Advertisement

EXCHANGE RATE / NILAI TUKAR adalah harga dari suatu MATA UANG (CURRENCY) yang diekspresikan dalam ukuran beberapa mata uang lainnya. Menunjukkan tingkat nilai, atau harga dolar ($) yang dapat ditukarkan dengan pound (£). Kurva permintaan (D) untuk £ adalah berkemiringan ke bawah, yang menggambarkan kenyataan bahwa jika £ menjadi lebih murah bagi orang Amerika, barang-barang, jasa dan aset dari Inggris akan lebih murah bagi mereka (Amerika). Hal ini mengakibatkan orang Amerika meminta jumlah yang lebih besar barang-barang Inggris, dan lain sebagainya, dan oleh karena itu meminta jumlah yang lebih besar £ untuk membeli barang-barang tersebut. Kurva penawaran ($) dari £ adalah berkemiringan ke atas, menggambarkan kenyataan bahwa apabila harga dolar terhadap £ meningkat, maka barang-barang, jasa dan aset Amerika menjadi lebih murah bagi orang Inggris. Hal ini mengakibatkan Inggris meminta jumlah yang lebih besar akan barang-barang Amerika dan lain sebagainya, yang oleh karena itu teijadi penawaran yang lebih besar akan £ yang ditukarkan ke dolar untuk membeli barang-barang tersebut. Ekuilibrium dari nilai tukar antara kedua mata uang ditentukan oleh perpotongan skedul permintaan dan penawaran ($ 2 = £ 1,). Di bawah SISTEM NILAI TUKAR TETAP (FIXED EXCHANGE RATE SYSTEM) , sekali ditentukan, akan tetap tidak berubah untuk jangka waktu yang cukup lama. Jika nilai tukar jauh di luar batas yang didasari oleh kondisi pasar dan nilainya menjadi terlalu tinggi, mengakibatkan negara mengalami NERACA PEMBAYARAN (BALANCE OF PAYMENTS) yang defisit, untuk itu devaluasi dapat dilakukan; yaitu, ditetapkan kembali pada nilai yang lebih rendah, yang membuat import (imports) lebih mahal dan EKSPOR (EXPORTS) lebih murah (lihat DEVALUATION) . Dengan cara yang sama, jika nilai tukar dinilai terlalu rendah vang mengakibatkan negara mengalami neraca pembayaran yang surplus, nilai tukar dapat direvaluasi; menetapkan kembali nilai tukar yang lebih tinggi, yang membuat impor lebih murah dan ekspornya lebih mahal (lihat REVALUATION). Namun demikian, pemerintah cenderung menunda mengadakan perubahan nilai tukar, khususnya dengan pendevaluasian, sehingga nilai tukar yang ditetapkan menjadi sangat di luar batas, yang didasari atau diakibatkan oleh tendensi pasar. Apabila hal ini terjadi, SPEKULASI (SPECULATION) terhadap mata uang akan meningkat, mengarah pada ALIRAN UANG YANG PANAS (HOT MONEY FLOWS) yang mengganggu, yang mengakibatkan terganggunya stabilitas pasar uang. Selama ini, nilai tukar jika dibiarkan tidak diatur oleh pemerintah akan berfluktuasi sesuai dengan kondisi pasar yang mendasarinya, yang menggambarkan perbedaan tingkat INFLASI (INFLATION) dan TINGKAT BUNGA (INTEREST RATES) antara-negara. Sebagai contoh, jika harga barang Inggris meningkat lebih tinggi daripada haga barang yang sama dari Amerika, maka masyarakat cenderung akan membeli lebih banyak barang Amerika, yang mengakibatkan apresiasi nilai dolar dan depresiasi nilai poundsterling. Di pihak lain, jika tingkat bunga di Inggris lebih tinggi daripada tingkat bunga di Amerika, hal ini akan merangsang investor Amerika untuk mendepositokan uangnya di pasar uang Inggris, mengakibatkan apresiasi £ terhadap $. Di bawah SISTEM NILAI TUKAR MENGAMBANG (FLOATING EXCHANGE-RATE SYSTEM) , nilai tukar bebas berfluktuasi dari hari ke hari dan akan turun (lihat DEPRECIATION) atau naik (lihat APPRECIATION) sejalan dengan perubahan kondisi pasar, dan membuat (secara teori) neraca pembayaran yang kurang lebih seimbang dari suatu negara dengan suatu dasar yang berkelanjutan. Namun demikian, dalam prakteknya ketidakpastian dan spekulasi yang berkaitan dengan pengembangan secara bebas cenderung menghasilkan pergerakan yang tidak menentu dari nilai tukar, dan cenderung meng¬hambat perdagangan serta mengakibatkan pengaruh ketidakstabilan dalam negeri. Karena alasan ini banyak negara sering lebih menyukai untuk mengatur nilai tukarnya, baik untuk menetralkan tingkat fluktuasi jangka pendek maupun untuk melancarkan garis tren jangka panjang.
Sebagai akibat penyatuan regional ekonomi (seperti MASYARAKAT EROPA (EUROPEAN COMMUNITY) ) beberapa negara dilibatkan dalam dua sistem nilai (b) keterbukaan ekonomi atau aliran uang yang berkaitan dengan pengaruh dari variasi nilai tukar untuk aliran uang pada waktu yang akan datang yang dihasilkan oleh produksi dan pemasaran dari snatu perusahaan. Perubahan yang cukup lama dan dramatis dapat membuat suatu perusahaan untuk berpikir dua kali dalam menghadapi STRATEGI PASAR LUAR NEGERINYA {FOREIGN MARKET SERVICING STRATEGY) dan Strategi PENYEDIAAN (SOURCING) bahan bakunya. Sebagai contoh, suatu perusahaan yang melayani pasar luar negeri dengan mengekspor langsung dari pabrik domestik memutuskan untuk mendirikan unit produksi lokal sebagai gantinya pabrik domestik tersebut apabila terjadi apresiasi nilai tukar yang membuat harga ekspornya tidak kompetitif.
Ada beberapa mekanisme bagi perusahaan agar dapat mengurangi keterbukaan terhadap kemungkinan kerugian yang diakibatkan perubahan nilai tukar. Pertama, suatu perusahaan dapat mencegah posisi yang terbuka dengan memakai teknik manajemen keterbukaan internal seperti mata uang sebanding (menyesuaikan mata uang luar negeri yang dipegang dengan jumlah mata uang luar negeri yang dipinjam); mendahului dan memperlambat (percepatan atau penundaan pembayaran dan penerimaan mata uang luar negeri sewaktu tingkat nilai kurs dari mata uang diperkirakan akan berubah); dan menjaring keuntungan dari penerimaan dan pembayaran uang antara cabang-cabang dari PERUSAHAAN MULTINASIONAL (MULTINATIONAL COMPANY) (saling mengimbangi penerimaan dan pembayaran sehingga dengan demikian hanya ada satu perusahaan yang mengadakan keseimbangan dalam mata uang asing). Kedua, perusahaan dapat mengatur kontrak eksternal untuk mengurangi atau menghilangkan keterbukaan yang masih ada, menghindari risiko dengan: turut serta dalam kontrak pembelian dan penjualan mata uang dalam pasar berjangka yang sesuai (lihat FUTURES MARKET) ; FAKTORING (FACTORING) (menjual hutang dagang perusahaan); membeli dan menjual OPSI MATA UANG ASING (OPTIONS); peminjaman mata uang asing; penggunaan asuransi kredit ekspor (lihat EXPORT CREDIT GUARANTEE DEPARTMENT) , SWAP (SWAPS) dan PINJAMAN YANG SALING MENDUKUNG (BACK-TO-BACK LOANS).

Incoming search terms:

  • appreciation di penukaran mata uang adalah
  • definisi nilai tukar barang
  • deskripsi pengertian niali tukar
  • pengertian revalue
  • sistim nilai tukar inggris

Advertisement
Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • appreciation di penukaran mata uang adalah
  • definisi nilai tukar barang
  • deskripsi pengertian niali tukar
  • pengertian revalue
  • sistim nilai tukar inggris