Deskripsi struktur sosial.

Pengertian pattern variables (variabel-variabel pola) adalah Ini adalah tipe orientasi untuk tindakan, peran atau relasi sosial yang menghadirkan beberapa pilihan yang dikotomis dalam memberi makna pada suatu situasi (Par­sons dan Shils, 1962, hlm. 76-7). Ini per­tama kali diusulkan oleh Parsons (1951, h. 58-67), yang mensistematisasikan, meng­elaborasi dan memperluas pendekatan ti­pe ideal Weberian ke masyarakat dengan mengemukakan argumen bahwa tindakan dan peran sosial dapat diklasifikasikan ber­dasar lima dimensi yang menghadirkan alter­natif-alternatif polar. Mereka bisa dipakai un­tuk membandingkan kultur atau subsistem dan kelompok di dalam sebuah masyarakat; tetapi salah satu aplikasinya yang paling pen­ting adalah deskripsi struktur sosial ideal-tipi­kal dari masyarakat “tradisional” dan “mo­dern” (lihat MoDERNIzATIoN). Partikularisme versus universalisme adalah salah satu di antaranya. Tindakan partikularistik di­lakukan oleh aktor tertentu sesuai dengan situasi tertentu (persahabatan, hubungan keluarga). Tindakan universalistik dapat didefinisikan berdasarkan kriteria objektif (relasi salesman-klien). Variabel pola kedua adalah difusi versus spesifisitas. Beberapa relasi disebarkan secara fungsional karena memuat serangkaian dimensi yang tidak dispesifikasikan (peran persahabatan, ke­luarga). Yang lainnya lebih spesifik karena isinya jelas dapat didefinisikan dan tak ter­batas (peran birokratis).

Kepentingan kolek­tif. Pengertian pattern variables (variabel-variabel pola) adalah

Variabel pola ketiga menolak askripsi ke prestasi. Beberapa peran dapat diakses dan memberikan status berdasarkan dan tergantung pada kinerja. Peran lainnya memberikan status berdasarkan atribut fisik dan sosial (kelas, jenis kelamin, usia, keluarga, dan sebagainya). Keempat, ne­tralitas afektif versus afektivitas. Beberapa peran memberikan gratifikasi (kepuasan) langsung sedangkan peran lainnya menun­da gratifikasi dan menjadi alat untuk men­capai tujuan yang lebih tinggi. Pengertian pattern variables (variabel-variabel pola) adalah Terakhir, ada orientasi ke arah kepentingan kolek­tif versus orientasi ke arah kepentingan privat. Beberapa peran hanya berorientasi ke kepentingan kolektif (pelayanan publik); peran lainnya diarahkan untuk kepentingan privat (pengusaha). Parsons (1951, hlm. 176-7) mengklaim bahwa dalam masyara­kat tradisional, peran cenderung askriptif, tersebar, partikularistik dan afektif. Dalam masyarakat industri, sebaliknya, peran lebih diarahkan untuk kepentingan kin­erja, universalistik, netral secara afektif dan spesifik. Transisi dari masyarakat tradisional ke industri umumnya mengim­plikasikan ekspansi progresif dari bidang aplikasi tipe peran masyarakat industri dan pengurangan peran di dalam masyara­kat tradisional. Parsons mengabaikan variabel pola terakhir tersebut, mungkin karena kesulitan dalam membuta argu­men yang tegas. Hoselitz (1965, hlm. 40) menunjukkan bahwa dalam masyarakat belum berkembang, orientasi pada diri lebih mendominasi elit penguasa, sedang­kan di dalam masyarakat maju yang lebih dominan adalah kolektivitas. Tetapi juga bisa dikatakan bahwa aktor di masyarakat terbelakang cenderung berorientasi pada kepentingan kolektif ketimbang aktor di dalam masyarakat industrial individualis­tik, yang cenderung mengejar kepentingan pribadinya.