Advertisement

LABOUR MARKET / PASAR TENAGA KERJA adalah sebuah PASAR FAKTOR (FACTOR MARKET) produksi tempat dilakukan suatu pertukaran pekeijaan yang menghasilkan UPAH (WAGES). Sisi PENAWARAN (SUPPLY) dari pasar tersebut diwakili oleh para pekerja individu, atau lazim, disebut SERIKAT PEKERJA (TRADE UNIONS) yang melakukan tawar menawar atas suatu dasar kolektif. Sisi PERMINTAAN (DEMAND) dari pasar tersebut diwakili oleh perusahaan yang membutuhkan tenaga keija sebagai suatu INPUT FAKTOR (FACTOR INPUT) dalam proses produksi (lihat MARGINAL-PHYSICAL PRODUCT, MARGINAL-REVENUE PRODUCT). Pasar tenaga kerja mempunyai sifat-sifat tertentu yang dapat membedakannya dari pasar faktor-faktor yang lain. Tidak seperti FAKTOR- FAKTOR PRODUKSI (FACTORS OF PRODUCTION) yang lain seperti modal misalnya, maka pada saat orang-orang telah diterima bekerja, kecepatan mereka dalam menghasilkan output dapat bervariasi, di mana hal ini tergantung pada efisiensi pengorganisasian tugas-tugas pekeijaan oleh para pengusaha dan tingkat motivasi para pekerja itu sendiri untuk mencapai target pekerjaan (lihat X-INEFFICIENCY). Lebih jauh lagi, pekerjaan sering dilaksanakan oleh kelompok pekerja yang mengembangkan sendiri norma-norma kelompok tentang suatu kecepatan kerja yang layak. Penetapan tingkat upah di pasaran tenaga kerja tergantung pada permintaan dan penawaran terhadap tenaga keija. Penawaran tenaga keija tergantung pada ukuran PENDUDUK (POPULATION), usia selesai sekolah, usia pensiun, mobilitas wilayah, keahlian, latihan, dan pengalaman (MODAL MANUSIA (HUMAN CAPITAL), hambatan-hambatan memasuki profesi dan pekerjaan melalui kualifikasi-kualifikasi yang diperlukan, peijanjian ‘toko tertutup’ dan sebagainya; mobilitas jabatan yang bergantung pada fasilitas latihan dan latihan ulang; PRAKTEK-PRAKTEK TENAGA KERJA YANG TERBATAS (RESTRICTIVE LABOUP PRACTICES) dan batasan-batasan yang membatasi tugas- tugas yang dapat dilaksanakan pekerja; jam kerja yang mungkin terpengaruh oleh keinginan lembur para pekerja dan dampak dari tai[if pajak pendapatan marjinal. Para pekerja, juga mungkin dipengaruhi oleh faktor-faktor non-moneter, seperti kondisi keija yang’ menyenangkan dalam menetapkan pilihan di mana bekerja. Sebagai tambahan, serikat dagang dapat bertindak sebagai penjual monopoli dari tenaga kerja dan membatasi penawaran tenaga kerja untuk kepentingan peningkatan tarif upah. Permintaan untuk tenaga kerja dipengaruhi oleh misalnya besar dan kuatnya permintaan terhadap barang-barang atau jasa yang dihasilkan oleh tenaga kerja tersebut, proporsi total biaya produksi yang berasal dari upah, dan tingkat kemampuan substitusi modal terhadap tenaga kerja dalam proses produksi. Sebagai tambahan, assosiasi pengusaha dapat bertindak sebagai pembeli monopsoni dari tenaga kerja, untuk tujuan membatasi permintaan terhadap tenaga kerja sehingga tingkat upah dapat ditekan lebih rendah.
Sebagai konsekuensi dari faktor-faktor ini, pasar tenaga kerja tidak dapat dianggap sebagai sebuah pasar tunggal yang homogen akan tetapi harus dilihat sebagai sejumlah pasar tenaga kerja yang terpisah-pisah dengan karakter khususnya masing-masing. Sebagai contoh, sekelompok pekerja seperti para ahli bedah, di mana penawaran akan keahlian ini masih terbatas sementara permintaan terhadap pelayanan mereka adalah tinggi, sehingga mereka akan menerima tingkat upah yang tinggi. Sebaliknya para petugas kebersihan perkantoran yang memerlukan sedikit atau tidak memerlukan sama sekali pelatihan atau keahlian, biasanya penawarannya sangat besar dalam hubungannya dengan permintaan terhadap jasa-jasa mereka. Karena itu tingkat upah mereka tergolong rendah, PERBEDAAN UPAH (WAGEDIFFERENTIAL) di antara kedua kelompok ini. Pasar tenaga kerja sering beroperasi secara tidak sempurna karena terlalu mahal bagi para pekerja untuk mengumpulkan informasi tentang lapangan pekerjaan baru dan juga terlalu mahal bagi perusahaan untuk mendapatkan pekerja baru. Lebih jauh lagi, pekerja perorangan yang berada dalam kelompok pekerjaan bukan merupakan unit-unit homogen yang mengharapkan para pengusaha untuk menilai keahlian dan kemampuan mereka pada waktu penyaringan tenaga kerja. Sebagai tambahan, pembayaran uang bersifat berlebihan dan keinginan untuk ‘menimbun’ keahlian tenga kerja yang langka mungkin mengakibatkan perusahaan untuk mempertahankan surplus tenaga keija selama teijadinya kelesuan jangka pendek pada aktivitas perekonomian, bahkan pada saat penawaran tenaga kerja lebih besar dari permintaannya. Hal ini memberikan pergeseran ‘kekakuan’ upah ke arah yang lebih rendah. Suatu ‘kekakuan’ yang sama mungkin terjadi sebagai akibat dari aktivitas serikat dagang yang sangat berpengaruh karena serikat ini mampu menetapkan tingkat upah nasional yang bahkan berlaku pada daerah- daerah di mana penawaran tenaga kerjanya lebih besar dari permintaannya.
Ketidaksempurnaan yang demikian berarti bahwa pasar tenaga kerja terdiri dari kelompok-kelompok tenaga kerja yang berdiri sendiri dan tidak bersaingan di mana dalam pasar tersebut mungkin hanya terdapat pergerakan-pergerakan tenaga kerja yang terbatas. Dalam keadaan ini. upah yang dibayarkan pada seorang pekerja mungkin melebihi pendapatan yang dia dapat peroleh pada lapangan pekerjaan ‘terbaik berikutnya’, yaitu pendapatan penggantinya. Perbedaan di antara pendapatan seorang pekerja saat ini dengan pendapatan penggantinya sering disebut sebagai Y SEWA EKONOMI (ECONOMIC RENT) dan mencerminkan pengetahuan dan keahlian khusus yang dimiliki pekerja yang meningkatkan nilainya di mata pengusaha dibandingkan bila pengusaha itu menggunakan pekeija lain. Pada tingkat agregat ada sebuah konflik potensial di antara tenaga kerja dan pemegang modal untuk menetapkan siapa yang ‘seharusnya’ menerima bagian terbesar dari pendapatan nasional (lihat FUNCTIONAL DISTRIBUTION OF INCOME, LABOUR THEORY OF VALUES). Lihat COLLECTIVE BARGAINING, SUPPLY-SIDE ECONOMICS, PRICE SYSTEM, EMPLOYMENT LAWS, LABOUR FORCE, ACTIVITY RATE, PART-TIME WORK.

Incoming search terms:

  • pasar tenaga kerja
  • pengertian pasar tenaga kerja
  • pengertian pasar kerja
  • pasar tenaga kerja adalah
  • Definisi pasar tenaga kerja
  • makalah pasar tenaga kerja
  • Apa yang dimaksud pasar tenaga kerja
  • apa yang dimaksud dengan pasar tenaga kerja
  • pasar kerja adalah
  • contoh pasar tenaga kerja

Advertisement
Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • pasar tenaga kerja
  • pengertian pasar tenaga kerja
  • pengertian pasar kerja
  • pasar tenaga kerja adalah
  • Definisi pasar tenaga kerja
  • makalah pasar tenaga kerja
  • Apa yang dimaksud pasar tenaga kerja
  • apa yang dimaksud dengan pasar tenaga kerja
  • pasar kerja adalah
  • contoh pasar tenaga kerja