Advertisement

Suatu jenis rotan kecil. Tumbuhnya berumpun dan merambat. Batangnya dapat mencapai panjang sampai 6 meter dan garis tengah sekitar 5 milimeter. Seperti pada umumnya tumbuhan rotan, pelepahnya berduri dan tangkai daunnya juga berduri. Pada pelepahnya terdapat sulur berbentuk seperti lidi yang penuh duri-duri kait. Sulur ini berfungsi untuk merambat. Helaian daunnya berbentuk sirip, dengan panjang 20- 30 sentimeter dan lebar 10 sentimeter; anak daunnya kecil, berbentuk pita dengan panjang 4 sentimeter dan lebar sekitar 1 sentimeter, bagian tepi anak daun penuh dengan bulu halus berwarna keputih-putihan. Perbungaannya muncul tepat pada tempat sulur pelepah daun. Bentuk sumbu perbungaannya mirip sulur pelepah; karena itu, selain untuk aJat reproduksi, perbungaan tersebut berfungsi pula sebagai alat pemanjat. Beberapa pakar berasumsi bahwa sulur pelepah ini merupakan perbungaan mandul. Bunganya berwarna keputih-putihan. Buahnya bersisik seperti buah salak, berbentuk bulat dengan garis tengah sekitar 1 sentimeter, berwarna cokelat kekuning-kuningan. Bijinya satu.

Palem paris tersebar liar di Sumatra dan Jawa Barat; varietas yang lain terdapat di Semenanjung Melayu. Tanaman ini tumbuh di hutan primer yang Bercurah hujan rata-rata sekitar 3.500 milimeter per tahun, pada ketinggian 0 – 800 meter di atas permukaan laut. Palem paris berpotensi sebagai tanaman hias, terutama untuk tanaman pot jika tingginya diusahakan tidak melebihi 1 meter. Perbanyakannya terutama dilakukan melalui biji; perbanyakan melalui tunas rumpun biasanya gagal, karena perakarannya sangat rentan terhadap kerusakan.

Advertisement

Klasifikasi Ilmiah. Palem paris termasuk dalam suku Arecaceae (pinang-pinangan); nama ilmiahnya Calamus ciliaris, dan varietas yang terdapat di Semenanjung Malaya adalah var. peninsularis. Nama palem paris didapat dari para pen ija tanaman hias di Jawa Barat. Tampaknya sebutan pans digunakan untuk memberikan kesan tanaman elit.

Advertisement