adalah Menurut pemahaman MARXISM di abad ke-20, sejarah dapat dibagi berdasarkan mode produksi yang berbeda, masing-ma­sing dengan dialektika perjuangan kelas sendiri-sendiri. “Konsep materialis” ten­tang sejarah ini dijelaskan dalam German Ideology (Marx dan Engels, 1845-6) dan dikembangkan dalam karya selanjutnya oleh Marx dan Engels, meskipun mereka tidak selalu menggunakan konsep mode produksi dengan cara ini.

Relasi produksi.

Menurut pandangan tentang sejarah ini, perbedaan fundamental antar tipe ma­syarakat terjadi dalam cara berlangsung produksi. Setiap mode produksi masyara­kat terdiri dari dua elemen: kekuatannya dan relasi produksinya. Kekuatan produksi mengacu pada kemampuan produksi ma­syarakat, bukan hanya dalam pengertian teknologi, tetapi juga dalam pengertian sosial, dan bukan hanya mencakup alat produksi material, tetapi juga kemampuan manusia baik itu dalam hal fisik maupun konseptual. Relasi produksi mengacu pa­da hubungan sosial tempat produksi dior­ganisasikan: bagaimana sumber daya dan tenaga kerja dialokasikan, bagaimana pro­ses kerja diorganisasikan dan bagaimana produk didistribusikan. Kombinasi spesi­fik dari kedua kekuatan dan relasi produk­si inilah yang menentukan pola hubungan kelas di setiap masyarakat dan karenanya menentukan dinamika internalnya. Di dalam Marxisme, kelas didefinisi­kan berdasarkan hubungannya dengan proses produksi, khususnya dengan pro­duksi surplus. Surplus diproduksi di se­tiap mode produksi di mana tidak semua waktu kerja dibutuhkan untuk kebutuhan konsumsi langsung dari populasi, dan be­berapa anggota masyarakat bekerja lebih lama ketimbang yang dibutulikan untuk memproduksi nafkall mereka sendiri. jika produsen surplus dan mercka yang mcn gontrol penggunaannya berbeda, masyarakat semacam itu akan punya seti­daknya dua kelas. Kelas penguasa dari setiap mode produksi adalah kelas yang menguasai surplus, mengonsumsi sebagian dari surplus, tetapi juga menggunakan­nya dengan cara lain untuk memperkuat kekuasaannya dan menambah proses pe­ngambilan surplus atau EXPLOITATION. Cara spesifik di mana surplus diambil oleh kelas penguasa inilah yang menentu­kan mode produksi spesifik. Misalnya, di dalam kapitalisme, kepemilikan alat-alat produksi oleh borjuis membuatnya mam­pu mempekerjakan buruh dan mengambil surplusnya dalam bentuk profit. Metode pengambilan surplus ini karenanya murn ekonomi, didasarkan pada aturan pertu­karan atau perdagangan yang tampak adil. Dalam mode produksi lain, seperti feodal­isme, metode pengambilan surplus, misal­nya dengan melalui uang sewa, didasarkan pada hak adat dan kalau perlu didukung dengan kekuatan paksa. Semua mode produksi, atau penghasil surplus, dalam dirinya menyimpan benih kehancurannya sendiri. Relasi produksi khusus akan tepat untuk tahap perkem­bangan kekuatan produksi tertentu. Akan tetapi, karena adanya surplus dan potensi perubahannya, kekuatan produksi akan berkembang di semua mode produksi, walau lambat. Pada akhirnya akan sam­pai pada satu titik di mana relasi produksi akan terhambat untuk mengembangkan kekuatan produksi lebih lanjut dan mode produksi akan ambruk dan membuka ja­lan bagi satu mode produksi baru di mana kekuatan produksi bisa terus berkembang. Proses ini berlangsung melalui perjua­ngan kelas. Kelas, yang menurut Marxis hanya eksis apabila ada surplus yang di­ambil, pada dasarnya antagonistik dan saling berebut untuk memperbanyak dan menguasai surplus. Ini menghasilkan namika internal yang pada akhirnya akan menyebabkan revolusi yang meLihirkan kelas yang lebih sesuai untuk perkemimngan kekuatan produksi lebih lanjut. Jadi, misalnya, perkembangan kelas kapitalis menggulingkan relasi produksi feodal saat restriksi pada pasar kerja menghambat perkembangan metode pengambilan sur­plus oleh kapitalis. kapitalis menggulingkan relasi produksi feodal saat restriksi pada pasar kerja menghambat perkembangan metode pengambilan sur­plus oleh kapitalis.kapitalis menggulingkan relasi produksi feodal saat restriksi pada pasar kerja menghambat perkembangan metode pengambilan sur­plus oleh kapitalis. kapitalis menggulingkan relasi produksi feodal saat restriksi pada pasar kerja menghambat perkembangan metode pengambilan sur­plus oleh kapitalis. Jadi, misalnya, perkembangan kelas kapitalis menggulingkan relasi produksi feodal saat restriksi pada pasar kerja menghambat perkembangan metode pengambilan sur­plus oleh kapitalis. kapitalis menggulingkan relasi produksi feodal saat restriksi pada pasar kerja menghambat perkembangan metode pengambilan sur­plus oleh kapitalis.kapitalis menggulingkan relasi produksi feodal saat restriksi pada pasar kerja menghambat perkembangan metode pengambilan sur­plus oleh kapitalis. kapitalis menggulingkan relasi produksi feodal saat restriksi pada pasar kerja menghambat perkembangan metode pengambilan sur­plus oleh kapitalis. Jadi, misalnya, perkembangan kelas kapitalis menggulingkan relasi produksi feodal saat restriksi pada pasar kerja menghambat perkembangan metode pengambilan sur­plus oleh kapitalis. kapitalis menggulingkan relasi produksi feodal saat restriksi pada pasar kerja menghambat perkembangan metode pengambilan sur­plus oleh kapitalis. Pengertian mode of production (mode produksi) adalah kapitalis menggulingkan relasi produksi feodal saat restriksi pada pasar kerja menghambat perkembangan metode pengambilan sur­plus oleh kapitalis. kapitalis menggulingkan relasi produksi feodal saat restriksi pada pasar kerja menghambat perkembangan metode pengambilan sur­plus oleh kapitalis. Jadi, misalnya, perkembangan kelas kapitalis menggulingkan relasi produksi feodal saat restriksi pada pasar kerja menghambat perkembangan metode pengambilan sur­plus oleh kapitalis. kapitalis menggulingkan relasi produksi feodal saat restriksi pada pasar kerja menghambat perkembangan metode pengambilan sur­plus oleh kapitalis.kapitalis menggulingkan relasi produksi feodal saat restriksi pada pasar kerja menghambat perkembangan metode pengambilan sur­plus oleh kapitalis. kapitalis menggulingkan relasi produksi feodal saat restriksi pada pasar kerja menghambat perkembangan metode pengambilan sur­plus oleh kapitalis. Penjelasan konsep sejarah materialistik deterministik di atas baru menonjol pada abad ke-20. Second International, organi­sasi partai demokratik-sosial internasional yang ambruk pada 1914, menyebarkan Marxisme resmi yang dipengaruhi oleh interpretasi Engels dan cenderung ke arah ekonomisme. Menurut pandangan resmi ini, mode produksi membentuk “basis” ekonomi yang menentukan semua aspek “suprastruktural” dari masyarakat (lihat juga BAsE ANI) suPERsTRucTuRF.). Pandangan ini juga dianut oleh Third International atau Comintern, yang clidirikan untuk menyatukan partai-partai komunis baru setelah revolusi Russia. Pendapat ini juga dikemukakan kembali oleh Stalin (1938) sebagai pemahaman yang benar atas ajar­an Marx, dan karenanya menjadi dasar dari “Diamat” (dialectical materialism). Walau ada bukti dalam tulisan Marx yang mendukung tafsir tertentu atas proses se­jarah, istilah “mode produksi yang dipa­kainya jauh lebih bervariasi dan penjelas­annya tentang sejarah adalah lebih lentur.

Formasi sosial. Pengertian mode of production (mode produksi) adalah

Ada sejumlah problem dengan versi resmi ini. Pertama, ia bisa dikritik karena determinisme teknologisnya. Meskipun di­mediasi melalui konsiderasi relasi produksi dan agen kelas, perkembangan kekuatan produksi saja sudah cukup untuk menjadi penggerak utama sejarah dan tampak bah­wa revolusi bukan hanya mungkin tetapi juga tidak terelakkan pada tahap tertentu dalam perkembangannya. Sejarah awal abad ke-20, dengan kesuksesan revolusi di Rusia tetapi gagal di jerman, tampaknya akan menghilangkan keraguan ini; walau­pun kejadian di Soviet di pengujung abad ke-20 bisa diinterpretasikan sebagai bukti yang mendukung pandangan bahwa revo­lusi di negara tertinggal pada akhirnya akan gagal. Pengertian mode of production (mode produksi) adalah Tetapi yang lebih fundamental, proses revolusi yang tidak bisa diprediksi me­nimbulkan pertanyaan tentang seluruh peran ekonomi; yakni relasi dan kekuatan produksi, dalam penjelasan di atas. Sebab, tampaknya mustahil memetakan secara je­las proses perjuangan kelas pada perubah­an dalam mode produksi. Secara khusus tampak bahwa peran kesadaran kadang­kadang penting dan faktor “suprastruk­tur” ideologi dan politik dapat memenga­ruhi ekonomi hingga bisa melahirkan atau mencegah transformasi mode produksi. Usaha penting untuk mengatasi pro­blem ini dilakukan pada 1960-an oleh Marxis strukturalis Perancis, Althusser dan Balibar (1970), yang berusaha men­cari cara untuk mempertahankan sentrali­tas konsep mode produksi, dan membuang model basis/suprastruktur yang kasar. Da­lam pandangan mereka, “formasi sosial” direproduksi pada sejumlah level yang ber­beda: level ideologi, politik, dan ekonomi. Pengertian mode of production (mode produksi) adalah Mereka menggantikan gagasan determinasi dengan kausalitas struktural antarlevel di mana level non-ekonomi juga perlu untuk reproduksi seluruh “formasi sosial” terma­suk mode produksinya. Namun, di dalam totalitas yang tersusun secara independen, ekonomi menentukan batas di mana level lainnya hanya dapat “relatif otonom” ka­rena mereka tidak punya fungsi untuk mereproduksi mode produksi. Revolusi terjadi ketika proses ini menjadi “overde­termined”; kontradiksi antarlevel, bukan hanya di dalam ekonomi, menimbulkan motor perubahan. Tetapi, rumusan ini dikritik karena mengabaikan elemen dialektik dalam kon­sep sejarah materialis Marxis dan terlalu menekankan pada separasi konseptual an­tara mode produksi (level ekonomi) dan kondisi (nonekonomi) dari reproduksinya (Clarke, 1980). Menjadikan level relatif “otonom” tidak dapat memecahkan prob­lem determinisme ekonomi, sebab semua level lainnya masih dibatasi oleh level eko­nomi, dan hal ini juga tidak menangkap gagasan Marxis tentang dialektika yang terdiri dari elemen-elemen yang saling ter­kait. Dalam gagasan Althusser dan Balibar tentang level ekonomi, mode produksi didefinsikan sebagai terdiri dari dua set relasi, relasi “pengambilan alam riil” (re­lasi produksi), dan relasi “pengambilan produk” (relasi properti dan distribusi). Jadi dalam rumusan ini, produksi diasum­sikan hanya berisi relasi dengan alam, se­dangkan cakupan untuk relasi sosial ada di dalam mode pengambilan produk saja, relasi properti dan distribusi. Tetapi menu­rut kritikus mereka, hal ini mengabaikan pandangan dasar Marx bahwa relasi distri­busi itu bukan hanya spesifik secara sosial, tetapi juga bahwa proses kerja itu sendiri membentuk inti relasi sosial dari mode produksi kapitalis, dan, dalam bentuk ber­beda, setiap mode produksi lainnya.