Manajemen dan ekonomi.

Pengertian organizational theory (teori organisasi) adalah Ilmu pengetahuan lintas-disipliner yang ber­hubungan erat dengan sosiologi, psikologi, ilmu politik, administrasi publik, manajemen dan ekonomi. Teori ini terutama muncul di AS, Prancis, Jerman setelah Perang Dunia I, terutama untuk merespon kebutuhan prak­tis dan profesional, dan juga akademik, pe­ngetahuan untuk manajer dan administrasi baik di sektor publik dan privat. Kontribusi Amerika dititikberatkan pada problem organisasi industri dan pertumbuhan ad­ministrasi negara sejak 1932, sedangkan Prancis pada organisasi industri sebagai problem utama dari divisi kerja sosial dan ekonmi, dengan landasan karya Emile Durkheim. Sebaliknya, kontribusi Jerman berkaitan dengan fenomena birokrasi se­bagai perwujudan organisasional dari apa yang disebut Weber sebagai otoritas “legal­rasional” baik di negara maupun perusa­haan besar.

Teori organisasi radikal. Pengertian organizational theory (teori organisasi) adalah

Nasihat dari riset, akademik dan pro­fesional kepada manajer dan adminstrator mulai muncul dalam bentuk yang lebih menyatu setelah Perang Dunia II, dan men­dapat pengakuan penuh sebagai bidang riset tersendiri, dan pengajaran dan pelatihannya dipisahkan dari bidang manajemen pada 1950-an. Sejak 1970, teori organisasi ter­bagi menjadi beberapa area studi, terma­suk ORGANIZATIONAL BEHAVIOUR dan teori organisasi radikal dan interpretif. Perilaku organisasi lebih empiris dan kurang formal dan bersifat preskriptif, sedangkan teori organisasi radikal dan interpretif berfokus pada konstruksi realitas dari sudut pan­dang aktor dan organisasi sebagai lokus perjuangan politik, eksploitasi buruh serta dominasi dan kontrol kelas. Pengertian organizational theory (teori organisasi) adalah Teori organisasi sejak awal telah mene­laah hubungan atau “kesusaian” antara ke­pribadian individu, struktur otoritas dan or­ganisasi kerja dan peran teknologi. Teori ini juga mengkaji isu-isu tentang kelompok kecil, tujuan, motivasi, kepemimpinan, komuni­kasi, pembuatan keputusan, sistem organisasi altematif dan sistem suborganisasional, dan “lingkungan” organisasi. Dalam kajian-ka­jian ini terdapat persoalan apakah perso­nalitas, peran atau pembuatan keputusan adalah basis iwnseptual terbaik untuk men­jalankan riset lapangan dan menyusun teori. Pengertian organizational theory (teori organisasi) adalah Yang lebih belakangan, jurnal-jumal teori organisasi dan perilaku organisasi mulai memperlakukan kedua area tersebut se­bagai bentuk teori dan riset sosial. Aki­batnya adalah runtuhnya batas-batas an­tar-area-area itu dengan studi proses dan struktur sosial, ekonomi dan politik pada era 1950-an dan 1960-an. Tidak mengejutkan, ini menyebab­kan meningkatnya peran teori dan konsep el«momi yang makin kompatibel clengan strategi yang diaplikasikan ke perusahaan, pasar nasional, pasar supranasional atau global. Dalam studi tentang pengarij;guran, banyak asumsi tentang karier organisasional telah, ditentang karena bermunculan posisi yang bersifat kontraktual ketimbang posisi permanen, dan karena munculnya privati­sasi dan sistem kontrak sebagai opsi dalam sektor publik, sosial dan swasta.