Advertisement

pajak penghasilan

Pajak yang dipungut dari penghasilan warga yang bekerja memiliki dua efek terhadap jumlah dari pekerjaan yang mau dilakukan oleh warga. Pajak ini mengurangi pendapatan bersih sehingga mendorong warga untuk bekerja lebih demi mempertahankan pendapatan riil (‘efek pendapatan’). Tetapi pajak ini juga mengurangi jumlah yang diterima warga dari waktu yang mereka gunakan untuk bersenang-senang dan mendorong mereka mengurangi kerja (‘efek substitusi ). Ini berarti bahwa pajak penghasilan mempengaruhi pilihan antara bekerja dan bersenang-senang. Jika landasan pajak meliputi kegiatan bersenang-senang dan juga pendapatan, distorsi ini dapat dihindari, seperti pajak kepala yang disinggung di atas. Kesulitannya tentu saja hampir tidak mungkin menyesuaikan pajak ini sesuai dengan kemampuan tiap orang dalam menghasilkan pendapatan.

Advertisement

Efek distribusional

Pajak mempengaruhi distribusi pendapatan. Ini jelas terlihat dari distribusi pendapatan setelah dipotong pajak, meski pajak juga mempengaruhi pendapatan sebelum dipotong pajak. Jika pajak penghasilan mempengaruhi jumlah jam kerja warga, maka ini juga akan mempengaruhi distribusi pendapatan sebelum pajak.

Adalah pendapat yang salah kaprah bahwa untuk mendistribusikan pendapatan terhadap kelompok miskin, harus dibuat daftar peringkat yang akan naik sejalan dengan kenaikan pendapatan. Meskipun penerimaan pajak dipergu-nakan untuk kebaikan bersama, tidak diperlukan sebuah jadwal kenaikan pajak.

Banyak orang beranggapan bahwa pajak akan menyebabkan distribusi pendapatan bersih lebih seimbang. Lebih seimbang di sini sangat kabur, dan jelas sekali terdapat perbedaan atas seberapa jauh kesetaraan ini diinginkan masyarakat.

Keseimbangan antara efek distribusional dan efek alokatif ini adalah tujuan utama dari ‘perpajakan optimal’. Dalam kasus pajak penghasilan, permasalahnnya adalah menemukan struktur yang mampu menghasilkan keseimbangan antara pajak tinggi untuk memperoleh pendapatan demi melakukan redistribusi, sementara pajak rendah untuk menjamin penghasilan yang tersedia bagi redistribusi tidak jatuh terlalu jauh. Inti permasalahannya adalah menyeimbangkan ukuran kue yang akan dibagikan. Sudah disepakati bahwa daftar tarif pajak terhadap penghasilan harus dimulai dari angka nol, meningkat, dan kemudian pada titik pendapatan tertentu menurun lagi. Jadi grafik yang optimal akan berbentuk huruf U terbalik.

Efek administratif

Memungut pajak mengakibatkan munculnya biaya-biaya baik pada sektor publik maupun pada sektor swasta yang bisa sangat bervariasi. Sebagai contohnya, AS dan Inggris memiliki jumlah pegawai pemungut pajak penghasilan yang hampir sama, padahal penduduk AS kurang lebih empat kali lipat penduduk Inggris. (Mungkin hal ini disebabkan oleh biaya-biaya sektor swasta atas ketaatan terhadap pajak penghasilan lebih rendah di Inggris dibandingkan dengan AS).

Salah satu penentu utama biaya administratif adalah kompleksitas hukum perpajakan. Sering kali kompleksitas ini dikemukakan sebagai usaha untuk membuat hukum yang lebih baik, tetapi ironisnya malah mengurangi kesadaran publik sampai pada tingkat di mana kalangan warga yang miskin tidak bisa memanfaatkan pasal-pasal yang katakanlah bisa menguntungkan mereka.

Salah satu penyebab utama kompleksitas ini pelipatgandaan sebagaimana di antara beragam penghasilan seperti upah dan pendapatan modal riil. Jika tarif pajak atas pendapatan modal rendah maka terdapat insentif yang kuat bagi mereka yang memiliki upah tinggi untuk mengubah penghasilannya menjadi pendapatan modal. Tarif tunggal yang seragam atas keseluruhan penghasilan bisa menjadi jawaban yang tepat. Ini juga menjadi langkah yang baik kearah terciptanya daftar tarif pajak penghasilan yang optimal yang sedang dibicarakan.

Incoming search terms:

  • pengertian distribusional

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • pengertian distribusional