Advertisement

Atau paramattha-sacca, secara harfiah berarti kebenaran terakhir, sehingga dapat dipandang sebagai kebenaran mutlak. Kebenaran ini disebut demikian karena dapat dibedakan dari kebenaran konvensional (vohara-sacca) atau kebenaran yang diterima umum (sammuti-sacca, atau dalam bahasa Sanskerta, samvrti-satya). Dalam pengertian ini, bahasa yang digunakan sehari-hari mempunyai tingkat kebenaran berbeda dengan bahasa khusus yang dipakai untuk membahas realitas sebenarnya. Yang terakhir ini merupakan ciri Abhidhamma Pitaka, yang mencerminkan penggunaan bahasa realitas (paramattha-desana), yang berbeda dengan Sutta Pitaka yang dikatakan mencerminkan pemakaian bahasa sehari-hari (vohara-desana).

Pembedaan tingkat kebenaran di atas muncul dalam kitab komentar Tipitaka, sedangkan kata para- mattha itu sendiri muncul dalam paragraf pertama Kathavatthu, salah satu kitab kelompok Abhidhamma Pitaka. Di pihak lain, di kalangan Madhyamika, kebenaran mutlak dan kebenaran relatif ini dengan tegas dibedakan dan dinyatakan dalam berbagai literatur pendukung aliran ini.

Advertisement

Incoming search terms:

  • paramatha and sammuti
  • sammuti sacca dan paramattha sacca

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • paramatha and sammuti
  • sammuti sacca dan paramattha sacca