Advertisement

Didirikan oleh R.Ngt. Oeminah Mangoenkarjo pada tahun 1933 di Bojonegoro, Jawa Timur. Penerus panembah ini adalah A. Tannjono Danoesoebroto. Panembah ini mengajarkan “sejati- ning panembah” (hakikat penyembahan) kepada Tuhan Yang Maha Esa, dengan mengambil tempat di luar rumah, pagi jam 4.30-6.00 menghadap ke limur, petang jam 18.30-20.00 menghadap ke barat, dan tengah malam jam 24.30-01.30 dengan arah bebas. Penghayatannya dilakukan dengan berdiri tegak sambil memandang jauh, menyatakan keyakinannya terhadap Tuhan Yang Maha Esa dalam bahasa Jawa, menghentak kaki di bumi tiga kali, menyembah dengan kedua tangan tiga kali, kemudian menempelkannya di dada, kepala menunduk dan mata dipejamkan, mengheningkan cipta hingga tembus di hati disertai tarikan napas panjang tiga kali. Anggota panembah tersebar di Kabupaten Bojonegoro.

Incoming search terms:

  • Panembah
  • arti panembah
  • Panembah jati
  • sejatining panembah

Advertisement
Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • Panembah
  • arti panembah
  • Panembah jati
  • sejatining panembah