Teori kuantitas uang.

Pengertian monctarism (monetarisme) adalah Ini adalah isti­lah modern, berasal dari tahun 1968, un­tuk beberapa doktrin ekonomi yang ber­kaitan dengan “teori kuantitas uang”, dan proyek politik dan sosial yang berkaitan dengannya. Proposisi dasar monetarisme adalah bahwa tingkat pertumbuhan suplai uang dalam ekonomi akan menentukan tingkat inflasi harga; ini adalah teori kuanti­tas yang telah digagas oleh David Hume dalam esainya tahun 1750-2. Kemudian ide dan dasar-dasarnya diperbaiki dan di­kembangkan, terutama selama 40 tahun terakhir abad ke-19 (David Ricardo me­lalui mazhah mata uang), 30 tahun perta­ma abad ke-20 (terutama oleh K. Wicksell, A. C. Pigou dan I. Fisher), dan sepanjang seperempat abad sejak 1956 (diawali oleh Milton Friedman)

Pengendalian inflasi. Pengertian monctarism (monetarisme) adalah

Teori kuantitas uang diasosiasikan de­ngan ide bahwa kuantitas output atau jum­lah aktivitas tidak bervariasi dalam meres­pons peningkatan peredaran uang, sebab jika tidak efek dari peredaran uang akan menaikkan jumlah barang yang diproduk­si; kuantitas barang dapat dilihat sebagai sama dengan jumlah yang diproduksi den­gan penggunaan tenaga kerja penuh. Ide ini (Hukum Say) jarang dipahami dalam bentuk absolut, dan, untuk menyelamatkan teori kuantitas dari usaha Keynes untuk menghapus hukum Say, Friedman pada 1956 secara eksplisit meninggalkan teori ini dengan mengatakan bahwa sup­lai uang akan memengaruhi output atau harga. Akan tetapi, karya Friedman dan penerusnya yang belakanwn mengguna­kan relasi uang-harga langsung bersama dengan gagasan bahwa uang memengaruhi harga atau output. Pengertian monctarism (monetarisme) adalah Ide-ide itu melandasi pemikiran mone­taris tentang upaya pengendalian inflasi melalui pengontrolan peredaran uang yang berbeda dengan fokus Keynesian pada upaya pengontrolan pengangguran melalui kebijakan fiskal (anggaran) (lihat KEYNESIANISM). Kebijakan ini menyebabkan monetarisme disamakan dengan kebijakan deflasi yang menimbulkan resesi, namun ekonom moneter mengaplikasikan keya­kinan mereka pada kedua arah; misalnya, studi monetaris seminal pada 1930-an me­nyimpulkan bahwa depresi bisa dihindari dengan kebijakan untuk membalik penu­runan dalam peredaran uang. Walau demikian, dalam politik label monetaris diasosiasikan dengan pemerin­tahan sayap kanan yang kebijakannya mengandung bias deflasioner, dan bahkan amat deflasioner. Ideologi pengendalian inflasi mereka didasarkan pada keyakin­an dalam mereduksi pengeluaran dan pinjaman negara yang diklaim memiliki dua basis intelektual: pertama, ide bahwa mengontrol pinjaman negara akan meng­hasilkan kontrol atas peredaran uang; dan kedua, ide bahwa pengurangan pengelu­aran dan pinjaman oleh negara akan mem­bebaskan dinamisme kapital privat. Pengertian monctarism (monetarisme) adalah Karena pengendalian suplai uang ter­bukti amat sulit dalam masyarakat kapi­talis maju, maka proyek monetaris semakin didefinisikan dalam term residual sebagai proyek yang menolak kebijakan penge­luaran negara, terutama pengeluaran “ne­gara kesejahteraan”, peningkatan kapital privat yang tak teregulasi, dan bertentang­an dengan serikat pekerja. Dalam hentuk itu monetarisme memengaruhi pandangan strategis dari banyak pemerintah dan elite p()Iitik sejak 1975. Walau demikian, dasar yang dikemukakan untuk mendukung­nya, terutama oleh IMF, tetap dilandaskan pada pengendalian suplai uang meskipun kontrol seperti itu tidak bisa dipraktikkan dalam perekonomian yang terus berkem­bang dan kompleks.­