Advertisement

Kompleks candi terbesar di Pulau Bali. Letaknya di pinggir Sungai Pakerisan, sebelah selatan Tampaksiring, sekitar 35 kilometer dari Denpasar. Dulu tempat ini bernama Sang Hyang Katyagan Ing Pakistan Mangaran Ring-Amarawati. Maka kelompok candi ini disebut pula dengan nama percandian Amarawati. Amarawati sendiri adalah nama tempat suci di dekat Nagapatna, India, yang digunakan oleh Raja Udayana sebagai nama tempat semadinya di Gunung Kawi ini.

Nama Candi Padas Gunung Kawi diambil karena kompleks percandian ini dipahat pada dinding padas (karang) dan letaknya di lereng perbukitan Gunung Kawi. Untuk mencapai tempat ini, pengunjung harus berjalan kaki menuruni anak tangga batu yang puluhan jumlahnya, menuju sisi kanan Sungai Pakerisan Di tepian sungai inilah berderet empat candi yang tingginya 7 meter.

Advertisement

Kelompok candi ini ditemukan kembali pada tahun 1920 oleh Damste, seorang pejabat tinggi Belanda. Penyelidikannya kemudian dilanjutkan oleh Krijg- man tahun 1949. Kompleks percandian ini merupakan makam raja Bali yang bernama Anak Wungsu, putra bungsu Raja Udayana. Pada candi terbesar di jajaran timur paling utara Gunung Kawi, terdapat tulisan “Haji Lumah Ing Jalu” yang oleh ahli sejarah disama kau dengan Anak Wungsu.

Berdasarkan catatan sejarah, Raja Dharmodayana Warmadewa atau Udayana memerintah Bali (989- 1011) bersama permaisurinya Gunapriyadharmapatni atau Mahendradatta, putri Raja Makutawang- sawardhana. Putra sulung Udayana adalah Airlangga yang kawin dengan putri Raja Dharmawangsa. Setelah Dharmawangsa terbunuh, Airlangga menjadi raja di Medang yang berkedudukan di Kahuripan.

Udayana digantikan oleh putra keduanya, Marakata, yang memerintah dari 1011-1022. Setelah wafat. Marakata digantikan oleh adik bungsunya, Anak Wungsu. Raja Anak Wungsu, bergelar Paduka Haji Anak Wungsu (1049-1077), merupakan raja Bali yang paling banyak meninggalkan prasasti (sekitar 28 buah) yang tersebar di Bali utara, tengah, dan selatan. Di samping itu, masih terdapat beberapa buah prasasti singkat di Gua Gajah, Gunung Penulisan, Sangsit dan Gunung Kawi.

Berdasarkan prasasti yang ada, Raja Anak Wungsu memerintah selama 28 tahun, dan dicintai rakyatnya. Agama Hindu yang dianutnya berasal dari aliran Waisnawa, pemuja Dewa Wisnu. Namun ia tidak melupakan kebaktiannya kepada Trimurti, terutama Dewa Siwa. Rakyatnya sendiri sebagian menganut agama Hindu, sebagian lainnya Budha. Raja Anak Wungsu wafat tahun 1080, dan dimakamkan di candi Gunung Kawi ini. Permaisurinya Bhatari Mandul yang meninggal tahun 1077 juga dimakamkan di sini.

Incoming search terms:

  • Arti gunung Kawi
  • Artr dari nama gunung kawi
  • tulisan dan arti d gunung kawi

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • Arti gunung Kawi
  • Artr dari nama gunung kawi
  • tulisan dan arti d gunung kawi