Advertisement

Satu versi cerita panji yang ditulis pada tahun 1801 atas perintah Pangeran Adimanggala di Palembang. Menurut Poerbatjaraka, versi ini termasuk tua meskipun baru dalam abad ke-19 ditulis, berdasarkan unsur-unsur bahasanya. Dalam versi ini disebut nama-nama empat negara seperti biasa dalam cerita Panji, yakni Jang, gala atau Kuripan, Mamenang atau Daha atau Kediri Urawan dan Singasari. Panji Wanengpati adalah putra sulung raja Kuripan, sedang Onengan adab h putri bungsunya.

Ada tiga cerita dalam Panji Angreni. Bagian pertama mengisahkan pertunangan Panji Wanengpati dengan Sekartaji dari Daha. Sementara itu Panji Wanengpati jatuh cinta kepada Angreni, putri patih Kuripan. Mengetahui hal itu, raja Kuripan memerintahkan membunuh Angreni. Panji bagai orang tak waras, selalu terkenang Angreni, dan mengembara dengan menaklukkan Blambangan, Bali, dan daerah- daerah lainnya. Raja Daha meminta bantu n Panji untuk menahan serangan raja Matuan. Sebagi imbalan Panji dikawinkan dengan putri Daha, Sekartaji yang berparas mirip Angreni. Sementara itu putra raja Daha, Gunungsari, jatuh cinta pada Onengan, adik Panji, maka diadakanlah perkawinan mereka. Berita perkawinan Sekartaji dengan Jayeng Sari (nama samaran Panji) membuat marah raja Kuripan, karena Sekartaji telah dipertunangkan dengan Panji. Hampir saja terjadi peperangan ketika Panji membuka rahasia penyamarannya. Ketika diketahui bahwa Jay ig Sari tak lain adalah Panji Wanengpati, bergembiralah seluruh isi kerajaan.

Advertisement

Bagian kedua menceritakan Ratu Nusakencana yang mencintai saudara perempuannya Angrenasari atau Ngrenaswara, penjelmaan Angreni. Angrenasari hendak diperistri asal dimadu dengan Dewi Candrakirana di Kediri. Nusakencana menyerang Kediri karena Panji secara sengaja memancing kemarahan Nusakencana dengan menyebarkan berita bahwa Nusakencana diperkosa Panji. Dalam pertempuran yang terjadi, Ratu Nusakencana tewas. Kemudian Narada turun dari kahyangan dan mempersatukan Ngrenaswara atau Angrenasari dengan Dewi Candrakirana menjadi pribadi baru bernama Dewi Candraswara.

Cerita ketiga menceritakan seorang pendeta atas angin yang mempunyai 13 anak laki-laki dan seorang anak perempuan bernama Bikang Murdeya. Anak lelaki yang sulung, bernama Bambang Swatama, ingin mengawini Candrakirana. Bersama saudara-saudaranya i? menyamar sebagai Raden Panji dan menuju Jangg . Semua dapat dikalahkan Panji dan kembali ke asalnya yang asli, begitu pula Bikang Murdeya yang menyamar sebagai Ragil Kuning, akhirnya dijadikan gundik oleh Raden Panji sebenarnya.

Incoming search terms:

  • angreni
  • panji anggr

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • angreni
  • panji anggr