Demokrasi pascaperang.

Pengertian new right (kanan baru) adalah Istilah yang dipakai pada 1980-an untuk mendeskrip­sikan reaksi luas di kalangan intelektual Barat dalam menghadapi SOCIALISM, sebuah ideologi yang, dalam bentuk cairnya, men­dasari konsensus demokrasi pascaperang. Tetapi istilah ini menyesatkan, setidak­nya karena istilah ini mengimplikasikan kesimetrisan dengan NEw Pertama, “Kanan Baru” jauh lebih beragam. Kedua, meski memiliki kecenderungan ideologis, ia bukan “gerakan” tersendiri, dan hanya disatukan oleh sikap antipati terhadap so­sialisme. Ketiga, hanya ada sedikit orang Kanan Baru yang akan menerima istilah ini atau menganggapnya berguna. Terakh­ir, kebanyakan pemikiran Kanan Baru bu­kan barang baru atau hanya berdasarkan pandangan “sayap kanan.” Ekspresi ini ti­dak dipakai selama beberapa tahun, seba­gian karena banyak dari acuannya sudah usang, atau didiskreditkan, atau diterima secara luas sehingga menjadi ortodoksi bahkan di dalam pemerintahan sayap kiri (misalnya, di Inggris, AS, dan Cina).

Masyarakat bebas.

Pengetahuan absolut seperti itu (menurut mereka) tidak tersedia bagi pengamat sentral, dan karenanya tidak mungkin diperoleh pemerintah. Meskipun demikian pengetahuan itu eksis tetapi dise­barluaskan melalui berbagai macam tran­saksi antar-individu yang hidup di dalam masyarakat bebas atau OPEN SOCIETY. Kare­nanya, sebanyak mungkin keputusan harus ditransfer ke pasar, yang memaksimalkan pilihan. Ketika dibatasi oleh hukum atau konstitusi secara tidak memadai, demokra­si akan menjadi pasar politik, di mana su­ara dijual atau ditukar dengan tunjangan kesejahteraan, subsidi, privilese serikat, dan sebagainya, sedangkan biayanya, da­lam bentuk pajak besar atau inflasi atau keduanya, akan ditanggung oleh pihak yang paling produktif dan paling lemah, dan tidak terorganisir secara politik. Pandangan yang kini lebih tepat di­deskripsikan sebagai “Kanan Lama”, atau (di AS) sebagai “palaeo-konserva­tif”, dan masih ditunjukkan oleh, mi­salnya, Roger Scruton dan William F. Buckley. Ia disebut “baru” atau “neo-” pada 1980-an hanya dalam penger­tian bahwa pandangan ini ditemukan kembali. Burkean dan anti-inclividu­alis tidak menekankan pada hak atau kebebasan abstrak, tetapi pada tugas, otoritas, moralitas, agama, tradisi, kul­tur, masyarakat, dan identitas nasional. Pengertian new right (kanan baru) adalah Hal-hal seperti ini bertentangan deng­an keinginan “pasar” dan karenanya merupakan objek perhatian politik, berada di bawah ancaman kapital­isme yang merajalela dan doktrin liberal yang mempromosikannya sebagai doktrin dari sosialisme. Khususnya di AS, beberapa pemikir dari cabang ini (seperti Russell Kirk) mencita-citakan COMMUNITY agrarian kecil di bawah ke­kuasaan patrimonial atau aristokratik; dan neo-konservatisme “sejati”, yakni pan­dangan dari jurnal Yahudi Commen­tary di New York, yang selama Perang Dingin bersikap antikomunis, sangat patriotik, bersikap “hawkish” dalam urusan luar negeri (terutama sehu­bungan dengan Israel), dan umumnya bersikap liberal atau sosial-demokratis dalam memandang isu-isu dalam ne­geri. Banyak sikap dari Kanan Lama, terutama yang berkaitan dengan identitas kolektif, kini dicap sebagai “keliru secara politik”. Akan tetapi, ketika diadopsi oleh etnis dan “minoritas” lainnya, pemerintahan yang condong ke kiri mungkin akan mentolerir dan bahkan mempromosikannya (“mul­tikulturalisme”). Di antara neokonserva­tif “sejati”, Israel kehilangan dukungan, sebab musuh-musuhnya tidak lagi dapat dianggap sebagai perluasan kekuasaan Soviet, atau karena Israel bukan lagi mu­suh besar Soviet. Demikian pula kapital­isme, karena alasan-alasan “Kanan Lama” (tetapi juga karena alasan Kiri Lama, yang sering kali sama).

Neoliberalisme. Pengertian new right (kanan baru) adalah

Doktrin ini umumnya terbatas di AS. Ke­cuali dalam bidang ekonomi, pengaruhnya pada pemerintah sangat sedikit. Ini tidak mengejutkan, sebab libertarian mengang­gap hampir semua tindakan negara, yang membatasi hak properti, adalah tidak per­lu atau tidak sah. Ajaran khasnya adalah sebagai ber­ikut: abolisi semua pembatasan hukum yang berkaitan dengan perencanaan, po­lusi, keamanan industri, obat-obatan ter­larang dan seks (tindakan yang relevan hanya boleh dilakukan oleh pihak yang berkepentingan); privatisasi semua prop­erti publik dan infrastruktur publik (misal­nya jalan) bersama dengan kesejahteraan, hukum dan ketertiban, dan pertahanan. Libertarianisme adalah INDIvpumism da­lam bentuknya yang ekstrem, dan sangat menekankan pada kebebasan dan tang­gung jawab sosial. Tokoh utamanya adalah John Locke dan von Mises, dan prinsip dasarnya adalah slogan Ayn Rand, “Hands off!” (Ujaran ini juga berlaku dalam kebi­jakan luar negeri libertarian, yang isola­sionis). Tokoh utama lainnya (setidaknya pada 1970-an dan 1980-an) adalah Mur­ray Rothbard dan Robert Nozick. Kedua tendensi itu melemah akibat am­bruknya komunisme Soviet, tetapi ada beberapa h bungan antara pengan utnya: (a) eksistensialisme Kontinental; (b) pen­galaman Marxisme (entah itu sebagai pen­ganut lama atau sebagai subjek dari rezim Marxis); dan (c) pengaruh Solzhenitsyn (terutama The Gulag Archipelago). Nou­vauex philosophes Perancis (misalnya B.-H. Levy) kebanyakan adalah mantan mahasiswa radikal pada era 1968, yang menolak Marx, Sartre, dan tradisi revo­lusi Perancis. Mereka ini menganut cam­puran neoliberalisme dan neokonserva­tisme. Gerakan Kanan Baru Eropa Timur terbagi menjadi kelompok eks-komunis lama (misalnya Kolakowski, Milosz), yang kebanyakan menjadi neoliberal atau de­mokrat sosial, dan pembangkang internal yang lebih muda. Pengertian new right (kanan baru) adalah Yang disebut belakang­an ini umumnya adalah konservatif pop­uler (tidak aristokratik) yang setelah 1989 hampir semuanya sukses menduduki posisi kekuasaan di beberapa negara. (Yang pa­ling menonjol adalah dramawan Vaclav Havel, presiden Czech, dan pemimpin Soli­darity Lech Walesa, presiden di Polandia yang gagal. Karena disibukkan oleh per­soalan religius dan kultural, mereka tidak percaya kepada politik instrumental yang berorientasi pada tujuan, namun politik itu ternyata menekan mereka akibat situ­asi demokratis. Dalam banyak kasus, bi­asanya dalam konsekuensi dari pergolakan yang disebabkan oleh kebijakan ekonomi neoliberal, mereka kehilangan kekuasaan, setidaknya sementara, dan direbut oleh la­wan komunisnya. Pemikiran Kanan Baru diserang den­gan sengit, terutama oleh literati yang ti­dak mau menghadapi argumennya. Meski demikian, ia mengalahkan inisiatif politik dari sosialisme, melemahkan klaim superi­oritas sosialisme. Akan tetapi, faktor yang benar-benar krusial yang menyebabkan melemahnya sosialisme adalah catatan sejarahnya. Beberapa tindakan Kanan Baru terbukti tidak dapat berjalan bail< sebagaimana alternatif sosialisnya. Meski demikian, jika Kanan Baru tampaknya su­dah passe, itu mungkin lantaran banyak dari pemikirannya sudah masuk ke dalam arus utama, dan karenanya menjadi tak kentara.