Advertisement

Atau turisme, merupakan kegiatan perjalanan seseorang atau serombongan orang dari tempat tinggal asalnya ke suatu tempat di kota lain atau di negara lain dalam jangka waktu tertentu. Tujuan perjalanan itu dapat bersifat pelancongan, bisnis, keperluan ilmiah, bagian kegiatan keagamaan, muhi-bah, atau juga silaturahmi. Boleh dikatakan hampir semua perjalanan ke daerah lain dapat digolongkan sebagai kegiatan pariwisata, kecuali bila perjalanan itu dilakukan untuk tujuan kerja atau mencari nafkah. Tetapi perjalanan bisnis masih tetap digolongkan sebagai kegiatan pariwisata, karena kebanyakan wisatawan bisnis hanya menggunakan waktu beberapa jam saja dalam setiap harinya untuk mengurus bisnisnya, sedangkan waktu selebihnya digunakannya untuk bersenang-senang.

Kata pariwisata digunakan resmi di Indonesia sebagai pengganti kata turisme sejak tahun 1959, yakni dalam Musyawarah Nasional Tourisme II di Tretes, Jawa Timur.

Advertisement

Kegiatan pariwisata yang dilakukan di dalam sebuah nc ra disebut pariwisata domestik, di Indonesia disebut wisata Nusantara, sedangkan kegiatan pariwisata yang dilakukan sampai ke luar negara atau dari negara lain, disebut pariwisata internasional atau pariwisata mancanegara.

Sesungguhnya kegiatan pariwisata telah dilakukan manusia sejak berabad-abad yang lampau. Namun sebagai industri, kegiatan pariwisata baru dimulai terutama sejak Revolusi Industri. Hak cuti yang diperoleh berkat usaha gerakan kaum buruh telah menyebabkan acara liburan keluarga menjadi suatu kebiasaan dalam perilaku manusia. Industri pariwisata makin lama menjadi makin kompleks karena secara langsung berkaitan dengan banyak bidang usaha seperti agen dan biro perjalanan, sarana angkutan wisata, hotel dan jenis akomodasi lainnya, restoran, objek wisata dan sarana hiburan, toko cendera mata dan industri kerajinan. Itulah sebabnya industri pariwisata dapat memberi sumbangan besar bagi pemasukan devisa suatu negara.

Bagi beberapa negara, sektor pariwisata merupakan penyumbang devisa terbesar. Swis, Austria, Thailand, adalah contoh negara yang mengandalkan sektor pariwisata sebagai sumber pendapatan negaranya.

Pesatnya perkembangan industri pariwisata dunia dapat diikuti dari angka-angka perkiraan mengenai jumlah wisatawan yang mengadakan perjalanan wisata dari tahun ke tahun. Menurut World Tourism Organization (WTO), pada tahun 1974 penduduk dunia yang mengadakan perjalanan wisata mencapai jumlah 209 juta orang. Tahun 1980 jumlah itu meningkat menjadi 281 juta, dan pada tahun 1988 menjadi 407 juta orang.

Negara yang paling banyak dikunjungi wisatawan asing adalah Spanyol (1988), dengan jumlah pengunjung 44 juta orang. Jumlah penduduk Spanyol sendiri hanya 39.400.000 jiwa.

Dari jenis wisatanya, menurut catatan WTO pada tahun 1988, sekitar 76 persen wisatawan dunia mengadakan perjalanan wisata liburan, hanya sisanya mengadakan wisata keagamaan, muhibah, wisata ilmiah, di 1. Delapan tahun sebelumnya, jumlah wisa-tawan liburan baru mencapai 72 persen. Jumlah pengeluaran pada wisata liburan selalu lebih besar dibandingkan dengan jumlah pengeluaran pada jenis wisata lainnya.

Kegiatan industri pariwisata dunia menunjukkan grafik menurun manakala terjadi resesi ekonomi dunia, perang dunia, dan juga sewaktu terjadi krisis minyak dunia. Perang dingin yang memuncak antara blok barat dengan blok timur pada tahun 1961 juga menyebabkan menurunnya kegiatan pariwisata dunia.

Di Indonesia, sektor pariwisata ditangani oleh Direktorat Jenderal Pariwisata yang bernaung di bawah Departemen Pariwisata, Pos, dan Telekomunikasi RI. Instansi ini mengkoordinasikan Dinas Pariwisata Daerah (Diparda) yang ada di setiap propinsi di Indonesia. Selain itu Direktorat Jenderal Pariwisaia juga ikut menangani promosi serta pameran wisata di luar negeri. Pusat Promosi Pariwisata di luar negeri (P3I) berpusat di Frankfurt, Jerman Barat.

Dibandingkan dengan negara-negara ASEAN lainnya, penanganan industri pariwisata Indonesia masih jauh ketinggalan. Hal itu dapat dilihat dari jumlah kunjungan wisata yang hanya menempati urutan kelima dari enam negara anggota ASEAN, setelah Singapura, Thailand, Filipina, dan Malaysia.

Pada tahun 1969, tahun pertama Pelita I, jumlah wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Indonesia hanya 86.067 orang. Pada tahun 1980 jumlah itu telah melonjak menjadi 561.178 orang, dan pada tahun 1989 angka sementara jumlah wisatawan asing yang datang ke Indonesia telah meningkat menjadi 1.382.827 orang. Diperhitungkan, devisa yang diteri-ma dari wisatawan asing pada tahun itu sekitar 1.200 juta dolar.

Namun walaupun jumlah wisatawan asing yang berkunjung ke Indonesia meningkat dari tahun ke tahun, kedudukan Indonesia dibanding dengan negara-negara ASEAN masih tetap di urutan ke lima. Sebagai bandingan, jumlah wisatawan asing yang datang ke Singapura pada tahun 1989 sudah mencapai lebih 2.800.000 orang, sedangkan yang ke Thailand lebih dari 2.100.000 orang.

Berbagai cara telah ditempuh pemerintah Indonesia untuk memajukan industri pariwisatanya. Antara lain, sejak 1 April 1983 Indonesia memberlakukan peraturan bebas visa bagi wisatawan dari beberapa negara tertentu. Pemerintah juga menetapkan tiga pintu gerbang utama masuk Indonesia, yakr; Jakarta, Denpasar dan Medan. Pintu gerbang masuk -«donesia ini kemudian ditambah dengan Batam. Selain digencarkannya promosi wisata di manca negara, pembangunan hotel-hotel bertaraf internasional terus dilakukan di kota-kota yang termasuk Daerah Tujuan Wisata. Pemerintah juga merencanakan Tahun Kunjungan Wisata pada tahun 1991 yang diharapkan akan membuat angka kunjungan wisatawan manca negara akan makin melonjak. Setelah tahun 1991. diharapkan sektor pariwisata akan merupakan per. ambang keempat terbesar dalam pemasukan devisa.

Sadar Wisata merupakan salah satu usaha kampanye Pemerintah Indonesia untuk menggalakkan kesadaran masyarakat akan pentingnya sektor pariwisata, sekaligus mempersiapkan Tahun Kunjungan Wisata Indonesia 1991 atau Visit Indonesia Year 1991 dan Tahun Kunjungan Wisata ASEAN 1992. Sehubungan dengan itu Direktorat Jenderal Pariwisata juga mengkampanyekan Sapta Pesona yang meliputi aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah tamah, dan kenangan. Kampanye Nasional Sadar Wisata ini dimulai pada 3 April 1989 hingga 3 April 1991.

Dengan usaha-usaha ini diharapkan jumlah wisatawan asing yang akan mengunjungi Indonesia pada tahun 1993 dapat mencapai jumlah 2,5-3,5 juta orang. Dengan perhitungan rata-rata setiap wisatawan akan tinggal di Indonesia selama 12 hari dan pengeluaran rata-rata 75 dolar per orang per hari, pada tahun itu Pemerintah Indonesia mengharapkan pemasukan devisa dari wisatawan asing sejumlah 2.250 juta dolar.

Guna memudahkan wisatawan asing menetapkan pilihan, disediakan 10 Daerah Tujuan Wisata Indonesia (DTW). Tiap DTW dapat mengkoordinasikan semua kegiatan pelayanan di objek wisata yang ada di daerah itu, sehingga para wisatawan dapat mengunjungi banyak objek wisata dalam satu paket perjalanan wisata. Menurut data tahun 1988 DTW yang

ijng banyak dikunjungi wisatawan asing adalah nKl Jakarta (1,96 juta orang), kemudian Bali (1,3 juta rang) (^an Sumatra Utara (800.000 orang lebih). That le L1 LARUUT PARIWISATA, INDUSTRI.

Sejaras Kelembagaan Pariwisata di Indonesia dimulai tahun 1955, yakni dengan berdirinya Yayasan Tourisme Corp. Ltd. Selain itu dibentuk pula Biro Tourisme pada Kementerian Perhubungan RI. pada tahun 1957, Yayasan Tourisme diganti ,de- m Dewan Tourisme Indonesia, yang bekerja sama dengan pemerintah. Pada 1960 Dewan Tourisme Indonesia diganti namanya menjadi Dewan Pariwisata Indonesia, disingkat Depari.

Ragan Pariwisata. Ditinjau dari segi daya tariknya, pari wis; i dapat dibagi atas beberapa ragam. Wisata budaya mengandalkan budaya dan peninggalan kuno sebagai daya penariknya dan merupakan jenis wisata yang paling banyak peminatnya di dunia. Wisata Alam mengandalkan keindahan dan kekhasan panorama alam. Selain itu ada wisata agama, wisata olahraga’, dan wisata silaturahmi.

Dilihat dari keadaan alam dan potensi wisata negaranya, pengutamaan promosi wisata di setiap negara berbeda satu dengan lainnya. Yunani dan Mesir, misalnya, lebih menekankan promosi wisatanya pada peninggalan arkeologi. Negara-negara di Eropa Tengah, di sekitar Pegunungan Alpen, mengembangkan wisata olahraga sebagai daya tariknya, terutama pada musim dingin. Hawaii, Fiji, Kepulauan Karibia, mengandalkan panorama alam dan udara segarnya sebagai daya tarik wisatanya.

Ada pula negara yang mengandalkan wisata hiburan, termasuk perjudian, antara lain Makau dan Monako. Andalan wisata hiburan yang lebih sehat dilakukan oleh negara-negara maju, antara lain Amerika Serikat dengan Disneyland-nya, serta Tokyo dengan hiburan ,ng serupa.

Indonesia yang memiliki banyak peninggalan sejarah, budaya tradisional, dan panorama alam yang indah, sebenarnya memiliki bermacam daya tarik wisata. Namun karena penanganan sektor industri- pariwisata baru dimulai secara serius pada awal tahun 1980-an, potensi wisata ini belum sepenuhnya dapat dimanfaatkan. Selain itu Indonesia juga belum cukup memiliki tenaga terampil di bidang pariwisata.

Sampai dengan tahun 1988, wisatawan asing yang paling banyak mengunjungi Indonesia adalah dari negara-negara Eropa Barat, negara-negara ASEAN, Australia dan Selandia Baru, Jepang, dan Amerika Serikat.

Incoming search terms:

  • visit asean year dimulai tahun
  • visit asean year dimulai pada tahun
  • pengertian sektor pariwisata
  • tahun kunjungan wisata negara-negara anggota asean dimulai sejak tahun
  • tahun kunjungan wisata negara negara anggota ASEAN dimulai sejak tahun
  • Arti visit indonesia year
  • devinisi sektor pariwisata
  • arti pariwisata
  • visit asean yeard di mulai pada tahun
  • negara-negara devisanya melonjak dari pariwisata

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • visit asean year dimulai tahun
  • visit asean year dimulai pada tahun
  • pengertian sektor pariwisata
  • tahun kunjungan wisata negara-negara anggota asean dimulai sejak tahun
  • tahun kunjungan wisata negara negara anggota ASEAN dimulai sejak tahun
  • Arti visit indonesia year
  • devinisi sektor pariwisata
  • arti pariwisata
  • visit asean yeard di mulai pada tahun
  • negara-negara devisanya melonjak dari pariwisata