Ekonom neoklasik.

Pengertian national economic planning (perencanaan ekonomi nasional) adalah Ekonom klasik di masa lalu dan ekonom neoklasik di masa mo­dern membahas perilaku dan interaksi dari dua kelompok pelaku ekonomi, pc­ngusaha, dan rumah tangga. Aktor inlasumsikan akan mencari manfaat, pt, dan utilitas maksimal. Mereka berinter.ik, dengan memperdagangkan barang dan ja­sa dengan syarat-syarat yang ditentukan dalam pasar kompetitif (pasar ekonomi atau internasional).

Sumber daya ekonomi.

Inti tradisional dari perencanaan eko­nomi nasional adalah pengakuan bahwa selain dari barang-barang privat, kepenti­ngan privat dan preferensi individual, juga ada barang-barang nonprivat, kepentingan umum, dan preferensi sosial. Pasar untuk barang-barang semacam ini mungkin ti­dak ada atau tidak efisien. Keputusan soal sumber daya ekonomi yang diperlukan untuk memenuhi kepentingan umum ini karenanya harus dibuat dengan cara yang berbeda. Perencana nasional adalah, atau seharusnya, wakil dari kepentingan jenis ini, bertindak atas nama seluruh masyara­kat. Perwakilan ini merupakan kelompok pelaku ekonomi ketiga. Mereka seharusnya merupakan wakil masyarakat yang dipi­lih, bertindak sebagai pengalokasi sumber daya melalui berbagai agen pemerintah. Agen birokrasi dan proses tawar-menawar yang dilakukan perencana nasional adalah aspek yang dijalankan di luar institusi pas­ar dan kompetisi pasar. Regulasi dan kepu­tusan alokasi sumber daya dari agen ini dinamakan tangan terlihat (visible hand) dari birokrasi, atau mekanisme koordinasi birokratik, yang menjadi lawan bagi in­visible hand-nya mekanisme harga Adam Smith, atau mekanisme koordinasi pasar (Kornai, 1980). Pengertian national economic planning (perencanaan ekonomi nasional) adalah Hampir sepanjang abad ke-20, ke­cuali pada 1980-an dan 1990-an, banyak pemerintah di dunia cenderung meningkat­kan proporsi sumber daya nasional untuk penyediaan barang-barang publik, seperti pertahanan nasional, transportasi umum, hukum dan ketertiban, dan penyediaan barang-barang bermanfaat, seperti kesehatan, pendidikan, dan perumahan. Ren­cana nasional, meski terbatas, dibutuhkan untuk menentukan ukuran dan komposisi pengeluaran investasi di area publik ini. Namun, selama satu periode perenca­naan ekonomi nasional memegang peran luar biasa di bekas negara sosialis yang menjalankan perekonomian terpusat (b• kas Uni Soviet, Eropa Tengah, Cina, Korea Utara, Mongolia, dan Vietnam) dan, dalam tingkat yang lebih rendah, di nega ra-negara industri baru dengan perekono­mian berbasis pasar. Asal usul peran ini da­pat dirunut ke penyebaran doktrin sosialis sepanjang abad ke-20, yang mempromosi kan kepemilikan nonprivat sebagai baik secara sosial dan mendukung peran baru untuk otoritas negara sebagai pen­gusaha sebagai mitra dari pengusaha privat (Gomulka, 1986 Bab 1). Perencanaan na­sional di negara-negara ini menjadi serba mencakup, tidak hanya memerhatikan beberapa sektor atau wilayah, tetapi juga permintaan dan penawaran untuk produk individual (atau kelompok produk) dan hubungan intertemporalnya. Pcrencana nasional sosialis cenderung mentandang pasar gagal memobilisasi tabungan finan sial dan sumber daya manusia yang men cukupi untuk pembangunan, dan karena dianggap mempromosikan perilaku inves tor yang keliru dan dangkal, menyebabkmi underinvestment serius, terutama aktivitas di mana ada eksternalitas. Situ asi yang menguntungkan bagi penyebaran perencanaan nasional di pasar ekottonts adalah Depresi Besar pada 1930-a11 dan kesuksesan keterlibatan pemerintah sisi ekonomi penawaran sepanjang. Di bekas negara-negara sosialis itil kepemilikan negara lebih menonjol, dan cakupan, tujuan dan instrumen perencanaan nasional sebagian besar tergantung pada otonomi pengambilan keputusan oleh perusahaan milik negara dan seajuh mana preferensi komunitas, preferensi per­encana, mendominasi preferensi konsumen individu dalam menentukan permintaan ekonomi. Dalam sistem Soviet tradisional (USSR antara 1928 dan 1990), kebanyakan produksi dan investasi direncanakan dan dikelola dari pusat, sedangkan kedaulatan konsumen dan otonomi pengusaha sangat dibatasi. Berbeda dengan ekonomi pasar di mana penawaran dan permintaan sal­ing terkait erat, dalam perekonomian yang dikelola secara terpusat (CME) arah kau­salitasnya cenderung bergerak dari sum­ber daya ke suplai, dan kemudian ke per­mintaan. Pengertian national economic planning (perencanaan ekonomi nasional) adalah Dalam konsumen tertentu suplai merefleksikan input dari preferensi peren­cana, dan biasanya menyimpang dari level sebagaimana yang ditetapkan oleh pasar. Harga, pajak, dan subsidi dipakai untuk membawa level permintaan konsumen mendekati level penawaran (Kushnirsky, 1982). Rencana nasional dalam CME bervari­asi dari waktu ke waktu dan juga bervaria­si dalam hal tingkat agregasinya. Rencana tahunan adalah yang paling operasional dan disagregat. Rencana ini akan dibagi menjadi rencana bulanan dan kuartalan. Rencana jangka menengah, biasanya un­tuk lima tahun, lebih agregat dan sering indikatif. Yang benar-benar agregatif dan indikatif adalah rencana nasional jangka panjang. Untuk memudahkan perumusan rencana dan implementasinya, perusahaan negara yang memproduksi barang-barang yang sama yang biasanya dikelompok­kan untuk menjadi asosiasi produksi, dan beberapa asosiasi ini membuka cabang, yang dipimpin oleh menteri, dan aktivitas industri dikoordinasikan oleh otoritas pe­rencanaan pusat. Perusahaan-perusahaan ini bernegosiasi dengan otoritas yang lebih tinggi untuk membuat rencana yang mene­tapkan target output minimum dan kuota input maksimum, termasuk investasi mo­dal baru. Rencana spesifik ini diputuskan dalam term jumlah produk terbatas, seki­tar 5.000 sampai 50.000 di level asosiasi dan 200 sampai 2.000 di level pusat. Ke­banyakan dari “produk” ini adalah kump­ulan barang yang sama, biasanya diekspre­sikan dalam, term fisik (ton, meter kubik, dan sebagainya) dan term nilai. Tujuan langsung perencana nasional adalah me­milih permintaan dan penawaran produk tersebut dari seperangkat alternatif yang tersedia, dengan cara yang dapat menja­min keseimbangan perekonomian untuk masing-masing produk. Tujuan tambahan adalah menyeimbangkan perekonomian nasional sedemikian rupa sehingga output final ekonomi akan memaksimalkan in­deks kesejahteraan nasional, atau output ini setidaknya akan memenuhi tujuan yang dianggap oleh perencana sudah memuas­kan (Manove, 1971; Heal, 1973; Ellman, 1979).

Kekuatan bargaining. Pengertian national economic planning (perencanaan ekonomi nasional) adalah

Ada pergeseran serupa di perekonomi­an pasar di Eropa Barat dan Jepang, dan di negara-negara industri baru di seluruh dunia, yang menjauhi perencanaan sentral yang ekstensif dan aktif (Brada dan Estrin, 1990). Di banyak negara, kebijakan priva­tisasi juga mereduksi besarnya sektor pub­lik. Pengertian national economic planning (perencanaan ekonomi nasional) adalah Tetapi, peran ekonomi dari otoritas sentral dalam penyediaan barang-barang publik, dan dalam menjaga stabilisasi, re­gulasi, dan penegakan hukum, masih tetap utuh di seluruh perekonomian dunia.