Rezim populer nasional.

Pengertian national economic planning (perencanaan ekonomi nasional) adalah Sistem pemerintah yang mendapat­kan legitimasinya dari afirmasi dukungan populer massa dan dari pertahanan ke­pentingan nasional, meski tidak terlalu mengikuti kaidah demokrasi liberal, dapat disebut sebagai rezim populer nasional. Negara-negara dalam proses perkemba­ngan, di sebagian besar Asia, Afrika dan Amerika Latin, dan di Eropa Timur sebe­lum Perang Dunia II, sangat mungkin un­tuk menjalankan sistem ini. Asal muasal­nya ada dua. Dalam beberapa kasus, sistem politik konservatif atau yang didominasi asing, diruntuhkan oleh pengambilalihan paksa oleh sektor elite yang tersisihkan­biasanya militer—yang menggunakan aparatur negara untuk mengorientasikan perekonomian dan kebijakan sosial dan mendapatkan dukungan massa. Dalam kasus lainnya, gerakan massa diorgani­sasikan dari bawah, dan setelah melalui periode panjang politik oposisi, entah itu oleh kekuatan reformis atau revolusioner, mereka bisa meraih kekuasaan.

Proses liberalisasi.

Dalam kasus pertama, yakni ketika rezim populer nasional dibangun dari atas, hasilnya sering berupa kekuasaan otoriter, dengan demonstrasi massa yang dikontrol negara. Banyak negara di Timur Tengah mengikuti pola ini sejak Perang Dunia II, dan demikian pula Turki sejak era Mustafa Kemal Ataturk pada 1920-an. Komponen massa dari rezim ini umumnya berbentuk partai tunggal. Tetapi di Turki rezim ini akhirnya menghasilkan partai-partai yang saling bersaing, dalam proses liberalisasi yang diselingi intervensi militer. Tingkat dukungan rakyat yang didapat oleh rezim populer nasional sulit untuk di­pastikan, sebab dukungan ini tidak bisa di­pastikan melalui pemilu yang semu. Tetapi dukungan itu sering kali ada, terutama pada masa awal konsolidasi, sebagai aki­bat dari kebijakan nasionalis, revolusioner atau radikal, dan akibat monopoli atas media massa. Opini publik biasanya terba­gi-bagi karena kebijakan ini, dan sebagian besar sektor kelas dominan akan menjadi oposisi atau diasingkan, sedangkan kelas penguasa baru dibentuk berdasarkan kelas birokrasi, militer dan kapitalis baru. Dalam kasus kedua, yakni ketika re­zim populer nasional berasal dari pembe­rontakan dari bawah, politik massa memi­liki karakter yang berbeda, karena partai yang mewakili revolusi ini lebih bersifat spontan. Pengertian national economic planning (perencanaan ekonomi nasional) adalah Akan tetapi, batasan struktural akan menentukan konvergensi (titik temu) rezim ini dengan rezim yang dibangun dari atas. Di Meksiko, di mana revolusi 1910 dapat dianggap memunculkan rezim populer nasional pertama di abad ke-20, formasi partai dominan membutuhkan waktu hampir dua dekade, dan kompati­bel dengan eksistensi partai oposisi kecil. Rezim ini berkernbang ke arah kapitalis, dan partai penguasanya semakin konser­vatif, sedangkan oposisi dari kanan dan kiri semakin kuat dan mampu menentang rezim ini. Sebagai akibatnya, terlihat ada tren ke arah konsolidasi ke sistem politik yang kompetitif dan bebas, kecuali kudeta militer menghentikan proses ini. Di Aljazair rezim yang dibangun pada 1962 didasarkan pada pemberontakan nasional melawan penjajah Perancis. Para pejuang kemerdekaan diakui oleh massa dan membuat mereka mendapat legitimasi sehingga dapat melakukan reformasi dan membangun elemen-elemen perekonomi­an sosialis. Di Iran revolusi Islam 1979 menghasilkan rezim populer nasional yang religius, dan bisa terus-menerus mendapat­kan dukungan rakyat. Rezim populer nasional, terutama yang berasal dari bawah, dapat berkembang ke arah sosialis, atau setidaknya mengadopsi kebijakan sosialis, dalam rangka mem­pertahankan dukungan massa atau untuk meradikalisasikan sektor menengah dan kaum cendekiawan. Pengertian national economic planning (perencanaan ekonomi nasional) adalah Beberapa rezim so­sialis revolusioner, seperti di Kuba dan di Nikaragua dari 1979 sampai 1990, meraih kekuasaan melalui dukungan sosial yang kompleks, dan memiliki ciri-ciri yang mi­rip clengan rezim populer nasionalis, ter­inasuk pengkultusan tokoh dan pemilihan sistem partai tunggal. Beberapa bentuk rezim populer nasi­onal adalah campuran dari dua tipe di atas, yakni yang berasal dari atas clan dari bawah. Di Argentina kudeta militer pada 1943, dengan Juan D. Peron seba­gai tokoh utamanya, melahirkan rezim yang mendapat dukungan populer nasi­onal. Karena terdesak oleh oposisi yang menginginkan pemilu, partai politik yang dibentuk Peron berusaha memperbarui kredibilitasnya sebagai wakil massa. Sis­tem kepresidenan konstitusional Peron (1946-55) memperburuk sistem demokrasi liberal, dan diakhiri oleh kudeta militer pada 1955. Peronisme dalam oposisi tetap mempertahankan karakter partai massa, dan sejak saat itu menjadi ciri permanen dari sistem politik Argentina. Di negara Amerika Latin lainnya, dan di pemerintah­an yang berasal dari atas atau dari kombi­nasi kekuatan sipil dan militer (seperti di Vargas pada 1930) berkembang menjadi basis partai populer yang mampu memper­tahankan kekuasaannya dalam rezim yang demokratis.

Partai populis. Pengertian national economic planning (perencanaan ekonomi nasional) adalah

Di Eropa Timur di antara dua perang dunia, beberapa pemerintahan memiliki ciri seperti rezim populer nasional, dan ciri fasisme. Sering kali rezim populer nasional atau partai populis pendukungnya dicap se­bagai fasis. Benar bahwa ada beberapa ele­men fasis di sini, tetapi ciri dari dua sistem itu amat berbeda. Akan tetapi, barangkali bukan kebetulan bahwa komponen fasis dari rezim populer nasional ini lebih han­yak di beberapa negara berkembang, sep­erti Argentina, Brasil, dan di Eropa Timur. Pengertian national economic planning (perencanaan ekonomi nasional) adalah Kehadiran ciri otoriter dan mobilisasi mas­sa tidaklah cukup untuk menyebut rezim ini sebagai rezim fasis, sebab ciri-ciri itu juga ada di dalam negara komunis. Rezim ini memang berbeda dengan demokrasi liberal, tetapi pengalaman Amerika Latin menunjukkan bahwa pewaris dari rezim itu bisa menjadi partisipan tetap dalam proses politik kompetitif, di mana mereka menduduki posisis yang lebih dekat deng­an aliran kiri ketimbang kanan.