Advertisement

Berasal dari kata Yunani paradeigma yang artinya contoh atau model. Pla: menggunakan kata tersebut untuk menjelaskan salah satu cara menghubungkan dunia jasmani dengan dunia rohani (dunia Idea). Menurut Plato Idea yang sempurna, yang tetap dan yang mutlak merupakan model atau contoh bagi segala sesuatu. Benda-benda jasmani tersebut hanyalah gambaran tidak sempurna yang menyerupai model tersebut. Dunia jasmani hanya berdiri atau berada sebagai realitas dan sejauh dunia ini merupakan partisipasi dunia rohani. Plato menganggap bahwa dunia rohani atau dunia Idea itu merupakan realitas sejati atau, yang dalam bahasa Yunani, ontoos on artinya “sungguh-sungguh ada.” Dunia jasmani itu sebenarnya hanyalah semu atau bayang-bayang realitas sesungguhnya. Anggapan itu digambarkan Plato dengan sebuah mite “perumpamaan gua” yang amat masyhur dan terdapat dalam buku ketujuh dialog/V liteia (Republik, Negara).

Advertisement
Advertisement