Tujuan pendidikan.

Pengertian open society (masyarakat terbuka) adalah Frase ini kini telah masuk ke dalam kosakata politik, banyak dipakai oleh para penulis besar dan politisi, meskipun jarang dipakai oleh orang biasa. Istilah ini biasanya be­rarti sebuah masyarakat di mana tidak ada ideologi atau agama yang diberi monopoli, di mana ada perhatian baru terhadap ide­ide dari sumber apa pun, di mana proses politik terbuka terhadap pengawasan dan kritik publik, di mana ada kebebasan un­tuk bepergian dan di rnana restriksi perda­gangan dengan negara lain diminimalkan, dan di mana tujuan pendidikan adalah untuk menanamkan pengetahuan, bukan untuk mengindoktrinasi.

Membangun loyalitas. Pengertian open society (masyarakat terbuka) adalah

Istilah “masyarakat terbuka” (bersama dengan antonimnya, “masyarakat tertutup”) pertama kali terkenal berkat buku Karl Popper (1945). Seperti yang diakuinya, pasangan isti­lah ini sudah diperkenalkan sebelumnya oleh Henri Bergson (1932). Konsep masyarakat tertutup dari dua pemikir ini memiliki banyak kemiripan. Keduanya memandang masyara­kat ini adalah komunitas tatap muka yang tidak besar, dan berhubungan erat. Menurut Bergson, masyarakat ini tersentralisasi, statis dan tidak progresif, otoritas religinya kaku, moralitasnya absolut, dan adat isitadatnya kaku. Popper lebih menekankan pada pan­dangan anti-ilmiah, magis dan kesukuan­nya. Pengertian open society (masyarakat terbuka) adalah Satu hal yang disebut Bergson tetapi tidak disebut oleh Popper adalah bahwa perang antar komunitas yang berdekatan biasanya oleh pemimpin masyarakat tertu­tup dianggap sebagai cara yang baik un­tuk menyatukan dan membangun loyalitas warganya. Akan tetapi, konsep mereka tentang masyarakat terbuka amat berbeda. Menu­rut Bergson, kemunculan masyarakat ter­buka hanya akan terjadi ketika berbagai masyarakat tertutup akhirnya membuka jalan menuju masyarakat dunia di mana kemajuan dan keragaman dihargai, serta dogma agama dan moralitas otoriter tidak lagi dianut. Sebaliknya, menurut Popper, karakter esensial dari masyarakat terbuka bukan intuisi mistis tetapi penggunaan nalar kri­tis yang bebas. Dan masyarakat semacam ini mungkin kecil; dia menyebut contoh masyarakat Athena di bawah kekuasaan Pericles (ketika budaknya tidak dianggap integral dengan masyarakat itu). Dan pen capaia► ►asyarakat terbuka bukan prestasi yang terwujud di masa depan yang jauh saja. Popper ►engatakan kesuksesan pergeseran di masa lalu menuju ke arah keterbukaan, terutama di Barat, telah menghasilkan be­berapa pemikir berpengaruh, terutama Plato di masa Yunani kuno, untuk kembali ke ma­syarakat tertutup. Sebab tinggal di tengah masyarakat terbuka adalah sulit dan orang tidak selalu lebih bahagia ketimbang di dalam masyarakat tertutup. Mereka mung­kin menderita di dalam apa yang disebut Popper sebagai “ketegangan peradaban.” Beberapa orang akan dengan senang me­ninggalkan beban tanggung jawab individu untuk mendapatkan kehangatan dan ke­amanan di dalam masyarakat tertutup. Pengertian open society (masyarakat terbuka) adalah Tetapi Popper sepakat dengan Bergson dalam hal prioritas temporal dari masyarakat tertutup dibanding terbuka; menurut Popper, masyarakat tertutup muncul secara natural, sedangkan masyarakat terbuka selalu harus diperjuangkan. Dia memberi dua alasan. Agar terbuka, sebuah masyarakat juga ha­rus menjadi apa yang dinamakannya se­bagai masyarakat “abstrak”; di sini hubu­ngan tatap muka dengan orang yang tidak dikenal melahirkan hubungan impersonal dengan individu anonim yang sedang ber­main peran (role-playing). Dan transisi ke arah masyarakat semacam itu akan meru­pakan perkembangan akhir. Adalah natural bagi orang untuk meng­anggap tabu dan adat yang ketat dari masyarakat tertutup adalah sesuatu yang alamiah dan tidak bisa diubah, sebab ia dianggap hukum alam. Jadi beralih ke masyarakat terbuka membutuhkan re­volusi untuk mengakui kemampuan ma­nusia untuk mencipta, dan ini juga meru­pakan perkembangan akhir.