Advertisement

Salah satu gulma pantropik yang dapat memanjat dengan sulur. Tingginya sampai 2 meter. Tumbuhan yang tidak diketahui daerah asalnya ini dapat dijumpai di Jawa dan Madura, terutama di daerah kering yang terbuka, baik di dataran rendah maupun dataran tinggi sampai 700 meter di atas permukaan laut. Daunnya majemuk dalam pasangan berganda tiga, duduknya berseling. Pinak daunnya mem- bundar telur memanjang. Perbungaannya di ketiak dalam tiga cabang susunan tandan. Bunganya kecil dan berwarna putih. Buahnya kotak berlekuk tiga; ada yang agak besar membulat ada yang sedikit lonjong dan lebih kecil. Gulma ini dianggap berkhasiat sebagai obat. Air rebusan akarnya diminum untuk melancarkan ir seni dan menyembuhkan sakit kandung kencing, juga dapat dipergunakan sebagai pencahar. Remasan daunnya dapat dipergunakan sebagai tapal atau boreh pada mata yang membengkak atau pada dahi penderita sakit kepala. Sari perasan campuran daun paria gunung dengan daun rane (Selaginella) dan sedikit kapur digunakan untuk menyembuhkan pembengkakan kelenjar pada selangkangan. Di samping itu daunnya yang masih muda dapat pula dimasak sebagai sayur.

Klasifikasi Ilmiah. Paria gunung termasuk suku Sapinda- ceae (rambutan-rambutanan); nama ilmiahnya Cardio- spermum halicacabum.

Advertisement

Incoming search terms:

  • Gambar daun paria gunung
  • paria gunung
  • paria gunung kokoro

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • Gambar daun paria gunung
  • paria gunung
  • paria gunung kokoro