Kapital perbankan.

Pengertian monopoly capitalism (kapitalisme monopoli) adalah Istilah ini dipakai oleh Lenin untuk mendefinisikan tahap baru dalam perkem­bangan CAPITALISM di akhir abad ke-19, di mana kehidupan ekonomi didominasi oleh korporasi besar, kapital perbankan bergabung dengan kapital industrial untuk membentuk oligarki finansial, dan negara kapitalis besar melakukan ekspansi impe­rialis. I,enin berutang budi pada Finance Capital (1910) karya Hilfreding untuk konsep dasarnya, tetapi dia menjelaskannya dalam konteks doktrin politik yang berheda, yang memandang revolusi so­sialis sebagai hasil dari perang antara kekuatan-kekuatan imperialis. Kemudian, Lenin dan Marxis-Leninis mengelaborasi konsep “kapitalisme monopoli negara” (li­hat Hardach dan Karras, 1978, h. 47-50, 63-8) untuk menjelaskan meningkatnya keterlibatan negara dalam perekonomian kapitalis. Ide ini juga punya kaitan dengan konsep Hilferding tentang “kapitalisme terorganisir” (lihat Bottomore, 1981, h. 14-15), namun mereka berbeda karena ide itu diletakkan dalam ideologi Bolshevik.

Kontradiksi kapitalisme. Pengertian monopoly capitalism (kapitalisme monopoli) adalah

Kapitalisme monopoli diberi makna yang berbeda dalam buku karangan Baran dan Sweezy (1966), di mana dikatakan bahwa “kontradiksi kapitalisme” baru telah menggantikan kontradiksi yang dianalisis Marx. Tingkat pertumbuhan ekonomi yang tinggi, dan stabilitas kapi­talisme pascaperang, merefleksikan per­u bahan signifikan dalam karakter ekonomi kapitalis, dari kompetisi ke monopoli. Pengertian monopoly capitalism (kapitalisme monopoli) adalah Ini menyebabkan peningkatan yang stabil dan terus-menerus dalam hal profit dari per­usahaan-perusahaan monopolistik, yang oleh Baran dan Sweezy dinamakan sur­plus “ekonomi” masyarakat. Keduanya kemudian berpendapat bahwa kenaikan surplus ekonomi ini akan menyebabkan stagnasi kecuali ia diantisipasi (lihat Har­dach dan Karras, 1978, h. 61-3). Namun konsep ini, seperti yang digagas pemikir Marxis-Leninis, sebenarnya tidak banyak memerhatikan pada berbagai macam pe­ngaruh yang berlawan yang penting, se­perti perkembangan kapitalisme kesejahte­raan dan sejumlah perubahan yang lebih “sosialis” dalam perekonomian. Di masa depan, para teoretisi sosial mungkin tidak terlalu memerhatikan apa yang disebut se­bagai “monopoli”, dan lebih fokus pada pengkajian struktur dan pengaruh dari pe­rusahaan besar dalam konteks kapitalisme kesejahteraan dan regulasi negara yang ekstensif.