Teori kerja.

Pengertian neoclassical economics (ilmu ekonomi neoklasik) adalah Perkembangan ilmu ekonomi neo­klasik dimulai sejak ia menyempal dari eko­nomi klasik pada akhir abad kc-9. Senura aliran ECONOMICS berusaha menjelaskan perbedaan antara nilai guna dan nilai tu­kar. Aliran kIasik punya teori nilai keria sebagai mode utama untuk menjelaskan nilai dari komoditas-komoditas yang ber­beda-beda—tingkat di mana komoditas itu dipertukarkan. Ada banyak anomali dalam teori ini, khususnya yang menyangkut ke­sulitan untuk menilai barang langka­”masterpieces”—dan komoditas dalam produksi di mana kapital memainkan peran penting. Teori kerja menggunakan peran waktu kerja yang dihabiskan dalam produksi komoditas untuk menjelaskan ni lai tukarnya dibanding barang lain. Nilas guna—kegunaan atau utilitas barang– dak berperan aktif dalam penjelasan ini.

Konsiderasi objektif.

Hampir secara bersamaan, meski de­ngan cara berbeda,. ada tiga penulis yang mendukung penggantian teori klasik dengan teori yang didasarkan pada konsi, derasi (consideration) atau pertimbangan subjektif dan juga konsiderasi objektif atau pertimbangan biaya sumber daya. Ni lai guna atau utilitas menjadi satu sisi dari persamaan yang menjelaskan nilai tukar. Leon Walras (1834-1910), William Stan­ley jevons (1835-1882), dan (:arl Menger. (1840-1921) dalam waktu tiga tahun masing-masing mengusulkan pendekatan Karya mereka dikenal sebagai “revolusi marginal”, sebab mereka meng­gunakan gagasan utilitas marginal untuk menjelaskan nilai tukar (lihat MARGINALIST F,CONOMICS). Pengertian neoclassical economics (ilmu ekonomi neoklasik) adalah Revolusi marginal sering disa­makan dengan ekonomi neoklasik, tetapi anggapan ini keliru. Pelopor marginalis, terutama Jevons dan Menger, jelas anti­klasik. Adalah Alfred Marshall (1842-1924) yang berusaha menegaskan kontinuitas dengan ekonom Inggris sebelumnya, dan yang menciptakan ekonomi neoklasik se­bagai penerus sah dari ekonomi klasik. Dia memasukkan marginalisme ke dalam tubuh utama ilmu ekonomi namun juga mengintegrasikannya dengan teori sewa dan perdagangan internasional klasik. Ekonomi neoklasik karenanya muncul sebagai hasil upaya Marshall untuk me­nyebarluaskan perpaduan sintetis ekonomi klasik (meski tanpa teori nilai kerja) de­ngan marginalisme. Tetapi, ekonomi mo­dern, terutama sejak era 1960-an, punya satu perbedaan utama dengan ekonomi Marshallian. Marshall memandang pasar dengan cara yang terpisah, dalam keadaan ekuilibrium parsial; Walras sebelumnya telah mengemukakan teorisasi ekonomi dalam ekuilibrium umum. Ekonomi mo­dern lebih dekat dengan garis pemikiran Walrasian.

Rasionalitas ekonomi. Pengertian neoclassical economics (ilmu ekonomi neoklasik) adalah

Individualisme metodologis. Konsumen individual adalah titik awal dan titik akhir dari ekonomi neoklasik. Seseorang me­maksimalkan utilitasnya, dan pencapaian­nya pada titik optimum menjadi kriteria untuk mengevaluasi alternatif ekonomi. Produsen atau perusahaan individual, jika dipisahkan secara tegas, pada dasarnya adalah konsumen atau dimiliki oleh konsumen. Pengertian neoclassical economics (ilmu ekonomi neoklasik) adalah Rasionalitas ekonomi. Konsumen berusaha mencapai titik optimal. Optimal­isasi adalah maksimalisasi fungsi objektif (utilitas) yang terbatas. Pendapatan, atau sumber daya pada umumnya, bertindak sebagai pembatasnya. Konsumen memiliki banyak tujuan namun hanya punya scdikit sarana, sehingga dia harus melakukan op­timalisasi. Pilihan dan substitusi. Ketika harus melakukan optimalisasi, individu terto­long dari fakta bahwa dia punya pilihan. Selain batasan sumber daya, tidak ada ba­tasan lainnya yang harus dihadapinya. Jadi sederetan barang dan kesempatan yang tersedia dapat dia pilih. Barang-barang saling menggantikan satu sama lain: en­tah itu dalam memuaskan satu keinginan atau karena keinginan itu saling bersaing dan jika yang satu terpuaskan, yang lain­nya tidak. Secara umum tidak ada hier­arki keinginan atau kebutuhan. Pada sisi produksi, teknologi menyediakan alterna­tif untuk memproduksi barang, atau bah­kan mengganti input atau barang akhir. Jika karena suatu alasan penggantian itu tidak bisa dilakukan dan barang langka, maka kenaikan harga akan mendorong upaya pencarian subtitusi dan pencarian ini akan berhasil. Ekuilibrium. Optimalisasi oleh kon­sumen akan sukses dan menentukan ekui­librium untuk dirinya; ekuilibrium adalah situasi di mana ketika tidak ada informasi baru individu tidak punya alasan untuk mengubah perilakunya. Hal yang sama juga berlaku untuk produsen. Kompetisi. Untuk sampai pada ke­putusannya, konsumen individu meng­anggap harga barang sebagai given; 1~- sumen adalah bagian yang amat kecil dari keseluruhan perekonomian sehingga tidak bisa memengaruhi harga. Produsen berada dalam situasi yang serupa hanya dalam struktur industri persaingan sempurna. Ini diharapkan namun tidak universal. Dalam situasi nonkompetitif, produsen individual (dan sedikit konsumen) akan memegang kekuasaan pasar dan memengaruhi harga jual atau beli. Tetapi, biasanya situasinya adalah kompetitif.