Advertisement

Dalam ejaan lama Pandji Poestaka, merupakan mingguan berbahasa Melayu yang diterbitkan Balai Pustaka pada jaman penjajahan. Panji Pustaka diterbitkan pada tahun 1923, namun bukan majalah berbahasa Melayu pertama yang diterbitkan badan pemerintah jajahan. Pada tahun 1918 telah terbit majalah bulanan Sri Poestaka yang berisi keistimewaan baik hal-hal di dalam negeri maupun luar negeri, ditambah dengan cerita bersambung atau kadang-kadang hikayat dan syair lama. Sri Poestaka akhirnya berhenti terbit pada tahun 1931 dan hanya menjadi lampiran majalah Panji Pustaka sampai tahun 1938. Usia majalah Panji Pustaka sampai tahun 1945.

Sejak tahun 1926 majalah ini diterbitkan dua kali seminggu. Isi majalah terutama berita aktual dalam maupun luar negeri, penerangan bagi penduduk pribumi tentang peristiwa dalam negeri, ilmu pengetahuan, dan karya-karya sastra. Kritik sastra sederhana telah muncul di majalah ini pada tahun 1923, yakni kritik terhadap buku Sunda karya R. Memed Sastrahadiprawira, Saribanon. Dokumentasi lengkap majalah ini terdapat di perpustakaan Balai Pustaka.

Advertisement

Advertisement