Advertisement

Proses osmosis terjadi bila terdapat dua macam larutan dengan konsentrasi berbeda dipisahkan satu sama lain oleh suatu membran permeahel. Selama proses ini, air akan mengalir dari larutan yang konsentrasinya lebih rendah melalui membran menuju larutan yang konsentrasinya lebih tinggi, sampai kedua larutan tersebut mencapai ekuilibrium di mana konsentrasinya menjadi sama, Osmosis berlawanan menggunakan proses seperti ini tetapi dengan arah berlawanan. Tekanan dengan konsentrasi tinggi harus diberi tekanan yang eukup sedemikian rupa sehingga molekul-molekul air tidak akan mengalir ke dalam tetapi sebaliknya, yaitu keluar.

Salah satu masalah yang ditemui dalam penggunaan metode osmosis berlawanan adalah dalam mendapatkan penyangga yang tepat untuk permukaan membran yang luas dan tipis, sehingga membran cukup dapat menahan tekanan yang diperlukan. Molekul-molekul organik dapat merusak membran tersebut, tetapi masalah ini tidak terlalu serius bila dibandingkan dengan metode elektrodialisis.

Advertisement

Karena yang mengalir melalui membran adalah air dan bukan ion-ion, maka proses osmosis berlawanan dapat mengurangi kandungan garam-garam organik maupun mineral dari air. Beberapa laporan menyebutkan bahwa proses osmosis berlawanan dapat mengurangi sebanyak 90% total padatan dan menghasilkan rekoveri air sebanyak 75%. Masalah lain yang timbul pada metode osmosis berlawanan, seperti halnya proses elektrodialisis, adalah pembuangan sisa air buangan yang konsentrasinya menj adi pekat setelah proses osmosis berlawanan.

Tidak satupun proses yang dijelaskan di atas dapat digunakan untuk menangani air buangan dengan baik secara terpisah tanpa mengkombinasikan beberapa proses. Proses-proses tersebut harus dilakukan secara berurutan dengan metode penanganan primer maupun sekunder. Salah satu contoh tahap-tahap proses penanganan air buangan adalah sebagai berikut:

  1. Penanganan primer, yaitu membuang bahan-bahan padatan yang mengendap atau mengapung.
  2. Penanganan sekunder, yaitu proses dekomposisi bahan-bahan padatan secara biologis.
  3. Pp.ngendapan, yaitu menghilangkan komponen-komponen fosfor dan padatan tersuspensi.
  4. Adsorbsi, yaitu menghilangkan bahan-bahan organik terlarut.
  5. Elektrodialisis, yaitu menurunkan konsentrasi garam-garam terlarut sampai pada konsentrasi air semula, sebelum digunakan.
  6. Khlorinasi, yaitu menghilangkan organisme penyebab penyakit.

Dengan melakukan tahap-tahap seperti tersebut di atas dalam penanganan suatu air buangan diharapkan air buangan tersebut dapat digunakan kembali karena mutunya kembali seperti semula, yaitu sebelum digunakan.

 

Incoming search terms:

  • osmosis berlawanan
  • apa yang dimaksud osmosis berlawanan
  • tahap osmosis berlawanan

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • osmosis berlawanan
  • apa yang dimaksud osmosis berlawanan
  • tahap osmosis berlawanan