PENGERTIAN PANDANGAN EVOLUSIONER MATERIALIS – Pandangan evolusioner materialis atas kehidupan sosial manusia. Pandangan ini bersifat evolusioner dalam arti bahwa ia memusatkan perhatiannya kepada pola-pola perubahan sosial jangka panjang. Perhatian diberikan kepada bagaimana dan kenapa kesamaan-kesamaan dan perbedaan-perbedaan penting di antara masyarakat manusia muncul, bertahan dan mengalami perubahan. Ia bersifat materialis dalam arti karena ia berpendirian bahwa kondisi material eksistensi manusia merupakan sebab-sebab penting bagi berbagai kesamaan dan perbedaan sosial. Karena evolusionis materialis banyak menggunakan prinsip-prinsip strategi teoritis konflik, maka prinsip-prinsip ini juga memainkan peranan sangat signifikan dalam buku ini. Walaupun strategi konflik dan evolusionis materialis tidaklah identik, namun keduanya tumpang tindih dalam banyak hal, dan kesamaan di antara keduanya jauh lebih banyak dari perbedaannya.  Strategi materialis evolusioner dan konflik yang dianut buku ini jelas berhadapan dengan strategi fungsionalisme dan idealisme. Kesulitan -kesulitan utama dengan fungsionalisme sudah kita bahas. Kesulitan utama dengan pendekatan idealis adalah karena ia secara konsisten mengelak menjawab serangkaian pertanyaan krusial: Dari mana asal berbagai gagasan dan cita-cita yang berbeda-beda, dan bagaimana dan kenapa ia mengalami perubahan? Jawaban atas pertanyaan tersebut merupakan keharusan jika ia mengldaim gagasan dan cita-cita sebagai sebab-sebab utama yang mengarahkan kehidupan sosial. Dengan demikian, kegagalan menjawab pertanyaan ini hanyalah menunjukkan ketidak-sahihan pendekatan idealis (sebagaimana yang akan ditunjukkan bab berikutnya, materialis dapat menjawab pertanyaan mengenai dari mana asal serangkaian perbedaan dalam berbagai kondisi material dan bagaimana serta kenapa terjadi perubahan).

Sosiologi adalah kajian ilmiah atas masyarakat manusia. Sosiolog Mikro mengkhususkan diri mengkaji perilaku sosial dalam kelompok dan setting sosial yang relatif kecil. Sebaliknya, Sosiolog makro memusatkan perhatiannya kepada pola-pola sosial berskala besar, misalnya seluruh masyarakat atau jaringan kerja global yang lebih besar di dalam mana masyarakat berada. Sosiolog makro pada umumnya menekankan diri pada perspektif komparatif dan historis.

Penelitian sosiologis memerlukan strategi teoritis dan teori. Strategi teoritis adalah serangkain konsep dan prinsip yang sangat abstrak, sedangkan teori menyajikan aplikasi konsep dan prinsip ini kepada gejala tertentu. Strategi teoritis berisi jalinan berbagai teori yang saling berkaitan.

Sosiologi modern, termasuk sosiologi makro, merupakan disiplin ilmu yang sangat terbagi-bagi yang ditandai dengan keragaman dan pertentangan teoritis yang sangat besar. Dengan demikian, berbagai strategi teoritis bersaing merangkul para sosiolog makro kontemporer. Berbagai Strategi teoritis ini mencakup materialisme, idealisme, fungsionalisme, strategi konflik neo-marxian dan neo-weberian, versi fungsionalis dan materialis dari evolusionisme sosial dan eklektisisme.

Filed under : Bikers Pintar,