Advertisement

Ideologi menurut William (1959) mengandung dua hal, yaitu:

  1. Unsur-unsur filsafat yang digunakan, atau usulan-usuian yang digunakan sebagai dasar untuk kegiatan.
  2. Pembenaran intelektual untuk seperangkat norma-norma, seperti kapitalisme dan sebagainya.

Ideologi merupakan komponen dasar terakhir dari sistem-sistem sosiobudaya. Pengertian ini menyangkut sistem-sistem dasar kepercayaan dan petunjuk hidup sehari-hari. Suatu ideologi bagi masyarakat tersusun dari tiga unsur, yaitu (1) pandangan hidup (worid View), (2) nilai-nilai, dan (3) norma-norma (Lenski, 1974).

Advertisement

Pendapat ini menunjukkan bahwa pandangan hidup itu merupakan bagian dari ideologi Kebudayaan dapatmembuat kernungkinan-kemungkinan menjawab pertanyaan mengapa (why) tentang sesuatu dari kehidupan. Untuk menjawabnya> masyarakat mengekspresikan hasil kebudayaannya untuk mencapai beberapa pengertian. Dalam kenyataan ternyata ilmu pengetahuan mampu menjawab pertanyaan mengapa (why)-nya sesuatu, tetapi sekaligus mengundang pertanyaan-pertanyaan selanjutnya. Dalam beberapa hal dapat digunakan beberapa keterangan, tetapi untuk pertanyaan mendasar seperti: Apakah sesungguhnya kenyataan di dunia ini? Kekuatan-kekuatan apa yang mengontrol kehidupan manusia? dan seterusnya. Pertanyaan-pertanyaan semacam ini ‘tidak mungkin dijawab oleh pengetahuan. Pertanyaan ini hanya dapat dijawab atau menimbulkan jawaban-jawaban yang sifatnya dasar-dasar dari kepercayaan (Peter Berger, 1961). Tetapi ini bukan berarti bahwa permainan akal tidak terbentuk. Banyak orang menggambarkan kesimpulannya dari observasi dan pengalamannya dengan teliti, sebagaimana kemampuan rasional mereka, tetapi pada analisis terakhirnya kekuatan mereka mengambil suatu langka1^ loncatan kepercayaan dan mengatakan, “Percaya….”

Variasi-variasi pengalaman kemanusiaan yang dikombinasikan dengan kebutuhan untuk suatu kepercayaan dunia akan menghasilkan banyak variasi (tak terbatas) dalam pandangan hidup (Lenski, Lenski, 1974). Masyarakat sekarang berbeda dengan masyarakat yang telah lalu, masyarakat dahulu cenderung didominasi oleh pandangan hidup tertentu. Masyarakat modern, dalam berbagai hal, telah menciptakan adanya konflik pandangan-pandangan untuk pengabdian dirinya. Untuk suatu masyarakat industri, pandangan hidup bukan merupakan sumber integrasi, sebagaimana halnya untuk masyarakat dahulu. Adanya kecenderungan reideologi dan retradisionalisasi masyarakat sekarang, merupakan contoh yang nyata.

Pada abad ke-18 dan awal abad ke-20 banyak orang berpikir bahwa ilmu pengetahuan dapat menggantikan semua kedudukan ideologi (termasuk pandangan hidup) dan merupakan pelengkap terakhir dari keterbatasan pandangan hidup. Sudah mafhum bahwa sains modern telah memikirkan segala sesuatu, bahkan mendidilCpribadi untuk bersikap mengambil sejumlah kemudahan dalam merumuskan pandangan hidupnya. Tetapi, lambat-laun sains tidak dapat menghasilkan kreasinya, dalam kenyataan ia menghindar dari soal-soal alam yang mendasar tentang realitas.

Seperti diuraikan di muka, di dalam ideologi tidak hanya ada norma dan pandangan hidup, tetapi ada nilai-nilai. Hanya yang penting ialah bahwa nilai-nilai itu cenderung mengikat pandangan hidup. Pandangan hidup merupakan pelengkap nilai-nilai dalam membuat pembenaran atau rasionalisasi untuk nilai-nilai, seperti untuk melakukan suatu kegiatan; pandangan hidup memberi semangat kepada nilai-nilai. Demikian pula norma-norma digunakan untuk hampir seluruh aturan khusus. Bedanya dengan nilai, kedudukan nilai selalu dalam pengertian umum. Norma berlaku dalam menentukan perilaku perintah atau larangan untuk suatu kewajiban dari peranan spesifik dalam situasi yang spesifik pula sehingga norma menjiwai pandangan hidup dalam hal-hal yang spesifik.

Dari uraian di atas, nampak pada kita bahwa ideologi lebih luas daripada pandangan hidup. Ideologi biasanya tidak dipakai dalam hubungan individu. Ideologi dipakai dalam konteks yang lebih luas, seperti ideologi negara, idologi masyarakat, atau ideologi kelompok tertentu Ideologi sebagai pedoman hidup merupakan suatu cita-cita yang ingin dicapai oleh banyak individu dalam masyarakat. Tetapi, lahirnya suatu ideologi dapat .disusun secara sadar oleh tokoh-tokoh pemikir suatu masyarakat atau golongan tertentu dari masyarakat, yang diperuntukkan bagi masyarakat.

Incoming search terms:

  • ideologi menurut wiliam
  • yabg dimaksud dengan nilai norma pandangan hidup
  • pengertian nilai norma pandangan hidup
  • Pengertian ideologi menurut william
  • pandangan hidup/ideologi
  • pandangan hidup dan ideologi
  • pandangan hidup dan deologi
  • kepercayaan ideologi dan pandangan hidup
  • ideologi menurut william
  • hubungan pandangan hidup dengan ideologi

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • ideologi menurut wiliam
  • yabg dimaksud dengan nilai norma pandangan hidup
  • pengertian nilai norma pandangan hidup
  • Pengertian ideologi menurut william
  • pandangan hidup/ideologi
  • pandangan hidup dan ideologi
  • pandangan hidup dan deologi
  • kepercayaan ideologi dan pandangan hidup
  • ideologi menurut william
  • hubungan pandangan hidup dengan ideologi