Penduduk desa.

Pengertian peasantry (kaum tani) adalah Dunia prain­dustri bersikap memusuhi dan tidak peduli pada petani. Istilah “petani” dikait­kan dengan “penduduk desa” (dari bahasa Latin pais, pedesaan), tetapi ini memuat konotasi negatif; memiliki sinonim dengan “kekasaran”, dan karenanya kata ini sering dipakai untuk mencemooh. Dalam Bahasa Inggris abad ke-16 kata kerja “peasant” berarti menundukkan, sedangkan dalam bahasa Eropa lainnya makna tersiratnya adalah sama (smerd dalam bahasa Rusia berasal dari kata kerja “berbau busuk”, cham dalam bahasa Polandia mengasum­sikan bahwa semua petani berasal dari ras rendahan yang disebut dalam Bible sebagai “bangsa Ham,” dan sebagainya). Decli­natio Rustico di Eropa abad pertengahan mendefinisikan “enam tasrif kata petani sebagai “jahat, kasar, pengemis, peram­pok, rompak, dan penjarah.” Tetapi hal ini tidak disebutkan dalam sejarah. Belaka­ngan, di dunia industri modern dan sains, petani dianggap sebagai anakronisme dalam semua pengertian dasar dari istilah itu dan karenanya tidak relevan. Dengan perkecualian di Eropa Timur, petani um­umnya tidak disebut-sebut dalam diskusi akademis.

Masyarakat berkem­bang. Pengertian peasantry (kaum tani) adalah

Semua ini berubah dramatis setelah dekolonisasi pada 1950-an dan muncul­nya kesadaran akan “masyarakat berkem­bang” di mana petani memainkan peran penting (lihat juga DEvELoPmENT ANI) UN­DERDEVELOPMENT). Problem perencanaan pembangunan, persepsi akan munculnya krisis sosial, dan kelaparan, membuat isu pctani menjadi fokus utama. Sejak 19(►0- an perkembangan studi petani bermim culan di seluruh dunia, menghadi11;:m isu karakteristik dan batasan analitis dmi kelompok sosial ini. Upaya analitis ini ber­pengaruh signifikan sepanjang menyangkut topik-topik seperti ekonomi “informal,” sejarah ekologi, kebudayaan lisan dan ma­syarakat sipil. Secara garis besar kita bisa mendefi­nisikan petani sebagai produsen atau penghasil agrikultural yang, dengan ban­tuan peralatan sederhana dan tenaga kerja dari keluarga, hasil kerjanya kebanyakan untuk dikonsumsi sendiri, secara langsung atau tak langsung, dan untuk memenuhi kewajiban terhadap pemegang kekuasaan politik dan ekonomi. Tipe yang lebih majli umumnya mencakup empat fase: Pertanian keluarga petani sebagai unit mul­tidimensional dasar dari organisasi sosial. Keluarga sebagian besar menjadi tenaga kerja pertanian milik mereka sendiri. per­tanian menyediakan kebutuhan keluarga dan pembayaran. Unit-unit ini tidak autar­kis; petani melakukan pertukaran barang dan tenaga kerja setiap hari. Tetapi tinda­kan ekonomi mereka saling terkait dengan relasi sosial di luar pasar. Divisi kerja dalam keluarga dan kebutuhan konsumsi kelu­arga menimbulkan strategi bertahan hidup dan penggunaan sumber daya yang khas. Pertanian keluarga beroperasi sebagai unit utama dari properti, produksi, konsumsi, kesejahteraan, reproduksi sosial, identitas, prestise, sosiabilitas dan kesejahteraan. Di dalamnya, individu cenderung tunduk pada peran yang mereka jalani dalam kel► arga dan pada otoritas patriarkis. Lahan pertanian sebagai sarana mendapat­kan nafkah. Pertanian petani mencakup kombinasi tugas-tugas spesifik dengan spe­sialisasi rendah. Apa-apa yang ditempat lain dianggap sebagai pekerjaan yang ber­beda akan dikombinasikan dalam aktivitas produktivitas petani. Di sini ada pelatihan informal dalam keluarga. Dampak dari alam sering amat penting bagi k•hidup!ui unit produksi kecil dengan sumber daya yang terbatas: siklus cuaca amat memen­garuhi kehidupan keluarga, peristiwa dalam keluarga tercermin dalam dinamika perta­nian. Di antara beberapa kekuatan/faktor produksi, tanah dan tenaga kerja adalah yang amat penting—semacam “lisensi” untuk masuk ke pekerjaan ini dan meru­pakan jalan utama di mana status lokal keluarga didefinisikan. Pola kultural spesifik terkait dengan jalan hidup komunitas pedesaan kecil. Konteks utamanya adalah komunitas lokal yang kecil di mana sebagian besar kebutuhan sosial dan reproduksi sosial petani dapat terpenuhi. Tempat tinggal, jaringan so­sial dan kesadaran adalah saling terkait dan tergantung. Ciri kultural kaum tani, dalam pengertian norma dan kognisi yang ditetapkan secara sosial, menunjukkan be­berapa karakteristik tendensi, seperti sikap tradisional dan konformis (seperti justi­fikasi tindakan berdasarkan pengalaman masa lalu dan pandangan masyarakat), norma pewarisan, solidaritas, pengasing­an, dan sebagainya. Pengertian peasantry (kaum tani) adalah (Lihat juga TRADmoN AND TRADITIONALISM.) Kultur petani mere­fleksikan dan memperkuat karakteristik dan pengalaman hidup dari komunitas pedesaan, yang saling kenal dan memiliki hubungan tatap-muka, berdasarkan kon­trol normatif dan pengalaman bersama tumbuh di dalam lingkungan fisik dan sosial yang kecil yang memengaruhi sikap mereka terhadap “orang luar.”Empat tahap di atas harus dilihat se­bagai Gestalt, di mana masing-masing elemennya saling menguatkan satu sama lain. Ketika salah satu dari karakteristik­karakteristik itu dihilangkan, maka sifat dari komponen-komponen lainnya akan berubah. Aliran pemikiran tentang petani yang berbeda-beda sering mengekspresikan diversitas visi mereka melalui aksentuasi dari salah satu karakteristik—memperlaku­kannya sebagai definisi utama. Dalam hal ini, kami berpendapat bahwa karakteristik paling utama dari kaum tani sebagai entitas sosial dan ekonomi adalah keluarganya. Langkah se!anjutnya untuk menerang­kan konsep ini adalah mengkaji “batas” analitisnya, yakni, melihat kelompok sosial yang meiniliki karakter yang mirip den­gan karakteristik “inti” dari petani. Margi­nalitas analitis ini tidak menyiratkan “in­stabilitas” tertentu. Juga, kelompok sosial tersebut berbagi lingkungan yang sama den­gan petani dan mungkin saling melengkapi di dalam proses sejarah. Banyak di antara mereka secara umum juga disebut petani. Sepanjang menyangkut dinamika sos­ial, kita harus ingat ritme siklis yang tidak menimbulkan perubahan struktur sosial tetapi justru memperkuat stabilitas. Per­ubahan struktural dapat diurutkan dalam lima kategori analitis yang, dalam aktua­litas sosial, mungkin paralel atau saling terkait. Kategori ini adalah: Diferensiasi sosioekonomi, seperti po­larisasi kekayaan rural yang diikuti dengan mutasi beberapa petani men­jadi petani kapitalis atau pekerja upa­han. Pemiskinan, ketika peningkatan pop­ulasi rural dalam kaitannya dengan tanah, tanpa sumber pendapatan al­ternatif, menimbulkan penurunan eko­nomi agregat bagi kebanyakan petani. Pengertian peasantry (kaum tani) adalah Petani membentuk sebagian besar masya­rakat dan sejarahnya. Perluasan yang cepat ikatan-ikatan itu selama dekade terakhir ini menyebabkan isu ini penting bagi setiap usaha memahami kaum tani. Ini sering kali disebut sebagai “penyisip­an” atau “penyusupan” petani. Tetapi, petani khususnya tidak hanya dipahami “sebagaimana adanya” yang menentang desakan “perubahan” atau “masyarakat,” “kapitalisme” atau “rencana pembangun­an.” Ia juga diekspresikan dalam cara pe­tani merespons kekuatan-kekuatan itu. Re­spons ini direfleksikan’ dalam kekhususan metode analisis yang diekspresikan dalam studi petani kontemporer. Juga, pengalam­an petani dan agenda petani juga terkait dengan gerakan sosial dan politik seperti narodnichestvo di Rusia (gerakan “untuk rakyat”), strategi gerilya MAOISM, gerakan koperasi dan organisasi nonpemerintah kontemporer. Terakhir, banyak definisi kaum tani yang memandang petani sebagai salah satu representasi aspek masa lalu di masa kini adalah definisi valid. Tetapi definisi ini harus dilihat dengan cermat. Bahkan masa yang “dinamis” saat ini berakar di masa lalu, dan masa kini membentuk masa de­pan.