Masyarakat modern.

Pengertian modernization (modernisasi) adalah Ini adalah proses perubahan ekonomi, politik, sdsial, dan kultural yang terjadi di negara terhe­lakang saat mereka bergerak ke arah pola organisasi sosial dan politik yang lebih maju dan kompleks. Modernisasi telah dikaji cermat dan didefinisikan dalam teori-teori sosiologi Amerika pascaperang yang diawali dengan referensi implisit atau eksplisit pada dikotomi antara dua tipc ideal: masyarakat tradisional (yang dalam beberapa versi juga disebut masyarakat “pedesaan”, “terbelakang”, atau “terting­gal”) dan masyarakat modern (masyarakat “urban”, “maju”, atau “industrial”). Tipe struktur sosial ini secara historis terkait dengan proses evolusi terus-menerus yang mengikuti kaidah tertentu. Idenya adalah bahwa semua masyarakat mengikuti jalan sejarah dari satu tipe polar ke tipe lainnya yang makin beragam dan kompleks.

Struktur sosial ideal.

Setelah beberapa masyarakat mak in industrial, mereka menjadi basis untuk membangun paradigma dan proses tran­sisi. Beberapa teori menekankan sifat en­dogen dari proses perubahan ini (Rostow, 1960; Hoselitz, 1965; Parsons, 1951), se­dangkan yang lainnya menekankan pada arti penting faktor-faktor eksogen seperti difusi nilai, teknologi, keahlian, dan ben­tuk organisasi dari negara maju di Barat ke negara miskin di Dunia Ketiga (Lerner, 1958). Tetapi, setiap masyarakat tradisio­nal diasumsikan mengikuti pola perubahan seperti yang pernah dialami oleh negara maju. Karenanya, teori modernisasi beru­saha mengidentifikasi variabel sosial dan faktor institusional di dalam organisasi dan/atau sejarah negara industri, yang perubahannya adalah penting bagi proses perkembangan untuk memfasilitasi proses ini di negara berkembang. Pengertian modernization (modernisasi) adalah Klasifikasi teori modernisasi yang ba­gus adalah klasifikasi yang membedakan versi sosiologis, ekonomi, dan psikologis. Versi sosiologis menegaskan peran berba­gai macam variabel sosal dan institusional dalam proses perubahan tersebut. Germani (1965) mendeskripsikan proses dalam term perubahan dari tindakan preskriptif ke tin­dakan elektif, dari institusionalisasi tradis­ional ke institusionalisasi perubahan; dan dari konjungsi dari institusi yang relatif sama ke diferensiasi dan spesialisasi. Keba­nyakan dari versi ini dipengaruhi oleh pe­mikiran Max Weber melalui interpretasi Talcott Parsons tentang ide-ide Weber, dan menggunakan PATTERN VAR1ABLE untuk mendeskripsikan struktur sosial ideal dari masyarakat “tradisional” dan “modern”: afektivitas versus netralitas afektif, askrip­si versus pencapaian, difusi versus spesifisi­tas, partikularisme versus universalisme, dan orientasi kepada kepentingan kolektif versus orientasi ke kepentingan pribadi. Versi psikologis menekankan pada fa­tor internal dan motif psikologis sebagai motor penggerak dari “kebutuhan untuk prestasi”, keinginan untuk menjalankan sesuatu dengan baik, motivasi penting yang menimbulkan pertumbuhan ekono­mi melalui penyebaran motivasi ini ke kalangan pengusaha. Motivasi ini tidak diwariskan dan dapat dikembangkan di suatu negara dalam transisi ke modernitas melalui sarana pendidikan. Versi ekonominya direpresentasikan dengan baik oleh Rostow (1960) dan teori tahapan pertumbuhan ekonominya. Dia menunjukkan bahwa semua masyarakat melalui lima tahap: masyarakat tradisional, prakondisi tinggal landas, tinggal landas, menuju ke kedewasaan, dan era konsumsi massa yang tinggi. Rostow percaya bahwa proses perkembangan yang terjadi di Asia, Amerika Latin, Afrika dan Timur Tengah adalah sama dengan tahap prakondisi dan tinggal landas di masyarakat Barat akhir abad ke-18 dan 19.

Teori modernisasi. Pengertian modernization (modernisasi) adalah

Teori modernisasi telah banyak dikri­tik. Yang terpenting adalah tuduhan teori ini terlampau abstrak dan kurang perspe­ktif historis. Pertama, adalah keliru untuk memperlakukan keterbelakangan sebagai situasi universal, sebagai tahap kekuran­gan perkembangan umum, sebagai tahap yang telah dilalui oleh semua negara yang maju. Kedua, analisis modernisasi cende­rung mengasumsikan karakter preskriptif dan tidak mempelajari konteks struktur dari masyarakat tertinggal, tetapi hanya berusaha mengetahui apakah ciri-ciri ini mengikuti atau menyimpang dari model Barat ideal. Ketiga, dalam semua teori modernisasi terkandung ide bahwa negara berkembang dewasa ini akan melalui tahap dan proses yang sama seperti yang pernah dilalui negara maju. Pengertian modernization (modernisasi) adalah Bahkan ketika mereka mengakui adanya beberapa perbedaan his­toris (Germani, 1965, dan Rostow, 1960, mengakui perbedaan ini) mereka tidak mau menerima bahwa perbedaan ini akan mengubah pola perubahannya. Sejarah dapat berulang, negara berkembang dapat melakukan industrialisasi dengan cara yang sama seperti yang ditempuh negara maju. Jarang ada diskusi tentang tatanan internasional sebagai sebuah sistem yang didominasi dan dimanipulasi oleh negara industri tertentu yang memiliki kepentin­gan sendiri. Teori modernisasi berasumsi bahwa proses modernisasi dan industri­alisasi adalah tak terelakkan dan bahwa negara berkembang mempunyai kesem­patan yang sama atau bahkan lebih baik untuk melakukan industrialisasi. Seperti dikatakan Hoogvelt, teori ini mengubah sejarah perkembangan Eropa menjadi lo­gika