Sosialisme Stalinis monolitik.

Pengertian nomenklatura adalah Sistem na­ma ini memainkan peran amat penting dalam mctode kontrol atas tipc sosialisme Stalinis monolitik. Sejalan dengan keputusan organ par­tai utama, nomenklatura mencakup daftar tugas atau pos organ terpilih yang ber­beda-beda di mana perubahan personal (pengangkatan, prosedur disiplin, dan seb­againya) diputuskan oleh partai pada level yang berbeda-beda (dari lokal hingga ke in­stitusi sentral tertinggi). Tugas paling pen­ting yang diemban nomenklatura adalah tugas dalam mata rantai yang melaluinya pemimpin yang dipilih oleh organ partai pada level bawah ditentukan oleh level di atasnya. Ini memberi karakter formal pada demokrasi partai, yang, selama kri­sis politik yang mendahului pembersihan rezim partai, memprovokasi beberapa ang­gota partai untuk memberontak (Hungaria pada 1956 dan 1988; Polandia pada 1956 dan 1980; Cekoslowakia pada 1968).

Refor­masi ekonomi. Pengertian nomenklatura adalah

Penunjukkan berbagai fungsi ekonomi dan negara juga ditentukan oleh organ partai. Sering kali persyaratan rasional, kemampuan dan keahlian diabaikan dan lebih diutamakan reliabilitas politiknya. Pengertian nomenklatura adalah Di dalam kehidupan ekonomi dan negara, kontra-seleksi oleh aparatur ini mereduksi efektivitas perekonomian. Jadi adalah wa­jar apabila salah satu tujuan dari refor­masi ekonomi adalah untuk membebaskan kepemimpinan ekonomi dari tekanan no­menklatura. Nomenklatura juga memainkan peran signifikan dalam kultur dan media massa karena adanya blokade informasi dalam sistem Stalinis (lihat juga ELITE THEORY). Ini lebih penting ketimbang sensor. Semua pimpinan institusi yang membentuk opini publik eksistensinya akan bergantung pada eksistensi mereka di organ partai yang ber­beda-beda, yang sebagian besar mengham­bat aspirasi intelektual untuk mencapai glasnost. Telah muncul konklusi teoretis tentang nomenklatura sebagai komponen penting dari monolitik. Yang terutama penting di antara teori-teori itu adalah karya yang berjudul Nomenklatura, oleh Vozlensky, yang menganggap mereka yang termasuk nomenklatura sebagai kelas pe­nguasa dalam masyarakat. Ini sebenarnya adalah konkretisasi teori Milovan Djilas tentang “kelas baru” yang berkembang di masyarakat ini. Pengertian nomenklatura adalah Akan tetapi, teori-teori ini mengabai­kan karakter utama dari pemegang kekua­saan, sehingga penggunaan istilah “kelas” untuk menyebut strata ini bisa dipertan­yakan. Tepatnya inklusi mereka dalam nomenklatura inilah yang mengindikasi­kan bahwa eksistensi mereka bergantung pada organ partai yang relevan, dan jika mereka kehilangan kepercayaan mereka akan dikeluarkan dari kekuasaan. Salah satu argumen penentangnya menyatakan bahwa berbeda dengan kelas penguasa di dalam formasi sosioekonomi lainnya, po­sisi tidak dapat diserahkan kepada genera­si selanjutnya, meskipun keturunan dari mereka yang masuk dalam nomenklatura lebih dini akan memiliki peluang yang lebih besar. Tetapi sering kali dalam prak­tiknya mereka cenderung menghindari tu­gas nomenklatura. Mereka justru memilih pekerjaan yang memberi kemandirian dan pendapatan yang lebih besar.