Advertisement

Satu kelompok burung berciri khas parub melengkung dan bulu tubuh beraneka ragam, seperti hijau, kuning, biru, dan putih. Panjang badannya bervariasi, namun rata-rata sekitar 18 sentimeter. Jantan dan betinanya dapat dibedakan dengan melihat bagian atas lubang hidung; jika pada bagian tersebut ada warna semburat biru, parkit itu jantan dan apabila bagian tersebut putih kotor, krem, atau cokelat muda, parkit itu betina. Ciri ini tampak lebih jelas dengan bertambahnya usia.

Burung parkit bukan binatang asli Indonesia. Mulanya, i upnya liar di padang rumput pedalaman Australia; kini, burung ini telah menyebar hampir di seluruh dunia. Burung yang terkenal pintar memanjat ini pertama kali berhasil dibiakkan oleh suami istri pakar ornitologi, J. Gould, kira-kira tahun 1830. Hasil pembiakan tersebut disampaikan Gould kepada pakar ornitologi lainnya, Shaw. Mereka sepakat memberi nama ilmiah bagi burung parkit, yaitu Melopsittacus undulatus. Melopsittacus berasal dari kata Latin me- /osyang berarti nyanyian dan psittacus yang merupakan sebutan terhadap burung suku betet-betetan; sedangk undulatus (Latin) berarti bercorak gelombang. Ada kemungkinan, corak gelombang ini berkaitan dengan warna bulu parkit yang beraneka ragam.

Advertisement

Pada tahun 1840, Gould membawa beberapa pasang parkit, yang merupakan hasil pembiakannya, ke Inggris. Di negara ini, burung parkit dapat berkembang biak, sehingga jumlahnya semakin meningkat. Pada tahun 1850, parkit yang cerewet itu sudah menyebar sampai Belgia, terutama di Kebun Binatang Antwerpen yang pada waktu itu terkenal sebagai pusat perdagangan burung untuk seluruh Eropa, dan lma tahun kemudian sudah sampai Jerman. Parkit ebih menyukai hidup berkelompok, terutama pada jnusim biak, yaitu bulan Oktober sampai Desember.

Di alam, burung ini membuat sarang di pohon tinggi >ang sudah tua atau mati; pohon tersebut dilubangi sajnpai kedalaman tertentu sampai dianggap aman untuk tempat tinggal dan tempat membesarkan anak. Sesudah sarang terbentuk, parkit akan kawin dan bertelur.

Burung parkit mempunyai beberapa perilaku unik. Proses perkawinan pasangan parkit diawali oleh si jantan yang bersuara “chracht-chracht              chracht….”, dengan nada cukup keras, cepat, dan berulang-ulang, sambil terbang ke sana-kemari serta mencumbu rayu dan berusaha mengawini si betina. Apabila si betina merasa cocok dengan cumbuan si jantan, kedua burung itu akan menjadi pasangan untuk jangka waktu cukup lama. Setelah masa perkawinan lewat, parkit betina mulai bertelur. Jumlah telur yang dihasilkannya minimal tiga butir. Telur berwarna putih dan berukuran panjang lebih kurang 20 milimeter serta lebar 15 milimeter. Setelah masa pengeraman selama tiga minggu, telur tersebut menetas; telur tidak menetas serentak, sehingga antara bayi-bayi burung mungkin terdapat perbedaan usia sampai satu minggu. Oleh karena itu, tidak jarang ada bayi burung yang mati terinjak kawan-kawannya.

Perilaku unik lainnya adalah perilaku mengeram. Ketika betinanya mengerami telur, yang jantan mengirim pakan dengan cara memuntahkan kembali apa yang telah dimakannya. Kadang-kadang si induk keluar sarang sebentar untuk mencari pakan.

Apabila anaknya sudah agak besar, pasangan parkit itu bersama-sama menyuapi anak itu dari luar sarang. Setelah berumur sekitar lima minggu, tampak bulu-bulu tubuhnya mulai tumbuh sempurna. Pada umur satu bulan, anakan burung sudah dapat terbang meninggalkan sarang dan mulai mencari pakan sendiri.

Pakan parkit biji-bijian dari tanaman rumput-rumputan, seperti jewawut dan cantel. Dalam pemeliharaan, pakan kegemaran parkit adalah jagung muda, taoge, kangkung, dan sumber-sumber mineral atau grit yang penting sebagai pelengkap makanan.

Perkembangan parkit selama ini telah menciptakan bermacam-macam corak bulu yang indah dan menawan. Akibatnya, muncul beberapa galur parkit, antara lain parkit kuning (lutino), parkit putih (albino), parkit hijau, parkit biru, parkit isabella, dan parkit opalin. Pada umumnya, burung parkit dapat hidup sampai umur 12 tahun.

Incoming search terms:

  • Pengertian burung parkit
  • nama latin burung parkit
  • definisi burung parkit
  • klasifikasi burung parkit
  • apa yang dimaksud dengan prakit
  • pengertian parkit eb
  • hasil observasi burung parkit
  • Arti parkit pb
  • arti parkit cindil
  • arti parkit

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • Pengertian burung parkit
  • nama latin burung parkit
  • definisi burung parkit
  • klasifikasi burung parkit
  • apa yang dimaksud dengan prakit
  • pengertian parkit eb
  • hasil observasi burung parkit
  • Arti parkit pb
  • arti parkit cindil
  • arti parkit