Advertisement

PENGERTIAN PEDAGOGI – Mempunyai dua arti, yaitu (a) cara seseorang mengajar, dan (b) ilmu pengetahuan yang berhubungan dengan prinsip mengajar, membimbing, dan mengawasi pelajaran, atau disebut juga ilmu pen-didikan.

Lihat lebih lanjut PENDIDIKAN, ILMU.

Advertisement

 

PENGERTIAN PEDAGOGI BAHASA – Adalah ilmu pengetahuan bahasa yang berkaitan dengan prinsip dan metode mengajar. Bahasa dihubungkan dengan manusia, karena bahasa merupakan alat komunikasi manusia. Manusia dapat menguasai suatu bahasa secara alamiah; itulah bahasa pertama atau bahasa ibu yang dipelajari sejak kanak-kanak. Bahasa pertama merupakan bahasa yang lingkungan sosial-budayanya merupakan bagian dari lingkungan sosial budaya si penutur. Di samping itu seseorang dapat menguasai bahasa lain, biasanya melalui belajar. Umumnya kemampuan penguasaan bahasa kedua lebih rendah daripada bahasa pertama, demikian pula frekuensi penggunaannya.

Dalam pengajaran bahasa asing ada tiga faktor yang mempengaruhi belajarnya, yaitu faktor kebahasaan, sosial, dan psikologis. Kemajuan pembelajaran suatu bahasa dipengaruhi oleh kadar persamaan dan perbedaan dengan bahasa ibu. Bila kadar perbedaan lebih tinggi dari kadar persamaannya, kemungkinan munculnya gejala interferensi sangat besar pada pelajar. Dari sudut sosial, hubungan sosial, baik kadar maupun sifatnya, sangat mempengaruhi hasil belajar bahasa yang diajarkan. Dari segi psikologis, kemampuan belajar bahasa tiap orang bervariasi menurut usia, motivasi, daya ingat atau sikap pelajar. Hal tersebut perlu diperhatikan oleh pengajar bahasa asing.

Secara umum dikatakan bahwa tujuan pengajaran bahasa adalah agar pelajar mampu menggunakan bahasa yang diajarkan dalam komunikasi. Dipandang dari kegiatan manusia, bahasa memiliki dua segi, yaitu kemampuan dan pelaksanaan. Kemampuan bersifat kognitif, sedangkan pelaksanaan bersifat psikomoto- ris. Karena itu orang yang belajar bahasa, baik bahasa pertama atau bahasa asing, harus belajar kedua segi tersebut. Artinya untuk dapat berbahasa seseorang harus dapat mengetahui sistem bahasa, yang mencakup bunyi, kosa kata, tata bahasa, dan menguasai keterampilan menggunakan pengetahuan tersebut. Keterampilan dibedakan atas empat jenis, yaitu menyimak, bercakap-cakap, membaca, dan mengarang. Keempat keterampilan tersebut memperlihatkan segi bahasa sebagai alat komunikasi. Komunikasi selalu melibatkan dua pihak, pengirim dan penerima. Komunikasi yang menggunakan bahasa verbal dilakukan melalui dua saluran, yaitu saluran lisan dan saluran tertulis.

Metode Pengajaran Bahasa adalah suatu konsepsi cara mengajarkan suatu bahasa. Pengajaran merupakan pelaksanaan metode, yaitu mencakup perencanaan, teknik yang digunakan, jumlah waktu yang digunakan, dan bagaimana mengukur hasil belajar. Beberapa metode umum yang digunakan sampai sekarang adalah metode tradisional, metode langsung, metod terjemahan, metode audio-oral, metode audio-visual.

Metode langsung sangat dikenal karena menp hindari terjemahan. Bahasa diajarkan sebagai bahasa ibu, tetapi masih di luar situasi. Tahapannya belum teratur dan kosa kata diajarkan berdasarkan kebutuh an.

Metode audio-oral menghindari terjemahan dengan memberikan penekanan pada bahasa lisan Pengajaran tata bahasa dilakukan secara sistematis tetapi bahasa masih diajarkan di luar situasi. Latihan struktur amat ditekankan dalam metode ini. Sarana penunjang metode ini berupa alat audio,”misalnya tape recorder. Biasanya pelajaran dimulai dengan tahap pendengaran, pengertian, disusul tahap pengung-kapan lisan dan tulisan. Dalam metode ini jumlah kosa kata yang diajarkan amat terbatas.

Metode audio-visual juga menghindari terjemahan Kelebihan metode ini adalah bahasa diajarkan dalam situasi dalam bentuk dialog. Faktor komunikatif mulai diperhatikan. Penekanan diberikan pada bahasa lisan. Tahapan pengajaran amat teratur dan icrencana. Sarana pelengkap berupa alat audio visual, seperti mikrofilm, tape recorder, dan gambar. Biasanya pelajaran dimulai dengan tahap penyajian lalu penjelasan untuk memperoleh pengertian, kemudian tahap eksploitasi untuk pengungkapan lisan dan terakhir pengungkapan tulisan. Tata bahasa diajarkan secara implisit.

Dalam kenyataannya, metode-metode di atas tidak lagi digunakan secara terpisah. Banyak pengajaran bahasa didasarkan atas gabungan beberapa metode. Pengajaran bahasa asing biasanya diberikan secara formal, yaitu mengikuti suatu acara pengajaran, jadwal, dan dibatasi waktunya. Karena itu tidak diberikan seluruh sistem, struktur, dan unsur bahasa yang harus diajarkan. Metode harus menetapkan bagian bahasa yang penting diajarkan. Untuk itu perlu dilakukan seleksi dan penahapan.

Unsur yang diseleksi adalah jenis (dialek, ragam, gaya), morfologi, sintaksis, dan kosa kata. Penahapan harus dimulai dari yang mudah secara bertahap menuju ke yang lebih sukar. Penahapan juga didasari pengertian bahwa yang dipelajari lebih dulu merupakan dasar yang kemudian.

Evaluasi dapat dilakukan terhadap unsur yang terlibat dalam pengajaran bahasa, yaitu pengajar, metode, dan pelajar. Evaluasi pengajar dilakukan dengan cara mengisi daftar pengamatan kelas. Hasil penilaian ini merupakan tolok ukur praktik mengajar. Evaluasi metode ditujukan pada isi bahan pelajaran, strategi pengajaran, sedangkan evaluasi pelajar merupakan evaluasi pengetahuan bahasa dan keterampilan berkomunikasi. Ada pun alat ukurnya adalah tes. Tes berguna untuk mengontrol, menempatkan atau menyeleksi.

Advertisement