PENGERTIAN NEANDERTALS DAN MANUSIA MODERN – Tahap _penting berikutnya dalam evolusi manusia diwakili oleh makhluk manusia yang dikenal dengan Neandertals. Hominid ini mewakili satu bentuk awal dari genus dan species Homo Sapiens, tetapi mereka ditempatkan dalam sub-species mereka sendiri, Neandertalensis. Diperkirakan mereka berkembang dari H. Erectus sekitar 110.000 tahun sebelum sekarang dan bertahan hidup sampai munculnya manusia modern sekitar 35.000 tahun sebelum sekarang.

Dengan munculnya Neandertals, evolusi manusia menjadi semakin lengkap. Neandertals sudah memiliki kapasitas tengkorak rata-rata 1.350 cm2, mendekati kapasitas rata-rata manusia modern. Dengan demikian, ada alasan kuat untuk mempercayai bahwa mereka telah mencapai tingkat kapasitas intelektual yang sejajar dengan kapasitas intelektual manusia modern. Neandertals berbeda dengan kita terutama dalam struktur tengkorak dan kerangka bawah kepalanya. Mereka adalah hominid yang kasar, dengan wajah lebar dan alis kening besar. Tulang kerangka bawah kepalanya juga kasar. Pada umumnya kekasaran ini dipandang sebagai adaptasi terhadap iklim yang sangat dingin di tempat mereka hidup. Namun, di samping kekasaran struktur fisik yang mencolok ini, dalam banyak hal penting mereka telah berstatus manusia modern.

Neandertals tidak hanya lebih maju secara biologis dari H. Erectus; mereka juga lebih maju secara kultural. Mereka telah mengembangkan peralatan yang canggih dan efisien, mereka juga merupakan pemburu yang mampu mengeksploitasi lebih banyak sumber daya. Mereka juga mulai mengenakan pakaian, dan bahkan mengembangkan bentuk-bentuk awal kehidupan keagamaan dan ritual.

Pada 35.000 tahun sebelum sekarang, makhluk manusia yang betulbetul modern muncul di muka bumi, dan Neandertals segera lenyap di muka bumi. Perubahan pokokbiologis yang menandai transisi menj adi Homo Sapiens meliputi perubahan dalam kekasaran fisik. Kekasaran yang merupakan karak-teristik Neandertals digantikan dengan anatomi manusia modern. Perubahan penting lainnya pada umumnya terletak dalam bidang kebudayaan, bukan biologi. Sejak saat itu, makhluk manusia adalah pemburu dan peramu canggih yang telah mengembangkan perlengkapan kultural bernilai yang memungkinkan mereka beradaptasi dengan berbagai lingkungan. Perubahan terpenting yang terjadi dalam kenyataan hidup manusia sejak saat itu hingga kini adalah perubahan kebudayaan.

Manusia “sebenamya” yang pertama — yang termasuk ke dalam genus homo, genus yang sama dengan genusnya manusia modern. Marilah kita bicarakan H. Erectus terlebih dahulu karena sisa fosil species ini lebih banyak diketahui dan ditemukan lebih awal dari H. Habilis.

Fosil Homo Erectus diperkirakan berumur sekitar 1,6 juta tahun yang lalu. Pada sekitar sejuta tahun sebelum sekarang, hominid ini menggantikan australopithecine. H. Erectus berbeda dengan australopithecine dalam beberapa hal penting. Salah satunya, mereka lebih besar dan kasar. Ternyata, mereka mempunyai skeleton tengkorak bawah kepala ( yakni, skeleton terpisah dari tengkorak kepala dan wajah), dan dalam hal ini mereka lebih menyerupai manusia modern dalam anatomi dasarnya. Disamping itu, volume tengkorak H. Erectus diperkirakan rata-rata sekitar 800-1.000 cm2, yang menunjukkan bahwa mereka mempunyai otak yang hampir dua kali lipat besarnya dari otak australopithecines. Namun, jika dibandingkan dengan manusia modern, H. Erectus mempunyai sejumlah gambaran anatomis yang sangat berbeda. Mereka mempunyai tulang tengkorak yang lebih tebal, dahi lebih lebar dan alis kening yang lebih besar. Perbedaan terpenting, mereka mempunyai volume tengkorak yang lebih kecil daripada manusia modern, dan karena itu jelaslah bahwa mereka tidak secerdas kita sekarang. Sebagaimana dikatakan di atas, walaupun australopithecine memakan makanan berupa daging, pada prinsipnya mereka adalah pemakan tumbuhtumbuhan. Di pihak lain, H. Erectus mengkonsumsi lebih banyak daging dalam makanan mereka. Mereka mungkin berburu di wilayah yang sangat luas, ada bukti kuat bahwa kehidupan sosial mereka sangat mengarah ke perburuan binatang besar. Karena itu, transisi H. Erectus berarti bahwa manusia telah beralih dari ekonomi yang ditopang oleh kegiatan meramu ke kehidupan meramu dan berburu dalam wilayah yang luas. Manfaat adaptasi terhadap kehidupan berburu adalah perkembangan peralatan dan kemampuan berburu yang lebih baik dan efisien (Harris,1975). Jelaslah, bahwa H.Erectus adalah hominid yang mengembangkan kebudayaan, mereka secara substansial lebih maju dalam hal ini daripada australopithecine. Karena kap-asitas adaptifnya yang unggul, H. Erectus mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan yang lebih beragam. Rentang geografis kehidupan H. Erectus lebih luas dari kehidupan australopithecine. Australopithecine terbatas di Afrika, tetapi fosil H. Erectus tidak hanya terdapat di beberapa wilayah di seluruh benua Afrika, melainkan terdapat juga di Cina, Jawa dan nampaknya juga di Timur Tengah dan Eropa.

Para mahasiswa yang mempelajari evolusi manusia biasanya mengira transisi dari australopithecine ke H. Erectus terj adi secara langsung, tetapi pada awal 1960-an beberapa penemuan membuat mereka meninggalkan interpretasi ini. Pada saat ini, antropolog fisik terkenal, Louis Leakey menemukan sisa fosil di Afrika Timur ( di Olduvai George) yang dijuluki Homo Habilis (“manusia tukang”). Fosil Olduvai diperkirakan berusia antara 1,85 —1,6 juta tahun yang lalu. Tengkorak pada fosil ini diperkirakan mempunyai besar kira-kira 646 cm2 (Nelson dan Jurmain,1985). Dengan demikian, H. Habilis nampaknya merupakan species yang berada di tengah-tengah antara australopithecine dan H. Erectus dalam hal kapasitas tengkoraknya, dan nampaknya inilah perbedaan paling penting di antara kedua species terdahulu. Kesimpulan yang masuk akal adalah bahwa homo habilis merupakan species pertama dari genus homo, dan akhirnya berkembang menjadi H. Erectus ( Nelson dan Jurmain, 1985). Tentu saja, ini hanyalah sekadar hipotesis, dan tidak berarti ada konsensus di kalangan antropolog fisik.

Filed under : Bikers Pintar,