PENGERTIAN MOTIVASI KERJA ADALAH

173 views

PENGERTIAN MOTIVASI KERJA ADALAH – Dalam kepemimpinan, motivasi kerja merupakan sumber  penggerak yang erat kaitannya dengan produktivitas kerja, budaya, serta nilai kerja dalam organisasi. Pemimpin harus apat mendorong anggotanya agar dapat melaksanakan tugas; dan untuk itu diperlukan tehnik memotivasi.

Upaya membangkitkan motivasi kerja pada seseorang bukan hanya dilakukan melalui gaji atau upah yang tinggi saja. Masih ada banyak cara untuk dapat meningkatkan motivasi kerja, antara lain dengan penghargaan, baik tertulis maupun tidak tertulis.

Dapat dibedakan antara pengertian motif dan motivasi. Motif adalah suatu dorongan yang ada dalam diri seseorang untuk berbuat sesuatu, baik berupa gerakan maupun ucapan. Sedangkan motivasi adalah tindak lanjut dari motif yaitu perbuatan atau gerakan, baik berupa ucapan maupun tindakan serta perilaku dalarn cara-cara tertentu yang dilakukan seseorang (Ermaya, 1996: 129, 130).

Pemikiran Maslow terhadap kebutuhan manusia tentang motivasi merupakan sumbangan yang sangat besar dalam dunia ilmu. Teori motivasi pada dasarnya berakar pada kebutuhan yang disusun berdasarkan prioritas kekuatan kebutuhan yang dimiliki manusia.

Seorang pemimpin perlu mengetahui adanya dua cara yang dapat menimbulkan motivasi yaitu:

Motivasi timbul karena dibuat,  berarti bahwa pemim-

pin dapat melakukan aktivitas tertentu atau berbuat sesuatu terhadap bawahannya untuk memotivasi bawahan tersebut.

2. Motivasi rnurni yang timbul dari dalam dirinya, yaitu faktor-faktor yang mendorong seseorang untuk berbuat sesuatu. Dorongan yang timbul dari dalam ini muncul karena dibutuhkan, dan bisa mempengaruhi orang lain untuk berperilaku atau bergerak ke arah yang diharapkan.Berdasarkan pada dua cara tersebut, pemimpin dapat memotivasi orang-orangnya untuk memastikan agar orangorang tersebut bergerak, berpikir, melakukan sesuatu ke arah yang diinginkan oleh pemimpin.

Dalam upaya memotivasi perlu diperhatikan pentingnya rasa memiliki tujuan dengan memastikan keinginan dan kebutuhan organisasi, maupun anggota organisasi yang berbeda dalam keseimbangan maupun kesesuaian.

Motif yang ada dalam diri seseorang adalah pendorong untuk melakukan sesuatu. Dan motivasi berasal dari kata motif berarti pendorong. Dengan kata lain memotivasi adalah suatu aktivitas yang mendorong seseorang untuk bergerak melakukan sesuatu atau mengerahkan seseorang maupun kelompok, demi tercapainya suatu tujuan.

Dua ahli yang mengemukakan difinisi motivasi yaitu Harold Koontz dan MR Jones (lihat dalam Ermaya, 1992: 41, 42) sebagai berikut:

1.            Harold Kootz: Motivation refers to the drive and e ort to satisfy a want or goal (Motivasi mengacu pada dorongan dan usaha untuk memenuhi atau memuaskan suatu kebutuhan atau untuk mencapai suatu tujuan).

2.            MR Jones: Motivation is concerned with how behavior is activated, maintained, directed and stopped (Motivasi berkutat dengan bagaimana tingkah laku ditimbulkan, dipelihara, diarahkan, dan dihentikan).

Berakar pada pendapat dua ahli tersebut di atas penulis mendifinisikan motivasi sebagai suatu proses atau fenomena yang mendorong manusia untuk bertindak atau berbuat sesuatu dengan cara tertentu sesuai kebutuhan dan tujuan.

Dalam kepemimpinan proses motivasi tersebut dapat ditinjau dari tiga sisi yakni:

1. Proses pengenalan dan penilaian kebutuhan yang belum dipuaskan oleh seseorang, baik selaku anggota biasa maupun selaku pimpinan.

Proses menentukan tujuan yang diarahkan untuk men-capai/memenuhi kebutuhan.

3.            Proses untuk menentukan tindakan yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan yang ditimbulkan dari dalam diri seseorang (kebutuhan pribadi) dan dalam pencapai tujuan organisasi (kebutuhan organisasi).

Secara umum definisi dan proses motivasi (Ermaya, 1996: 132) memiliki beberapa persamaan yang merupakan karakteristik dari gejala motivasi yaitu:

1.            Kekuatan apa yang mendorong tingkah laku seseorang? Konsep ini bertitik tolak dari kekuatan yang bersifat sinergi dari dalam diri seseorang atau individu, yang mendorong untuk melaksanakan kegiatan atau bertingkah laku tertentu.

2.            Apa yang mengarahkan dan menyalurkan tingkah laku manusia tersebut? Konsep ini berorientasi pada pencapaian tujuan seseorang, tingkah laku individu yang diarahkan dan disalurkan pada pencapaian tujuan tertentu.

3.            Bagaimanakah tingkah laku tersebut dapat dipertahankan? Konsep ini didasarkan pada suatu sistem yang terdiri dari sinergi yang terdapat dalam diri manusia individu dan yang ada di lingkungannya serta rnerupakan umpan balik terhadap individu. Umpan balik tersebut dapat memperkuat intensitas dorongan dan mengarahkan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *