Musikologi.

Pengertian music (musik) adalah Hubungan antara musik dengan masyarakat telah dipelajari oleh para musikolog, etnomusikolog dan sosi­olog. Tetapi perkembangan di ketiga disip­lin ilmu itu berbeda-beda dan mengandung problem teoretis mendasar. Musikologi dan analisis musik, yang berfokus pada studi seni musik Barat, dio­rientasikan untuk menerangkan properti formal yang ada di dalam karya musik. Perhatian terhadap struktur ini menimbul­kan konsep karya musik yang dipisahkan dari konteks sosial atau kulturalnya. Kon­sekuensinya, periset sosial harus membuat hubungan penjelasan atau analitis antara struktur musik dan masyarakat, atau men­definisikan ulang dan meminggirkan kon­sep musik otonom menurut musikolog ini.

Sejarah sosial musik. Pengertian music (musik) adalah

Studi historis tentang musik dipenga­ruhi oleh formalisme musikologi. Musik dipahami melalui perkembangan gaya­nya. Karya dari periode tertentu dipa­hami berdasarkan suatu gaya yang secara formal berhubungan dengan, dan secara logis mengembangkan, gaya periode sebe­lumnya. Pengertian music (musik) adalah Referensi ke sejarah sosial hanya memerhatikan pada kondisi lingkungan tempat diciptakannya musik, dan tidak banyak atau sama sekali tidak memba­has hubungan antara masyarakat dengan produk musikal. Baru belakangan ini ada pergeseran signifikan, menjauhi formal­isme dan menuju ke pembahasan musik di dalam “jaring kultur” (Tomlinson, 1984). Sejarah sosial musik makin dilihat dalam term tujuan yang meliputi makna karya musik tertentu, dengan mempertimbang­kan nilai kultural yang memengaruhi penciptaannya, konsumsinya, dan penye­barannya. Ketika analisis formal tidak di­tinggalkan, pergeseran penekanan kepada pengakuan terhadap nilai dan makna yang diatributkan kepada niusik dalam kultur tertentu. Etnomusikologi terpecah menjadi aliran yang lebih bias ke musikologi dan yang tidak, bias ke analisis struktur in­heren dari musik non-Barat, antropologi, dan analisis musik dalam konteks kultu­ralnya. Pendekatan yang terakhir ini me­munculkan tantangan terhadap univer­salitas konsep musisk Barat. Berdasarkan kajian perbandingan terhadap musik dari kultur yang berbeda-beda, berkembanglah penjelasan yang makin canggih tentang penggunaan musik oleh suatu kelompok, dan fungsi musik bagi masyarakat secara keseluruhan. Yang lebih baru, dan sejalan dengan perkembangan dalam sejarah sosi­al, musik diinterpretasikan sebagai bagian integral dari kultur yang diekspresikan secara simbolis. Karena itu makin banyak ruang untuk interpretasi terhadap musik yang berbeda dengan penjelasan kausal dan fungsional. Sosiologi musik cenderung memerha­tikan dokumentasi positivistik terhadap kondisi sosial dari aktivitas musik. Di sini definisi musik formalis diabaikan. Pengertian music (musik) adalah Perha­tian ini hanya ditujukan pada fenomena di luar musik yang terjadi di dalam kehadir­an musik, atau yang menentukan produk­sinya, konsumsinya, dan distribusinya. Musik itu sendiri tidak dijelaskan atau diinterpretasikan. Karya Max Weber dan Theodor Ador­no banyak terkait dengan formalisme. Weber menggunakan musik untuk meng­ilustrasikan dan mengeksplorasi batas-ba­tas RATIONALITY. Sistem musik dari kultur tertentu dikaji dari segi sejauh mana ia memanifestasikan rasionalisasi fenomena musik natural. Adorno juga membongkar pendekatan formalis dengan menyatakan bahwa musik adalah otonom sekaligus fakta sosial. Perkembangan musik yang tampak otonom, yang digambarkan oleh sejarah musik ortodoks, secara sosiologis diuraikan dengan mengakui basis sosial dari materi dan bentuk pemikiran yang dipakai dalam musik, meskipun musik itu menunjukkan perkembangan materi yang otonom dari semua tujuan ekonomi ma­syarakat kapitali semakin banyak memengaruhi sosiologi musik, dan menghasilkan analisis makna musik yang makin canggih, dalam kerangka konstruksi sosialnya di dalam si­tuasi spesifik, dan determinasinya melalui kode kultural. Belakangan, muncul kritik terhadap asumsi musikologi tradisional. Etnomu­sikologi dan sosiologi, secara langsung atau tidak langsung, memunculkan pertan­yaan baru tentang asumsi otonomi karya musik dalam musikologi. Musik makin di­pandang sebagai sesuatu yang diproduksi dan didefinisikan di dalam konteks sosial, yang berarti gagasan “otonomi” adalah konstruk ideologis.