PENGERTIAN MUNCULNYA NEGARA-NEGARA PRISTIN

23 views

PENGERTIAN MUNCULNYA NEGARA-NEGARA PRISTIN – Suatu studi yang mengemukakan suatu gamb aran yangjelas mengenai ciri-ciri utama pembentukan negara pristin ialah yang dilakukan oleh Robert Adams (1966). Studi Adams itu dimaksudkan untuk menganalisis secara komparatif mengenai terbentuknya negara pristin pada satu kasus Dunia Lama yakni Mesopotamia, dan satu kasus Dunia Baru, yaitu Meksiko Tengah. Suatu kesimpulan utama adalah menyangkut kesamaan yang mencolok dalam pembentukan negara di setiap peristiwa. Dengan demikian analisisnya menawarkan sejumlah pandangan ke depan ke dalam pembentukan negara sebagai suatu proses evolusi paralel yang klasik. Mungkin sekali bahwa proses terbentuknya negara di Mesopotamia dan Meksiko itu serupa dengan proses munculnya negara-negara pristin lainnya.

Yang mendasar bagi timbulnya negara dalam kedua kasus itu ialah berkembangnya stratifikasi sosial. Adams mengkarakteristikkan Mesopota-mia Dinasti Masa Dini sebagai sangat terstratifikasi. Di puncak masyarakat Mesopotamia berdiri keluarga-keluarga bangsawan yang, selama Dinasti Masa Dini dan Masa Akkadian, semakin memperluas pengawasan mereka atas tanah. Keluarga-keluarga penguasa itu jelas mengepalai bidang-bidang tanah manorial. Sebagian angkatan kerja yang paling penting dipekerjakan pada bidang-bidang tanah itu terdiri dari para budak.

Pada puncakhirarkhi sosial Aztec terdapat rumah tangga kerajaan yang kemudian berkembang menjadi golongan ningrat yang endogami, yang dapat dibedakan secara jelas dari penduduk lainnya menurut kekayaan, pendidikan, makanan, dan pakaian. Bidang-bidang tanah yang luas dikuasai raja; sejumlah besar produksi surplus dihasilka.n oleh bidang tanah itu, dan surplus itu mengalir sebagai upeti dari rakyat biasa ke penguasa. Pada tingkat menengah dalam hirarkhi sosial terdapat kelompok prajurit dan kelompok pedagang. Di bawah ini, selanjutnya terdapat orang yang bekerja di lahan-lahan pribadi golongan ningrat, dan kira-kira sama dengan budak pada abad pertengahan. Akhimya, pada dasar tertib sosial yang paling bawah terdapat golongan budak.

Di Mesopotamia maupun Meksiko kita jumpai suatu pola umum evolusi politik yang ditandai oleh munculnya pemerintahan teokratis, dan yang kemudian berubah menj adi negara militer dan, akhirnya negara penakluk. Terbentuknya negara pada masa dini dalam kedua kasus itu ditandai oleh adanya suatu fokus keagamaan, dengan perhatian yang besar atas bangunan dan pemerintahan oleh pemimpin agama. Akan tetapi, dominasi kelompok agama segera memberi jalan kepada timbulnya kekuasaan kelompok militer. Kekuasaan p olitik semakin terkonsentrasi di dalani lembaga-lembaga dinastik dengan pengorbanan di pihak badan-badan komunal dan religius sebelumnya. Bukti arkeologis memperlihatkan adanya istana-istana yang mempunyai apartemen-apartemen pribadi bagi keluarga penguasa dan keluarga-keluarga pejabat administrasi tingkat atas dan pelayan-pelayan pribadi. Di Mesopotamia terdapat banyak bukti tentang adanya jajaran fungsionaris politik seperti penjaga gerbang, juru masak, pelayan, pembawa pesan, dan budakbudak. Jelas bahwa struktur istana yang diasosiasikan dengan kedua negara itu menunjukkan adanya perkembangan masyarakat yang sangat terstratifikasi di mana kekuasaan dan kompleksitas badan-badan pemerintahan telah didirikan dalam suatu skala yang besar. Kedua masyarakat itu mempunyai konsepsi yang paralel mengenai kekerabatan, dan kedua-duanya pada akhirnya telah berkembang menj adi negara penakluk besar yang memperluas kontrol terito-rialnya atas wilayah yang luas. Penaklukan yang semakin meningkat atas tanah-tanah dan masyarakat-masyarakat tetangganya telah menimbulkan permintaan akan upeti yang lebih besar, meningkatnya stratifikasi, dan intensifikasi ciri-ciri negara otokratis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *