Advertisement

PENGERTIAN PECUK-PECUKAN – Salah satu suku burung air pemakan ikan. Anggota suku ini tersebar hampir di seluruh dunia. Ciri khas burung ini adalah kakinya berselaput dan paruhnya lurus dan tajam; biasanya, ujung paruhnya seperti kaitan yang berfungsi untuk membunuh mangsa. Antara jantan dan betinanya sulit dibedakan. Umumnya, pecuk berburu mangsa dengan cara berenang atau menyelam di air dalam waktu yang lama. Hal ini dimungkinkan, karena tidak seperti burung air lainnya, bulu penutup tubuh pecuk kedap air. Keadaan tersebut menyebabkan pecuk mudah tenggelam dan daya apungnya rendah. Akibatnya, sesudah berburu mangsa, burung ini harus membentangkan sayap dan berjemur di bawah sinar matahari. Di Indonesia terdapat empat jenis pecuk.

Pecuk Kecil mempunyai ukuran tubuh paling kecil di antara suku ini, yaitu kurang dari 50 sentimeter. Dalam musim berbiak, tubuhnya hitam legam mengkilap dengan warna putih keperakan pada mahkota, sisi kepala, dan lehernya. Bila tidak berbiak, dagunya berwarna putih. Pada burung muda, bulunya berwarna cokelat dengan kerongkongan dan perut keabu- abuan. Habitatnya di sungai, danau, hutan bakau, muara sungai, dan sekitar pantai. Daerah penyebarannya mulai dari India, Cina, Asia Tenggara, Kalimantan, Sumatra, sampai Jawa. Biasanya, burung ini bersarang dalam koloni besar dan bergabung dengan burung air lainnya. Sarangnya berbentuk mangkuk dan terbuat dari ranting dan dedaunan; sarang ini diletakkan di puncak pohon yang cukup tinggi. Di Jawa Timur, burung ini berbiak mulai Desember sampai Mei, sedangkan di Jawa Barat antara Maret dan Juni. Pada musim berbiak, betinanya bertelur 3 sampai 5 butir; telurnya berwarna putih kebiruan.

Advertisement

Pecuk Sedang mempunyai panjang tubuh sekitar 62 sentimeter. Warna tubuhnya hitam kecokelatan. Pada musim berbiak, di belakang matanya terdapat warna putih. Warna bulu burung mudanya lebih kusam dan lebih cokelat. Pecuk sedang tersebar di Australia, Irian, kepulauan Nusa Tenggara, Maluku, Sulawesi, Jawa, dan Bali. Burung ini mencari makan di kolam ikan, danau, muara sungai, rawa payau, dan kadang-kadang di pantai. Hidupnya membentuk kelompok dan bersarang dalam koloni. Pada musim berbiak, betinanya bertelur 2 sampai 3 butir; warna telurnya putih dan bernoda merah. Di Jawa Timur, burung ini berbiak antara Desember dan Maret.

Pecuk Besar berukuran panjang tubuh sekitar 80 sentimeter. Warna tubuhnya hitam kecokelatan dengan pipi dan kerongkongannya putih. Di musim berbiak, pada kepala dan lehernya terdapat bulu hiasan berwarna putih keperakan, dan noda putih dekat pangkal paha. Daerah penyebarannya sangat luas, meliputi Amerika Utara, Afrika, Irian, Australia, Selandia Baru, India, Cina, Taiwan, Hainan, Kalimantan, Sumatra, dan Kepulauan Filipina. Seperti halnya pecuk kecil dan pecuk sedang, habitat burung ini di sekitar rawa, danau, sungai, dan pantai.

Pecuk Belang bercirikan tubuh bagian atas berwarna hitam, sedangkan kerongkongan, dada, dan perutnya putih. Panjang tubuhnya sekitar 58 sentimeter. Daerah penyebarannya meliputi Kepulauan Nusa Tenggara, Maluku, Sulawesi, Irian, Australia, dan Selandia Bara; kadang-kadang burung ini terlihat dj pantai Jawa dan Bali. Tempat hidup dan perilakunya tidak jauh berbeda dengan pecuk lainnya.

Klasifikasi Ilmiah. Pecuk-pecukan termasuk suku Phala crocoracidae. Nama ilmiah pecuk kecil adalah Phalacroco rax niger, pecuk sedang P. sulcirostris; peci; besar p carbo; dan pecuk belang P. melanoleucos.

Advertisement