Advertisement

Di Indonesia dipungut atas dasar Undang-undang No. 7 tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan. Undang-undang ini mulai berlaku tanggal 1 Januari 1984, karena itu sering pula disebut Undang-undang Pajak Penghasilan 1984.

Subjek Pajak Penghasilan adalah orang (pribadi atau perseorangan) dan badan usaha (PT, perseroan, c.v. komanditer, firma, perkumpulan, koperasi, yayasan, lembaga, Badan Usaha Milik Negara, BUMD), dan segala bentuk usaha tetap yang memiliki penghasilan. Badan dan perorangan yang tidak termasuk subjek pajak penghasilan adalah badan-badan interna-sional, seperti kedutaan besar, konsulat, badan-badan di bawah Perserikatan Bangsa-bangsa, IMF, dll. beserta pejabat-pejabatnya yang bukan warga negara Indonesia. Secara umum Subjek Pajak Penghasilan dapat digolongkan menjadi: (1) Subjek Pajak Dalam Negeri dan (2) Subjek Pajak Luar Negeri.

Advertisement

Objek pajak penghasilan adalah penghasilan kena pajak selama satu tahun pajak. Penghasilan yang dimaksudkan adalah setiap tambahan kemampuan ekonomis oleh wajib pajak, dari Indonesia maupun dari luar negeri, yang dapat dipakai untuk konsumsi atau untuk riienambah kekayaan wajib pajak yang bersangkutan. Wujud objek pajak adalah: gaji, upah, komisi, bonus, pensiun, dan imbalan lain atas pekerjaan yang dilakukan; honorarium untuk artis, olahragawan, dll., serta hadiah undian dan penghargaan; laba bersih (netto) usaha; keuntungan karena penjualan atau pengalihan harta; penerimaan kembali pembayaran pajak yang telah diperhitungkan sebagai biaya; bunga, dividen, royalti, sewa.

Advertisement