Advertisement

Atau perkawinan yang dipantangkan atau tidak diperkenankan secara adat, biasanya disertai oleh sanksi berupa pengucilan, denda, pengusiran, penghukuman, dsb. terhadap pelanggarnya. Selain sanksi nyata, pelaku pelanggaran terhadap pantangan kawin juga akan dikenai sanksi yang berkaitan dengan sistem kepercayaan masyarakat, misalnya terkena bencana, hidup tidak bahagia. Beberapa istilah yang digunakan untuk pantangan kawin, misalnya pemali, sumbang, atau dalam istilah asingnya incest.

Indonesia yang terdiri atas ratusan suku bangsa dengan aneka ragam adat istiadatnya juga mengenal bermacam-macam pantangan kawin. Suku bangsa Bali mengenal pantangan antara seorang anak perempuan dari kasta tinggi dan seorang anak laki-laki dari kasta lebih rendah, karena hal itu bisa membawa malu kepada keluarga dan menjatuhkan gengsi seluruh kasta anak perempuan itu. Jika perkawinan semacam ini terjadi, pada masa lalu diadakan sanksi dengan mengeluarkan anak perempuan itu dari dadianyz, dan secara fisik pasangan suami-istri dihukum buang (meselong) untuk beberapa lama ke suatu tempat yang jauh dari tempat asalnya. Bentuk pantangan kawin yang lain di Bali adalah perkawinan bertukar antara saudara perempuan suami dan saudara laki-laki istri (mekedengan ngad), perkawinan antara orang tua dan anak kandungnya, atau antara dua orang bersaudara kandung atau saudara tirinya, dan antara seseorang dan anak perempuan saudara perempuan atau saudara laki-lakinya.

Advertisement

Suku bangsa Jawa mengenal pantangan kawin antara pancer lanang, anak dari dua orang saudara sekandung laki-laki, antara saudara misan, yaitu dua orang bersaudara yang berasal dari seorang nenek yang sama, antara orang tua dan anak kandungnya. Pantangan kawin pada orang Batak adalah perkawinan antara dua orang dalam satu marga yang sama, antara seorang laki-laki dan perempuan anak saudara perempuan ayahnya, dan antara dua orang laki-laki bersaudara dan dua orang perempuan bersaudara. Per-kawinan terakhir ini disebut dua pungga sada ihotan, yang artinya dua batu asahan satu ikatan.

Pantangan kawin pada orang Sumba adalah antara seseorang dan anak perempuan saudara laki-laki ayahnya {membalik anak), antara seseorang dan anak perempuan saudara perempuan ibu, antara seseorang Jjan anak perempuan di dalam satu klen (kabihu). pelanggaran atas pantangan kawin i\ii mendatangkan bencar bagi keluarganya, berupa penyakit, bencana alam, serangan hama di ladang, hujan tidak turun, dsb. Sanksi nyata lain adalah keharusan bagi yang bersalah untuk mengakui perbuatannya di depan umum, di hadapan dewata, dan mempersembahkan ayam dan babi untuk memohon pengampunanNya. Selain itu, nada masa lalu juga diberlakukan pengucilan, bahkan ada pula yang dibunuh.

Suku bangsa Dayak menganggap pantangan perkawinan antara saudara sepupu anak dari kakak beradik laki-laki, perkawinan antara orang tua dan anak kandungnya, atau antara seorang gadis dan pamannya. Pantangan kawin (sala horoi) yang dilanggar menurut kepercayaan suku bangsa Dayak Ngaju dan Ot Danum akan mendatangkan bencana yang tidak hanya menimpa yang bersangkutan melainkan seluruh warga desa. Oleh sebab itu, untuk penawarnya perlu diadakan suatu upacara yang mengharuskan kedua orang yang melanggar untuk makan dari dulang tempat makan babi sambil merangkak di hadapan warga desa yang sengaja diundang untuk menyaksikan upacara tersebut. Upacara penawar ini dilakukan terutama terhadap seorang paman dan kemanakannya yang melakukan persetubuhan, sebagai upacara penghapus dosa.

Suku bangsa Mentawai juga mengenal pantang kawin, yaitu antara dua orang yang berasal dari dua suku yang bermusuhan. Bila ketentuan itu dilanggar, harus diadakan upacara atau pesta perdamaian (punen paabat). Pantangan kawin lain adalah antara dua orang yang berasal dari dalam suku yang sama walaupun di luar kampung. Pelanggaran terhadap pantangan kawin ini biasanya menimbulkan ketidakseimbangan dalam asyarakat dan pelanggarnya akan mendapatkan bencana.

Incoming search terms:

  • pantangan kawin antara saudara sepupu terdapat dalam masyarakat
  • pengertian pantangan
  • pancer lanang
  • apa sangsi dari keluarga kepada orang yang kawin sumbang
  • misan pancer
  • pancer lanang adalah

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • pantangan kawin antara saudara sepupu terdapat dalam masyarakat
  • pengertian pantangan
  • pancer lanang
  • apa sangsi dari keluarga kepada orang yang kawin sumbang
  • misan pancer
  • pancer lanang adalah