Advertisement

Sebuah kitab yang menceritakan adaan Pulau Jawa, khususnya pada jaman Hindu ampai datangnya Islam. Cerita-cerita lain, yang enyan; .ut kejadian di jaman purwa (jaman permulaan) dalam dunia wayang, misalnya sejarah para raja, pendeta, satria, punggawa, dll., tercakup dalam kitab Saratayuda.

Ketika orang Hindu datang di Pulau Jawa, mereka tidak hanya menularkan atau mengembangkan ilmu pengetahuan kepada orang Jawa, melainkan juga Mempengaruhi kesenangan orang Jawa. Keadaan di pulau Jawa serta pulau-pulau lainnya di Hindia Belanda dapat diringkas dan dibagi menjadi empat bagian, vaitu: (1) jaman ketika orang Jawa mengalami kemajuan karena usahanya sendiri, artinya orang Jawa belum mengadakan pergaulan atau hubungan dengan bangsa lain, dan belum terpengaruh bangsa lain; (2) jaman Hindu, yang dimulai ketika orang-orang Hindu datang ke Pulau Jawa; (3) jaman Islam, yang dimulai saat datangnya orang Islam di Pulau Jawa serta pulau- pulau lain di Hindia Belanda, untuk mengembangkan agama Islam; (4) jaman Eropa yang dimulai pada abad ke-16.

Advertisement

Dalam Pararaton disebutkan adanya permulaan suatu jaman, yang disebut jaman kaluthuk, yang jaraknya cul lama dengan saat datangnya bangsa Hindu di Pulau Jawa. Mengenai jaman ini, tidak ada satu keterangan pun yang dapat menceritakannya. Hal ini disebabkan karena kehidupan jaman itu masih sangat lugu dan sederhana, belum memiliki pengetahuan yang dapat dipakai sebagai landasan dalam cerita atau naskah.

Kedatangan Bangsa Hindu di Pulau Jawa. Dalam kitab-kitab tulisan bahasa Sanskerta pada awal tahun Masehi Pulau Jawa sudah disebutkan dengan nama Jawadwipa, yang artinya jawawut, semacam tumbuhan padi. Demikian juga Ptolemeus pada abad kedua Masehi menyebut Pulau Jawa Yabadiu, yang juga berarti jawawut. Kemajuan orang Jawa di jaman kuno terjadi karena pengaruh orang-orang Hindu tersebut. Menurut Pararaton, mereka itu datang dari negeri Kalingga, Celong, dan pantai tanah Malaka dan Kamboja. Pararaton menyebutkan bahwa pada jaman kuno di Asia sudah terdapat pelabuhan-pelabuhan besar serta kota-kota bandar yang cukup ramai, misalnya di Tunsun. Lama-kelamaan bandar Tunsun ini terkenal di berbagai tempat dan berpindah ke Kalah, yaitu Kerah yang terletak di Semenanjung Malaka.

Asal-usul kedatangan orang-orang ke Pulau Jawa ini disebutkan pula di dalam tulisan-tulisan babad negeri Cina, yang ternyata banyak sekali persamaannya dengan yang disebut di dalam Pararaton. Di dalam babad itu disebutkan banyak nama tempat di Kepulauan Hindia yang menerangkan bahwa keper- gian orang Hindu ke Pulau Jawa adalah dengan meng-ikuti arah angin yang berganti arah ke tenggara. Di Pulau Jawa mereka mengajarkan agama serta hasil kebudayaannya, termasuk tata cara.

Rute perjalanan untuk pelayaran dagangnya yang berawal dari Kepulauan Hindia di jaman kuno sampai jaman Portugis ternyata bersambung pula melalui perjalanan darat sampai Ngerum (Roma), kota-kota di Haliu, daratan Eropa Selatan. Pelayaran dimulai lewat Ambon, Banda, pulau-pulau kecil di sebelah tenggara.

Incoming search terms:

  • Arti dari ngerum
  • pengertian pararaton
  • arti ngerum
  • pengertian paraton
  • ngerum
  • ngerum adalah
  • apa itu ngerum
  • pengertian ngerum
  • apa yang di maksud pararaton
  • apa arti dari gerum

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • Arti dari ngerum
  • pengertian pararaton
  • arti ngerum
  • pengertian paraton
  • ngerum
  • ngerum adalah
  • apa itu ngerum
  • pengertian ngerum
  • apa yang di maksud pararaton
  • apa arti dari gerum