PENGERTIAN PANDANGAN PSIKODINAMIKA MENGENAI GANGGUAN MAKAN – Terdapat banyak teori psikodinamika mengenai gangguan makan. Sebagian besar berpendapat bahwa penyebab utamanya terdapat dalam hubungan orang tua-anak vang terganggu dan sepakat bahwa beberapa karakteristik kepribadian penting, seperti harga diri yang rendah dan perfeksionisme, ditemukan pada individu yang memiliki gangguan makan. Berbagai teori psikodinamika juga menyatakan bahwa simtom-simtom gangguan makan menjadi suatu pemenuhan bagi beberapa- kebutuhan, seperti meningkatkan rasa efektivitas diri melalui keberhasilan mempertahankan diet ketat atau tidak tumbuh secara seksual dengan menjadi sangat kurus sehingga tidak mencapai bentuk tubuh seorang perempuan pada umumnya.

Sebagaimana disebutkan sebelumnya, beberapa teori psikodinamika berfokus pada hubungan keluarga. Salah satu pandangan yang diterima luas, dikemukakan aleh Hilde Bruch(1980), menyatakan bahwa anoreksia nervosa merupakan upaya yang dilakukan anak-anak yang dibesarkan dengan cara yang membuat mereka merasa tidak efektif untuk memperoleh kompetensi dan penghargaan dan untuk menghilangkan rasa tidak berguna, tidak efektif, dan tidak berdaya. Perasaan tidak efektif tersebut diyakini muncul akibat pola asuh yang memaksakan keinginan yang tua pada anak-anak tanpa mempertimbangkan kebutuhan atau keinginan si Contohnya, orang tua secara sepihak menentukan kapan anak merasa lapar atau lelah, dan tidak dapat mengenali kondisi aktual si anak. Anak-anak yang dibesarkan dengan cara ini tidak belajar untuk mengidentifikasi kondisi internal mereka sendiri dan menjadi tidak mandiri. Menghadapi berbagai tantangan di masa remaja, anak terjebak pada penekanan sosial mengenai kelangsingan tubuh dan mengdiet menjadi alat untuk memperoleh kendali dan identitas. Terlebih lagi, persepsi diri negatif tentang berat badan digunakan sebagai sudut pandang untulmelihat berbagai aspek lain dalam dirinya sehingga berkontribusi terhadap keseluruhar. penilaian diri yang rendah. Teori psikodinamika lain, dijelaskan oleh Goodsitt (1997), menyatakan bahwa bulimia nervosa pada perempuan berakar dari kegagalan untuk mengembangkan kesadaran diri yang adekuat karena hubungan ibu-anak yang dipenuhi konflik. Makanan menjadi simbol kegagalan hubungan tersebut. Makan berlebihan dan pengurasan yang dilakukan si anak mencerminkan konflik antara kebutuhan akan ibu dan keinginan untuk menolak ibu.

Meskipun terdapat keterbatasan bukti yang mendukung berbagai pandangan psikodinamika, terdapat beberapa dukungan bagi pendapat tersebut dari dua sumber: berbagai studi tentang karakteristik kepribadian pasien yang menderita gangguan makan dan berbagai studi tentang karakteristik keluarga para pasien. Meskipun demikian, sulit untuk mengambil kesimpulan pasti dalam kedua hal tersebut karena gangguan itu sendiri dapat mengakibatkan berbagai perubahan pada kepribadian atau pada keluarga pasien.

Filed under : Bikers Pintar,