Advertisement

PENGERTIAN PELITA – Termasuk di antara dua harian nasional di Jakarta yang pada awal tahun 1974 mendapat izin terbit dari Departemen Penerangan untuk meng, gantikan surat kabar sejenis yang dilarang terbit oleh pemerintah beberapa bulan sebelumnya. Snnerti harian Abadi yang digantikannya, Pelita y g mulai terbit pada tanggal 1 April 1974 dimaksudkan untuk menyuarakan aspirasi umat Islam. Abadi bersama satu majalah berita dan sepuluh surat kabar lainnya di beberapa kota dibredel setelah terjadi “Peristiwa Ma- lari” (akronim “Malapetaka 15 Januari”) tahun itu Harian lainnya yang diizinkan terbit setelah peristiwa itu adalah The Indonesia Times untuk menggantikan The Jakarta Times. Tetapi kedua harian pengganti itu didirikan dan dikelola oleh perusahaan dan pimpinan redaksi yang sama sekali baru.

Empat tahun sejak didirikan, Pelita dilarang terbit oleh pemerintah selama dua minggu pada bulan Januari-Februari 1978 akibat pemberitaannya tentang demonstrasi mahasiswa di berbagai kota di Indonesia Pembredelan yang bersifat sementara itu juga terjadi pada enam surat kabar lainnya di Jakarta, yaitu Kompas, Sinar Harapan, Merdeka, Indonesian Observer The Indonesia Times, dan Pos Sore (kini bernama Harian Terbit).

Advertisement

Harian ini mengalami lagi pembredelan selama empat bulan, dari bulan Mei-September 19£ . karena pemberitaannya mengenai kegiatan kampanye menjelang pemilihan umum pada tanggal 4 Mei tahun itu. Selama bulan-bulan kampanye pemilihan umum itu, Pelita mengalami kenaikan oplah yang besar dari sekitar 50.000 menjadi antara 90.000 dan 100.000 eksemplar.

Ketika penerbitan harian ini dipulihkan kembali, oplahnya merosot tajam dan terjadi perombakan total di kalangan pimpinan redaksi. Barlianta Harahap digantikan Abdul Karim (A.K.) Jakobi sebagai pemimpin redaksi. Selain itu, sikap redaksionalnya juga berubah, dari pendukung Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menjadi surat kabar umat Islam pada umumnya.

Pada tahun 1985, sepuluh pemimpin GoMngan Karya (Golkar) membeli 60 persen saham surat kabar ini. Termasuk di antara pimpinan Golkar itu adalah Sarwono Kusumaatmadja dan Akbar Tanjung, waktu itu masing-masing sekretaris jenderal dan wakil sekretaris jenderal Golkar. Sejak tanggal 11 Maret 1986, Akbar Tanjung menjadi pemimpin redaksi Pelita dan A.K. Jakobi sebagai wakil pemimpin redaksi. Ketika Akbar Tanjung diangkat sebagai menteri negara pemuda dan olahraga, menteri yang digantikannya, Abdul Gafur, memasuki harian ini sebagai pemimpin umum sejak bulan Mei 1988, dan A.K. Jakobi kembali menjadi pemimpin redaksi. Pada akhir bulan itu, nama Wakil Presiden Sudharmono, yang waktu itu juga masih menjabat ketua umum Golkar, muncul dalam susunan nama-nama pimpinan yang dimuat harian ini dengan kedudukan sebagai pembina.

Incoming search terms:

  • pengertian pelita
  • apa yang dimaksud dengan pelita
  • apa yang dimaksud pelita
  • PELITA adalah
  • apa itu pelita
  • Apa yang di maksud dengan pelita
  • arti pelita
  • Pengertian dari pelita
  • apa yang di maksud pelita
  • istilah pelita

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • pengertian pelita
  • apa yang dimaksud dengan pelita
  • apa yang dimaksud pelita
  • PELITA adalah
  • apa itu pelita
  • Apa yang di maksud dengan pelita
  • arti pelita
  • Pengertian dari pelita
  • apa yang di maksud pelita
  • istilah pelita