PENGERTIAN NEGARA ADALAH

36 views

PENGERTIAN NEGARA ADALAH – Chiefdom, yang hanya memiliki kemampuan memaksa yang terbatas, tidak cukup ditopang oleh mesin administrasi yang perlu untuk mengatasi bentuk perlawanan yang paling keras. Apabila mesin administrasi ini pada akhirnya terbentuk, maka perkembangan masyarakat politik demikian dikenal sebagai negara.

Negara tidak hanya meneruskan proses evolusi konsentrasi kekuasaan umum yang terus meningkat; negara juga membentuk suatu monopoli kekuatan yang perlu untuk menopang kekuasaan itu dan menjamin berlakunya kehendak para pemegang kekuasaan. Memang, perebutan monopoli kekerasan ini adalah essensial bagi suatu negara. Sebagaimana dicatat oleh Morton Fried (1967:230): Yang sangat penting ialah tuntutan negara untuk mengutamakan penggunaan kekerasan terhadap masalah-masalah sosial. Sering hal ini berarti bahwa perang dan pembunuhan menjadi monopoli negara dan dapat dilakukan hanya pada waktu, di tempat, dan di dalam kondisi-kondisi khusus yang ditetapkan oleh Sejumlah ilmuwan sosial menentang paham ini. Misalnya Anthony Giddens (1985) dan Robert Carneiro (1981) menunjukkan bahwa banyak masyarakat yang secara universal bisa dianggap negara tidak mempunyai monopoli terhadap perangkatperangkat kekerasan. Beberapa individu dan,kelompok yang berada di luar negara, lanjut mereka, kadangkala memiliki kapasitas tertentu untuk menggunakan berbagai alat kekerasan. Walau kenyataan ini tidak meragukan, namun fakta tetap menunjukkan bahwa di dalam masyarakat, kapasitas negara untuk menundukkan perlawanan terorganisasi kepada kekuasaannya masih besar jumlahnya dan ini adalah ide kunci yang terkandung di dalam penggunaan kata monopoli. negara. Dalam analisis akhir kekuasaan suatu negara dapat dimanifestasikan dalam suatu kekuatan fisik yang nyata seperti angkatan bersenjata, milisi, kepolisian, hirarkhi komando, dan segala alat kontrol lainnya yang terstruktur. Di samping monopoli kekerasan adalah penting bagi negara, ciri-ciri khusus lain pemerintahan tingkat negara juga penting. Salah satu ialah bahwa negara muncul dalam kondisi-kondisi dimana arti penting ikatan kekerabatan telah berkurang. Ikatan kekerabatan, seperti ditemukan pada chiefdom, ber-fungsi untuk meredakan perkembangan kekuasaan memaksa. Dengan adanya peralihan ke negara, ikatan-ikatan di antara yang memerintah dan yang diperintah pada umumnya akan tersingkirkan. Karena itu, penguasa tingkat negara tidak lagi menguasai kaum kerabatnya, tetapi mendominasi suatu massa besar yang terdiri dari individu-individu yang tidak berhubungan.

Negara mempunyai dua ciri khusus tambahan yang perlu dicatat (van den Berghe, 1978). Pertama ialah luasnya negara mengembangkan ideologi legitimasi yang sempurna. Penggunaan kekuatan secara terbuka saja mungkin tidak cukup untuk menjamin kepatuhan terhadap kehendak negara, dan para penguasa dengan demikian pada umumnya berusaha untuk meyakinkan rakyat mengenai hak moral negara untuk memerintah. Semakin besar komitmen psikologis rakyat terhadap negara, semakin kurang kemungkinan terjadinya pemberontakan terhadap negara. Ideologi legitimasimempunyaiberbagai bentuk, tetapi taktik yang paling umum bagi penguasa negara ialah membenarkan pemerintahan mereka melalui agama: menandaskan sanksi supernatural terhadap peran mereka di dalam masyarakat. Alchirnya, negara, tidak seperti chiefdom, pada umumnyabukan merupakan pusat-redistribusi. Aliran surplus ke negara merupakan aliran satu arah, dan pengambilan surplus demikian telah mengakibatkan membesarnya — memang, sering besar — kekuasaan pemerintahan. Sebagai suatu tahap dalam evolusi politik, negara muncul di dalam masyarakat-masyarakat agraris. Dengan demikian, kebanyakannegara sepanjang sejarah adalah negara agraris. Sementara negara-negara mempunyai ciriciri khusus mendasar tertentu, terdapat berbagai bentuk negara agraris (lihat topik khusus pada akhir bab ini). Akan tetapi, tidak semua negara terb atas pada tingkat agraris. Terdapat beberapa kasus negara primitif, yakni negara yang dibentuk dalam masyarakat hortikultura intensif yang pada dasarnya primitif. Yang paling menarik perhatian ialah beberapa dari negara hortikultura intensif yang bertumbuh dalam abad ke-19 di Afrika bagian barat dan selatan, seperti pada masyarakat Ashanti Afrika dan masyarakat Zulu Afrika bagian selatan. George Peter Murdock (1959) menyebut negara-negara seperti itu sebagai despotisnze Afrika. Murdock mencatat, ciri-ciri yang menonjol seperti absolutisme monarkhi, konsepsi kerajaan berlandaskan agama, isolasi ritual raja-raja, tanda kehormatan jabatan, pengadilan kerajaan, birokrasi teritorial, dan menteri-menteri negara. Chiefdom hortikultura intensif Polinesia ternyata juga telah berkembang menjadi negara primitif yang berumur pendek segera sete,4ah berkontak dengan orang Eropa (Service, 1975). Tentu saja, dengan timbulnya kapitalisme dan industrialisme tidak berarti negara akan terhapus dari panggung, dan semua masyarakat industri telah diorganisasi menjadi sistem negara yang berkuasa dan ekstensif; jadi kita dapat berbicara mengenai negara modern. Ada dua bentuk utama daripada negara di dalam masyarakat industri modern. Di barat, bentuk utama negara ialah demokrasi parlementer. Di sini sifat desp otik dan berkuasa penuh negara telah diperlunak dengan diperkenalkannya kebebasan dasar tertentu dan sekurang-kurangnya semacam persamaan kontrol oleh rakyat atas aparataparat dasar dari pemerintah. Meskip un demokrasi parlementer sesungguhnya tidak menciptakan suatu orde demokrasi yang mumi, tapi sekurangkurangnya telah menghapuskan beberapa bentuk kekuasaan negara yang paling despotik. Jenis negara industri modem lainnya yang penting adalah negara totaliter, yang muncul pada masyarakat-masyarakat sosialis non-barat. Meskipun dalam hal ini terdapat semacam demokrasi, tapi negara beroperasi menurut cara yang lebih despotik, kecuali dalam hal adanya suatu monopoli kekuasaan yang besar yang dimungkinkan oleh adanya tingkat teknologi industri. (Negara demokrasi parlementer Barat dan negara totaliter non-barat akan dibahas secara rinci dalam bab berikut). Jadi negara dalam bentuk apapun merupakan hasil dari suatu proses evolusi politik yang panjang di mana demokrasi dan persamaan semakin merosot dan digantikan dengan dominasi terhadap banyak orang oleh beberapa orang. Meskipun evolusi negara dicapai secara lambat laun, tidak tiba-tiba, kemunculannya menunjukkan adanya suatu batas-antara yang besar dalam sejarah umat manusia. Karena di sinilah para pemimpin yang berkuasa tidak lagi perlu bermurah hati kep ada rakyatnya. Mereka dapat, dan memang sedikit saja atau tidak menjanjikan sama sekali kepada rakyatnya, kecuali penaklukan yang terus-menerus dan kerja keras, dan mereka mempunyai suatu monopoli kekuatan yang cukup untuk menopang kekuasaan mereka. Seperti apa bentukbentuk negara dahulu kala, dan bagaimana dan mengapa negara-negara itu muncul?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *