Advertisement

Dari kata Yunani pan (semua) dan theos) (tuhan, dewa), berarti semua adalah Tuhan. Panteisme adalah suatu keyakinan yang beranggapan bahwa di luar Allah tidak ada sesuatu. Dunia, manusia, dan lain-lain, yang memberi kesan berbeda dari Allah sebenarnya hanyalah aspek Allah sendiri. Menurut panteisme yang ada hanyalah satu substansi atau kodrat, yakni Yang Absolut, Yang Abadi, yang tidak terbatas, eksistensi yang impersonal. Ada sejumlah konsepsi tentang hal tersebut. Bergson mengatakan sebagai keharusan hidup; substansi yang tidak dapat berubah (Spinoza); eksistensi abstrak dan yang tidak ditentukan (Hegel); Fichte menyebutnya sebagai ego mutlak atau absolut; kehendak buta (Schopenhauer), Eduard von Hartmann menyatakan bahwa substansi yang satu itu adalah kehendak dan sekaligus gagasan (idea). Menurut pandangan itu segala sesuatu, termasuk manusia adalah substansi yang tidak bebas, tetapi hanyalah determinasi atau refleksi dari Yang Absolut. Secara empiris benda-benda berbeda satu sama lain, tetapi dalam kodratnya yang terdalam adalah satu, sama antara satu dan yang lain dan sama dengan Tuhan. Jadi sebenarnya, menurut panteisme, Allah, dunia dan manusia itu sama saja. Tidak ada perbedaan yang nyata antara ketiganya.

 

Advertisement

Advertisement